logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Diet IU, Diet Ekstrem untuk Turunkan 5 kg dalam Seminggu

open-summary

Salah satu diet ekstrem yang populer pada 2019 adalah diet IU. Diet ala IU ini dipercaya mampu turunkan 5 kg dalam waktu hanya satu minggu. Bagaimana cara menjalani diet ini dan apa saja risikonya bagi kesehatan Anda?


close-summary

31 Des 2019

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Diet IU tergolong diet ekstrem yang diketahui cukup ampuh

Artis Korea Selatan IU (sumber: Instagram @dlwlrma)

Table of Content

  • Apa itu diet IU?
  • Bahaya yang mengintai pengikut diet IU

Bagi para pecinta K-Pop, istilah diet IU sudah tidak asing lagi. Bahkan, diet yang dipopulerkan oleh aktris dan penyanyi Lee Ji-eun alias IU ini disebut-sebut sebagai salah satu metode diet paling ngetren pada 2019 lalu.

Advertisement

Diet ala IU bisa dikatakan ekstrem dalam segala hal, mulai dari menu, efeknya bagi tubuh, hingga penurunan berat badan yang dihasilkannya. Jika Anda tertarik menjalani diet IU ini, ada baiknya membaca penjelasan berikut ini terlebih dahulu.

Apa itu diet IU?

Diet IU adalah pola makan yang dilakukan oleh artis K-Pop tersebut dengan menu yang terbilang ‘nyeleneh’. Betapa tidak, dalam sehari, IU hanya boleh sarapan dengan satu butir apel, makan siang dengan dua butir ubi, dan makan malam dengan menenggak segelas susu protein.

Diet ini dilakukan minimal 3 hari, namun IU menjalaninya hingga satu minggu. Hasilnya, pemeran utama dalam film seri Hotel Del Luna itu dapat menurunkan berat badan hingga 5 kg hanya dalam tempo satu minggu tersebut!

Penurunan berat badan yang sangat drastis tersebut sebetulnya bukanlah keajaiban. Pasalnya, total kalori yang masuk ke tubuh IU dalam sehari hanyalah sekitar 500 kalori, sedangkan wanita dewasa pada umumnya membutuhkan 1.500-3.000 kalori dalam sehari.

Ahli gizi menyatakan diet ala IU ini sebetulnya sah-sah saja dilakukan selama hanya dalam jangka waktu pendek. Bila dilakukan secara terus-menerus, diet dengan defisit kalori yang terlalu jauh justru akan membahayakan tubuh.

IU sendiri memang mengakui hanya melakukan diet ini untuk keperluan syuting atau konser saja, itupun dilakukannya dengan menahan berbagai rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Anda pun sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani diet ala IU ini.

Baca Juga

  • Apakah Makanan yang Dipanggang Tingkatkan Risiko Kanker?
  • Manfaat Diet Oatmeal dan Cara Melakukannya
  • Berat Badan Naik Saat Puasa Ramadan? Ini Penyebabnya!

Bahaya yang mengintai pengikut diet IU

Seperti diutarakan di atas, diet IU adalah salah satu diet ekstrem yang sebaiknya hanya Anda lakukan setelah berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter yang kompeten. Pasalnya, diet ini terutama akan membuat tubuh Anda kekurangan karbohidrat dan protein sebagai sumber energi.

Mengurangi asupan makanan yang mengandung karbohidrat memang banyak direkomendasikan saat Anda ingin menurunkan berat badan. Namun, perubahan yang sangat drastis dalam pola makan akan mengubah metabolisme Anda karena karbohidrat adalah salah satu sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam jangka pendek, kekurangan karbohidrat akan menunjukkan beberapa gejala, seperti:

  • Pusing
  • Mual
  • Konstipasi
  • Dehidrasi
  • Letargi (sering merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga)
  • Kehilangan selera makan
  • Napas bau.

Jika Anda melakukan diet IU dalam jangka panjang, kekurangan karbohidrat pada tubuh dapat membawa efek yang lebih parah. Berat badan Anda akan mengalami efek yoyo (naik-turun secara drastis dan terus-menerus), masalah pencernaan, hingga kolesterol tinggi, penyakit ginjal, dan osteoporosis.

Hal lain yang patut diwaspadai dalam diet ala IU adalah kurangnya asupan protein di dalamnya. Dalam menu tersebut, satu-satunya sumber protein hanyalah susu protein.

Padahal ada banyak sumber protein lain yang bisa Anda dapatkan dari alam, baik protein hewani maupun nabati yang berguna untuk tubuh. Ahli gizi pun menyarankan konsumsi protein pada setiap porsi makanan Anda, bukan hanya saat malam hari seperti yang dilakukan dalam diet IU.

Protein adalah pondasi penting dalam pembentukkan otot, kulit, enzim, dan hormon di dalam tubuh Anda. Ketika pola makan Anda salah sehingga Anda menderita kekurangan protein, berbagai masalah kesehatan bisa muncul, seperti:

  • Edema alias pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada perut
  • Timbunan lemak pada hati
  • Pengurangan massa otot
  • Merusak kepadatan tulang sehingga Anda rentan mengalami retak atau patah tulang.

Ketika tubuh kekurangan protein, ia akan memerlihatkan tanda-tanda, seperti nafsu makan meningkat. Bila Anda sedang menjalani diet IU dan belakangan ingin terus mengonsumsi makanan yang terasa gurih, itu bisa jadi salah satu ciri bahwa tubuh Anda sedang kekurangan protein.

Apabila Anda punya masalah dengan berat badan, tidak ada salahnya jika Anda berkunjung ke dokter atau ahli gizi. Mereka akan memberikan rekomendasi makanan yang cocok untuk diet Anda sehingga tidak hanya mendapat bentuk tubuh idaman, namun juga mendapatkan kesehatan dan metabolisme tubuh yang optimal.

Advertisement

tips dietmakanan dietmenurunkan berat badan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved