Diet IU, Diet Ekstrem untuk Turunkan 5 kg dalam Seminggu

(0)
01 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Diet IU tergolong diet ekstrem yang diketahui cukup ampuhArtis Korea Selatan IU (sumber: Instagram @dlwlrma)
Bagi para pecinta K-Pop, istilah diet IU sudah tidak asing lagi. Bahkan, diet yang dipopulerkan oleh aktris dan penyanyi Lee Ji-eun alias IU ini disebut-sebut sebagai salah satu metode diet paling ngetren pada 2019 lalu.Diet ala IU bisa dikatakan ekstrem dalam segala hal, mulai dari menu, efeknya bagi tubuh, hingga penurunan berat badan yang dihasilkannya. Jika Anda tertarik menjalani diet IU ini, ada baiknya membaca penjelasan berikut ini terlebih dahulu.

Apa itu diet IU?

Diet IU adalah pola makan yang dilakukan oleh artis K-Pop tersebut dengan menu yang terbilang ‘nyeleneh’. Betapa tidak, dalam sehari, IU hanya boleh sarapan dengan satu butir apel, makan siang dengan dua butir ubi, dan makan malam dengan menenggak segelas susu protein.Diet ini dilakukan minimal 3 hari, namun IU menjalaninya hingga satu minggu. Hasilnya, pemeran utama dalam film seri Hotel Del Luna itu dapat menurunkan berat badan hingga 5 kg hanya dalam tempo satu minggu tersebut!Penurunan berat badan yang sangat drastis tersebut sebetulnya bukanlah keajaiban. Pasalnya, total kalori yang masuk ke tubuh IU dalam sehari hanyalah sekitar 500 kalori, sedangkan wanita dewasa pada umumnya membutuhkan 1.500-3.000 kalori dalam sehari.Ahli gizi menyatakan diet ala IU ini sebetulnya sah-sah saja dilakukan selama hanya dalam jangka waktu pendek. Bila dilakukan secara terus-menerus, diet dengan defisit kalori yang terlalu jauh justru akan membahayakan tubuh.IU sendiri memang mengakui hanya melakukan diet ini untuk keperluan syuting atau konser saja, itupun dilakukannya dengan menahan berbagai rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Anda pun sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani diet ala IU ini.

Bahaya yang mengintai pengikut diet IU

Seperti diutarakan di atas, diet IU adalah salah satu diet ekstrem yang sebaiknya hanya Anda lakukan setelah berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter yang kompeten. Pasalnya, diet ini terutama akan membuat tubuh Anda kekurangan karbohidrat dan protein sebagai sumber energi.Mengurangi asupan makanan yang mengandung karbohidrat memang banyak direkomendasikan saat Anda ingin menurunkan berat badan. Namun, perubahan yang sangat drastis dalam pola makan akan mengubah metabolisme Anda karena karbohidrat adalah salah satu sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh.Dalam jangka pendek, kekurangan karbohidrat akan menunjukkan beberapa gejala, seperti:
  • Pusing
  • Mual
  • Konstipasi
  • Dehidrasi
  • Letargi (sering merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga)
  • Kehilangan selera makan
  • Napas bau.
Jika Anda melakukan diet IU dalam jangka panjang, kekurangan karbohidrat pada tubuh dapat membawa efek yang lebih parah. Berat badan Anda akan mengalami efek yoyo (naik-turun secara drastis dan terus-menerus), masalah pencernaan, hingga kolesterol tinggi, penyakit ginjal, dan osteoporosis.Hal lain yang patut diwaspadai dalam diet ala IU adalah kurangnya asupan protein di dalamnya. Dalam menu tersebut, satu-satunya sumber protein hanyalah susu protein.Padahal ada banyak sumber protein lain yang bisa Anda dapatkan dari alam, baik protein hewani maupun nabati yang berguna untuk tubuh. Ahli gizi pun menyarankan konsumsi protein pada setiap porsi makanan Anda, bukan hanya saat malam hari seperti yang dilakukan dalam diet IU.Protein adalah pondasi penting dalam pembentukkan otot, kulit, enzim, dan hormon di dalam tubuh Anda. Ketika pola makan Anda salah sehingga Anda menderita kekurangan protein, berbagai masalah kesehatan bisa muncul, seperti:
  • Edema alias pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada perut
  • Timbunan lemak pada hati
  • Pengurangan massa otot
  • Merusak kepadatan tulang sehingga Anda rentan mengalami retak atau patah tulang.
Ketika tubuh kekurangan protein, ia akan memerlihatkan tanda-tanda, seperti nafsu makan meningkat. Bila Anda sedang menjalani diet IU dan belakangan ingin terus mengonsumsi makanan yang terasa gurih, itu bisa jadi salah satu ciri bahwa tubuh Anda sedang kekurangan protein.Apabila Anda punya masalah dengan berat badan, tidak ada salahnya jika Anda berkunjung ke dokter atau ahli gizi. Mereka akan memberikan rekomendasi makanan yang cocok untuk diet Anda sehingga tidak hanya mendapat bentuk tubuh idaman, namun juga mendapatkan kesehatan dan metabolisme tubuh yang optimal.
tips dietmakanan dietmenurunkan berat badan
Better Health Australia. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/weight-loss-and-carbohydrates
Diakses pada 30 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/protein-deficiency-symptoms
Diakses pada 30 Desember 2019
Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/1218744/diet-populer-2019-keto-telur-hingga-ala-iu?page=all
Diakses pada 30 Desember 2019
Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/1107358/ingin-langsing-dengan-diet-k-pop-amankah
Diakses pada 30 Desember 2019
IDN Times. https://www.idntimes.com/food/diet/putriana-cahya/tren-diet-ala-artis-korea-iu-bb-turun-5-kilogram-dalam-sepekan/full
Diakses pada 30 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait