Diet Gluten Free, Pola Makan Khusus Penderita Penyakit Celiac

Diet gluten free, pola makan penyakit Celiac yang "mengharamkan" makanan yang mengandung gluten.
Diet gluten free dipercaya bisa menurunkan berat badan juga.

Diet gluten free mengharuskan pengikutnya untuk "mengharamkan" seluruh makanan yang mengandung gluten. Biasanya, diet gluten free diterapkan oleh penderita penyakit Celiac.

Namun ternyata, tidak hanya penderita Celiac saja yang harus menjalani diet gluten free. Beberapa kondisi medis lainnya juga mengharuskan sebagian orang menerapkan diet gluten free dalam kehidupan sehari-hari.

Malahan, orang yang tidak memiliki penyakit apapun, “tergiur” dengan diet gluten free karena dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Bagi Anda yang penasaran tentang diet gluten free, mari kenali seluk-beluknya di sini.

Diet gluten free dan penyakit Celiac

Penyakit Celiac membuat tubuh merespons gluten sebagai ancaman. Saat gluten dikonsumsi penderita penyakit Celiac, otomatis tubuh akan melawannya. Sayangnya, organ dalam tubuh seperti dinding usus juga bisa menjadi korbannya.

Komplikasi yang mengintai dapat berupa kekurangan nutrisi, munculnya masalah pencernaan, anemia, dan meningkatkan beberapa risiko penyakit lainnya.

Gejala umum penyakit Celiac meliputi sakit perut, diare, sembelit, ruam kulit, kembung, penurunan berat badan, rasa lelah, hingga depresi.

Siapa saja yang harus menjalani diet gluten free?

Ternyata, penderita penyakit Celiac bukanlah satu-satunya “kelompok” yang harus menjalani diet gluten free.
Berikut ini adalah penyakit yang juga membuat penderitanya harus menjalani diet gluten free:

  • Ataksia gluten

Ataksia gluten adalah penyakit autoimun yang memengaruhi jaringan saraf dan berdampak buruk pada kontrol dan pergerakkan otot.

  • Alergi gandum

Gandum menjadi salah satu makanan yang mengandung gluten. Jika seseorang memiliki alergi terhadapnya, maka biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani diet gluten free.

  • Sensitivitas gluten (non-celiac)

Ternyata, tubuh juga bisa sensitif terhadap gluten, walaupun penderitanya tidak mengidap penyakit Celiac. Gejalanya pun mirip dengan penyakit Celiac, seperti diare, kembung, sakit perut, hingga sakit kepala.

Selain penyakit di atas, sebagian orang sehat yang tanpa kondisi medis apapun, juga “tergiur” dengan manfaat diet gluten free yang dianggap bisa membantu menurunkan berat badan.

Sebab, diet gluten free mengharuskan pengikutnya untuk “menghilangkan” junk foods yang rentan memberikan kalori lebih pada tubuh.

Bagaimana cara menerapkan diet gluten free?

Gluten free
Tepung gluten free

Menerapkan diet gluten free bukanlah hal yang mudah. Diperlukan komitmen untuk lebih waspada dalam melihat kandungan nutrisi dan label pada setiap bungkus makanan yang dikonsumsi.

Berikut ini adalah makanan yang boleh dikonsumsi dalam diet gluten free:

  • Daging (ayam, sapi, atau ikan) yang tidak diproses
  • Telur
  • Produk susu (yang tidak mengandung gluten)
  • Buah dan sayuran
  • Nasi
  • Biji-bijian (beras, tapioka, quinoa)
  • Pati dan tepung (yang tidak mengandung gluten)
  • Kacang-kacangan
  • Minyak sayur dan selai nabati
  • Rempah-rempah

Hati-hati, terkadang ada makanan dari daftar di atas, yang juga mengandung gluten. Itulah sebabnya, Anda harus berkomitmen penuh untuk selalu melihat label pada kemasan serta kandungan nutrisinya, untuk memastikan keberadaan gluten.

Setelah mengetahui makanan yang boleh dikonsumsi dalam diet gluten free, kini saatnya mengetahui makanan yang “diharamkan”. Apa saja makanan yang dilarang dalam diet gluten free itu?

  • Makanan berbasis gandum seperti tepung terigu, kamut, semolina, hingga durum
  • Jelai (barley)
  • Gandum hitam
  • Ragi
  • Malt
  • Triticale

Waspadalah, beberapa makanan seperti roti, pasta, sereal, snack ringan, hingga saus juga bisa mengandung gluten. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk selalu melihat kandungan nutrisi dan label “bebas gluten” pada kemasannya.

Manfaat diet gluten free

Gluten free
Gluten free

Diet gluten free dipercaya memiliki manfaat bagi penderita penyakit Celiac. Tidak hanya itu, mereka yang tidak mengidapnya pun berpotensi merasakan manfaat diet gluten free.

Berikut ini adalah manfaat diet gluten free beserta penjelasan ilmiahnya.

1. Meredakan masalah pencernaan

Banyak orang yang mencoba diet gluten free untuk meredakan masalah pencernaan, seperti kembung, diare, hingga sembelit.

Beberapa studi telah membuktikan, menerapkan diet gluten free bisa meredakan masalah pencernaan pada penderita penyakit Celiac ataupun sensitivitas terhadap gluten (non celiac).

Dalam suatu riset, 215 penderita Celiac diminta untuk menjalani diet gluten free selama 6 bulan. Hasilnya, gejala gangguan pencernaan berkurang secara signifikan.

2. Mengobati penyakit kronis

Penderita penyakit Celiac juga dihantui penyakit kronis akibat peradangan dalam tubuh. Dengan menjalani diet gluten free, penyakit kronis akibat peradangan pun bisa diredakan.

Beberapa studi telah melihat efek diet gluten free dalam meringankan peradangan pada antibodi. Hal ini bisa mengobati kerusakan usus yang diakibatkan oleh gluten.

3. Meningkatkan energi

Penderita penyakit Celiac terkadang bisa merasa kelelahan dengan mudah. Hal ini biasanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi akibat adanya kerusakan pada dinding usus.

Dalam sebuah studi, sekitar 66% dari 1.031 penderita penyakit Celiac selalu mengeluhkan gejala lemah lesu. Namun setelah menjalani diet gluten free, 44% dari mereka pun tak lagi merasakan gejala kelelahan.

4. Berpotensi menurunkan berat badan

Karena diet gluten free melarang pengikutnya mengonsumsi junk foods, berat badan ideal pun dapat diraih. Sebab, junk foods yang mengandung gluten, dan dapat menambah asupan kalori lebih ke dalam tubuh.

Biasanya, junk foods akan digantikan dengan sayuran, buah, dan daging berpotein tinggi. Itulah sebabnya diet gluten free dipercaya bisa menurunkan berat badan.

Risiko diet gluten free

Diet gluten free juga memiliki risiko yang harus diwaspadai. Tidak selamanya diet gluten free bisa membawa manfaat kesehatan untuk penderita penyakit Celiac.

Berikut ini adalah risiko diet gluten free yang bisa mengancam kesehatan:

  • Kekurangan nutrisi

Ternyata, beberapa riset menemukan bahwa diet gluten free tidak mampu mengobati kekurangan nutrisi. Sebab, orang-orang yang menjalaninya cenderung melupakan sayuran dan buah. Mereka lebih tergiur dengan makanan yang sudah diproses, dengan label “bebas gluten”.

Sementara itu, nutrisi penting untuk tubuh biasanya dikandung oleh sayur dan buah. Jika keduanya jarang dimakan, bagaimana kekurangan nutrisi bisa diobati?

  • Sembelit

Karena diet gluten free melarang banyak sumber serat seperti roti dan produk gandum lainnya, maka pergerakan usus yang sehat pun tak bisa dicapai.

Masalahnya, makanan pengganti roti dan produk gandum lainnya yang dikonsumsi dalam diet gluten free, tidak mengandung serat yang tinggi. Oleh karena itu, sembelit menjadi salah satu risiko dari diet gluten free.

Jika Anda merasa sembelit saat menjalani diet gluten free, ada baiknya mengonsumsi sayuran dan buah yang mengandung banyak serat, seperti brokoli, beri, kacang-kacangan, hingga kubis Brusel.

Sebaiknya berkonsultasilah dulu dengan dokter sebelum mencoba diet gluten free ini. Sebab, ada beberapa risiko yang bisa Anda rasakan, jika tidak menerapkannya dengan benar.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/gluten-free-diet
Diakses pada 21 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gluten-free-diet/art-20048530
Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait