Didiagnosis Menderita Rahim Kecil, Berbahayakah Bagi Ibu Hamil?

(0)
Rahim kecil merupakan kondisi yang dapat memengaruhi proses pembuahan dan kehamilanMemiliki rahim kecil bukan merupakan halangan bagi Anda untuk bisa hamil
Rahim kecil atau hipoplasia uteri adalah salah satu gangguan organ reproduksi yang jarang disadari oleh wanita. Kebanyakan wanita biasanya baru menyadari bahwa mereka menderita gangguan ini ketika hamil. Hal itu tentunya akan membuat kekhawatiran tersendiri mengenai dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kehamilan.

Apa itu rahim kecil atau hipoplasia uteri?

Hipoplasia uteri adalah sebuah kondisi di mana rahim wanita memiliki ukuran lebih kecil jika dibandingkan ukuran rahim pada umumnya. Sebenarnya, tidak ada ukuran pasti seberapa besar ukuran rahim wanita yang masuk dalam kategori normal. Menurut ilmu kedokteran, hal ini terjadi karena ukuran rahim wanita berbeda satu sama lain.Namun, sebagian besar rahim wanita biasanya mempunyai panjang 7 hingga 8 cm. Sementara itu, lebar rahim wanita pada umumnya berada pada kisaran 4 hingga 5 cm. Meski begitu, perlu dicatat bahwa ukuran tersebut hanya dipakai sebagai referensi dan bukan merupakan patokan pasti.Besar atau kecilnya rahim sebenarnya bukan merupakan sebuah masalah, asalkan fungsinya dapat bekerja dengan normal. Perbedaan fisik menjadi salah satu faktor penyebab rahim kecil. Wanita kurus atau berpostur tubuh pendek lebih berkemungkinan untuk memiliki ukuran rahim kecil.

Tindakan yang harus dilakukan jika didiagnosis rahim kecil saat hamil

Mempunyai rahim kecil bukan merupakan halangan bagi Anda untuk bisa hamil. Namun, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk memastikan agar pembuahan maupun kehamilan dapat berjalan dengan lancar, di antaranya:

1. Terapi hormonal

Dokter akan memberikan rekomendasi untuk menjalani stimulasi hormonal guna meningkatkan kemungkinan pembuahan dalam rahim. Sebelum memberikan terapi ini dokter akan menjalankan beberapa tes untuk memastikan kondisi hormonal Anda. Terapi ini biasa diberikan ke wanita yang mengalami masalah rahim karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

2. Menambah asupan vitamin

Minum suplemen vitamin direkomendasikan bagi Anda yang menderita rahin kecil atau hipoplasia uteri
Terapi vitamin menjadi salah satu cara tepat untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan
Untuk meningkatkan potensi pembuahan pada rahim kecil, Anda bisa menambahkan asupan vitamin dan mineral dalam tubuh. Jika Anda merupakan penderita hipoplasia uteri dan sedang dalam kondisi hamil, terapi vitamin menjadi salah satu cara tepat untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan. Meski begitu, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dulu dengan dokter kandungan Anda untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

3. Rutin berhubungan seks

Melakukan hubungan seks secara rutin dipercaya dapat membantu mengatasi hipoplasia uteri yang Anda derita. Ketika rutin melakukan hubungan seks, ukuran rahim Anda secara perlahan akan membesar dengan sendirinya.

Catatan dari SehatQ

Rahim kecil merupakan kondisi yang dapat memengaruhi proses pembuahan dan kehamilan. Meski begitu, Anda tidak perlu panik apabila didiagnosis menderita rahim kecil, termasuk pada masa kehamilan. Konsultasikan hal tersebut dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan untuk memastikan bahwa proses pembuahan, kehamilan, dan persalinan dapat berjalan dengan lancar. 
hubungan sekshamilkehamilanterapi hormonal
Referensi:FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/small-uterus-and-pregnancy/
Diakses pada 10 September 2020
Contemporary OB/GYN. https://www.contemporaryobgyn.net/view/female-infertility-hypoplastic-uterus
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait