logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Diderita Ariel Tatum, Seperti Apa Gangguan Jiwa Borderline Personality Disorder?

open-summary

Selebritas Ariel Tatum memang sempat menghilang sejenak dari industri hiburan Indonesia. Ternyata, hal itu diakibatkan gangguan mental yang belum lama ini diakuinya. Seperti apa gejala dan cara menangani borderline personality disorder?


close-summary

21 Okt 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Menyakiti diri sendiri menjadi salah satu gejala gangguan mental borderline personality disorder yang diderita Ariel Tatum. (Sumber foto: https://www.instagram.com/arieltatum)

Borderline personality disorder bisa membuat seseorang berlaku impulsif. (Sumber foto: https://www.instagram.com/arieltatum)

Table of Content

  • Apa itu borderline personality disorder?
  • Penyebab BPD timbul dalam diri seseorang
  • Komplikasi yang bisa timbul dari BPD
  • Catatan dari SehatQ

Menjaga dan memperbaiki kondisi kesehatan mental memang bukan urusan mudah. Ariel Tatum saja harus menghilang dari industri hiburan Indonesia untuk beberapa waktu, demi mengobati kesehatan mentalnya.

Advertisement

Wanita kelahiran 8 November 1996 itu mengakui mengidap borderline personality disorder (BPD) alias gangguan kepribadian ambang akut. Karenanya, Ariel sempat mencoba bunuh diri.

Apa itu borderline personality disorder?

Jika sampai membuat seseorang ingin bunuh diri, berarti BPD memang merupakan gangguan mental serius yang harus segera ditangani.

Secara medis, BPD merupakan kondisi gangguan mental yang berdampak pada cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri dan orang lain, sehingga bisa mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Akibat menderita BPD, seseorang bisa mengalami masalah terkait citra dirinya, merasa sulit mengontrol diri dan perilaku, serta memiliki hubungan tak stabil dengan orang lain.

Biasanya, BPD akan diderita saat seseorang mulai menginjak usia dewasa. Kondisi ini bisa semakin parah jika tidak ditangani langsung oleh ahlinya.

Beberapa gejala ini dapat dirasakan para penderita BPD.

  • Rasa takut diabaikan, bahkan bisa melakukan hal-hal ekstrem untuk menghindari adanya penolakan atau pengabaian dari orang lain
  • Memiliki hubungan yang tak stabil dengan seseorang, misalnya memuji orang itu, lalu tak lama kemudian menilai orang tersebut tidak peduli atau jahat
  • Sering mengubah citra atau identitas diri
  • Menganggap diri sendiri buruk atau bahkan tidak mengakui keberadaan diri sendiri
  • Mengalami periode paranoia yang berhubungan dengan stres dan “menjauh” dari kenyataan. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa menit bahkan jam
  • Berperilaku impulsif dan melakukan tindakan berisiko, seperti bermain judi, mengemudi dengan sembrono, membuang-buang waktu, makan berlebihan, penyalahgunaan obat terlarang, melakukan hubungan seks yang berisiko, hingga menyudahi hubungan dengan kekasih tanpa alasan jelas
  • Menunjukkan perilaku dan memikirkan tentang bunuh diri. Biasanya, hal ini dilakukan untuk menunjukkan rasa takut akan adanya penolakan atau pengabaian
  • Perubahan suasana hati yang cepat dan drastis, bisa berlangsung selama beberapa jam hingga hari
  • Merasakan perasaan kosong yang berkelanjutan
  • Sering marah, termasuk kehilangan kesabaran, bersikap sarkastik, sampai berkelahi secara fisik
  • Kerap berprasangka buruk terhadap orang lain
  • Jika sudah stres, bisa merasa bahwa diri sedang berada di luar tubuh

Jika kekasih, anggota keluarga hingga teman kerja ada yang menunjukkan gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda tidak langsung menghakimi. Lebih baik, sarankan kepadanya untuk ke dokter dan melakukan konsultasi.

Penyebab BPD timbul dalam diri seseorang

Sama seperti kebanyakan penyakit kesehatan mental, penyebab BPD masih belum sepenuhnya dimengerti.
Namun, para ahli penyakit kesehatan mental percaya, BPD disebabkan oleh faktor biologis bawaan atau internal, hingga faktor lingkungan, seperti pengalaman traumatis dari masa kecil.

Ada banyak hal kompleks yang terjadi di dalam otak penderita BPD. Para peneliti juga sedang mencari “rahasia” pada otak penderitanya.

Pada dasarnya, jika Anda menderita BPD, otak berada dalam kondisi siaga tinggi. Hal-hal di sekeliling Anda terlihat lebih menakutkan dan membuat Anda lebih stres dibandingkan dengan orang lain.

Di saat BPD sedang menyerang, Anda akan terpicu untuk bertahan hidup secara “primitif” dan tidak menangani situasi dengan baik.

Jangan pernah menyerah. Sebab kondisi ini bisa diobati. Beberapa pengobatan, seperti meditasi, bisa berdampak sangat baik.

Selain itu, psikoterapi dan pemberian obat-obatan, seperti anti depresi, anti psikotik, dan obat untuk menstabilkan suasana hati juga dapat mengurangi gejala dari BPD. Dengan kesabaran dan komitmen, Anda bisa mengubah cara berpikir, merasakan dan bertindak ke arah yang lebih baik.

Komplikasi yang bisa timbul dari BPD

BPD bisa merusak beberapa aspek dalam kehidupan Anda, seperti hubungan dengan seseorang, termasuk teman atau kekasih, pekerjaan, sekolah, aktivitas sosial hingga citra diri. Akhirnya, hal-hal ini terjadi.

  • Sering gonta-ganti pekerjaan atau kehilangan pekerjaan
  • Tidak bisa menyelesaikan pendidikan
  • Berurusan dengan hukum, seperti dipenjara
  • Rusaknya hubungan cinta, yang bisa berujung pada perceraian
  • Menyakiti diri sendiri
  • Terlibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
  • Kehamilan di luar nikah, mengalami penyakit menular seksual, kecelakaan kendaraan yang diakibatkan perilaku impulsif dan berisiko
  • Mencoba bunuh diri

Gangguan mental BPD tidak dapat dianggap enteng, melihat banyak komplikasi yang bisa ditimbulkan. Maka dari itu, bantuan psikolog, keluarga, kekasih hingga kerabat akrab sangat dibutuhkan untuk mengalahkan BPD.
Beberapa gangguan jiwa seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan, gangguan bipolar hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) juga bisa timbul karena BPD.

Baca Juga

  • Mengenal Emetophobia, Rasa Takut pada Muntah yang Berlebihan
  • Berbagai Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Batuk
  • Ciri-ciri Orang Perfeksionis dan Dampaknya bagi Diri Sendiri

Catatan dari SehatQ

Sesegera mungkin, ketika Anda merasakan atau melihat orang terdekat mengalami gejala-gejala BPD, kunjungi dokter, jangan mengulur waktu. Sebab, hal-hal buruk, seperti menyakiti diri sendiri, bisa saja terjadi pada penderita BPD.

Jika sampai memikirkan bunuh diri, segara damping penderita BPD untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater.

Jika Anda yang menderitanya dan mulai memikirkan tentang bunuh diri, segera bicara dengan keluarga dan pergi ke psikolog. Mereka memiliki berbagai cara, untuk meredakan gejala, atau bahkan menghilangkan BPD dari dalam diri Anda. Jangan pernah “terbawa suasana” dan dikalahkan oleh BPD, karena gangguan mental ini bisa disembuhkan.

Advertisement

penyakitgangguan mentalkesehatan mental

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved