Cara Pencegahan Diare pada Anak Serta Perawatannya yang Paling Tepat

(0)
23 Apr 2019|Anita Djie
Kontaminasi bakteri pada makanan atau minuman bisa menyebabkan diare pada anakKontaminasi bakteri pada makanan atau minuman bisa menyebabkan diare pada anak
Tahukah Anda jika diare merupakan salah satu penyakit yang sering menjadi penyebab kematian pada anak? Meski terlihat sepele, pada kondisi-kondisi tertentu, penyakit pencernaan ini bisa berbahaya jika sampai terjadi pada Si Kecil. Karena itu, orangtua perlu tahu berbagai cara pencegahan diare pada anak.Namun sebelum mengetahui cara mencegahnya, orangtua perlu tahu penyebab dari penyakit ini. Dengan begitu, Langkah pencegahan yang dilakukan bisa semakin efektif dan menyeluruh.

Penyebab Diare pada Anak

Secara umum, penyebab diare pada anak adalah karena infeksi virus atau bakteri, seperti rotavirus dan bakteri salmonella. Terkadang, diare pada anak bisa disebabkan oleh parasit, seperti giardia. Namun, hal ini jarang terjadi. Diare pada anak biasanya juga diikuti dengan demam, muntah, sakit perut, sakit kepala, dan dehidrasi.Penyebab lain diare pada anak misalnya tidak dapat mencerna makanan tertentu (intoleransi makanan), alergi makanan tertentu, reaksi obat-obatan tertentu, penyakit saluran pencernaan, keracunan makanan, masalah di cara kerja saluran pencernaan, dan operasi perut.

Cara Pencegahan Diare pada Anak

Anda tentunya familiar dengan pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Oleh karenanya, penting bagi para orangtua untuk mengetahui bagaimana cara mencegah diare pada anak.Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit saluran pencernaan ini:
  • Pemberian vaksin rotavirus kepada anak.
  • Mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar (BAB).
  • Menjaga kebersihkan lingkungan rumah, terutama kamar mandi.
  • Cuci sayur dan buah dengan baik sebelum memberikannya pada anak.
  • Cuci peralatan masak dengan baik, terutama setelah digunakan untuk memotong daging atau ayam mentah.
  • Langsung masukkan daging mentah ke kulkas setelah dibeli.
  • Tidak memberikan susu yang belum dipasteurisasi kepada anak. Susu yang belum dipasteurisasi tidak melewati proses untuk membunuh bakteri tertentu.
  • Tidak memberikan daging, ikan dan bahan makanan lain yang masih mentah atau belum dimasak.
  • Konsumsilah makanan yang sehat dan bersih.
  • Batasi anak untuk mengonsumsi makanan yang dibeli di luar rumah karena tidak terjamin kebersihannya.

Gejala-Gejala Diare pada Anak

Meski penyebab dan cara pencegahan diare pada anak sudah diketahui, terkadang penyakit ini masih saja bisa terjadi. Maka dari itu, orangtua perlu menyadari gejala-gejala yang mungkin terjadi, agar bisa memberikan perawatan sesegera mungkin.Selain karakteristik feses yang terlalu cair, terdapat beberapa gejala yang dapat muncul saat terjadi diare pada anak. Beberapa gejala yang dapat dialami adalah:
  • Demam
  • Menggigil
  • Feses yang mengandung darah
  • Rasa sakit di perut
  • Mual atau muntah
  • Buang air besar yang tidak dapat dikontrol
  • Kembung di perut
  • Dehidrasi
Jika anak Anda merasa terganggu dengan diare yang dialami atau gejala-gejala diare pada anak semakin memburuk, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Penanganan Diare pada Anak

Informasi di atas mungkin sempat membuat Anda khawatir, tetapi Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasi gejala diare pada anak, seperti:
  • Jika diare pada anak disebabkan oleh infeksi, tetap berikan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.
  • Jangan memberikan minuman bersoda ataupun jus karena dapat memperparah diare pada anak.
  • Jangan hanya memberikan air mineral kepada anak, tetapi berikan larutan elektrolit-glukosa yang memiliki kandungan air, garam, dan gula yang seimbang, seperti oralit, agar anak tidak mengalami dehidrasi. Dehidrasi merupakan salah satu permasalahan utama dari diare pada anak dan pemberian larutan elektrolit-glukosa dapat mengatasi dehidrasi dengan baik.
  • Berikan zinc untuk mengembalikan gizi yang hilang pada anak dan melindunginya dari diare.
Diare pada anak bukanlah sesuatu yang sepele dan orangtua perlu untuk melihat apakah diare pada anak menyebabkan dehikdrasi. Jaga buah hati Anda dan cegah diare pada anak melalui tips-tips di atas.
diaremasalah pencernaangangguan pencernaan
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/pediatrics/diarrhea_in_children_90,P01990
Diakses pada 28 Maret 2019
Liputan 6. https://www.liputan6.com/health/read/2466177/2-juta-anak-indonesia-setiap-tahun-meninggal-karena-diare
Diakses pada 28 Maret 2019
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/chronic-diarrhea-children/treatment
Diakses pada 28 Maret 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1
Diakses pada 28 Maret 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait