Cara Cepat Menangani Diare pada Anak dan Pencegahannya

Kontaminasi bakteri pada makanan atau minuman bisa menyebabkan diare pada anak
Kontaminasi bakteri pada makanan atau minuman bisa menyebabkan diare pada anak

Anak-anak biasanya lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan orang dewasa. Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang anak adalah diare. Mengapa diare pada anak lebih sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Tahukah Anda jika diare merupakan salah satu penyakit yang sering menjadi penyebab kematian pada anak? Hal ini dituturkan oleh dr. Wiendra Waworuntu yang merupakan Direktur Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (P2PML) pada tahun 2016.

Beliau menyatakan bahwa diare berada di urutan ketiga yang menyebabkan kematian pada anak setelah tuberkulosis dan penyakit hati.

Tentunya, Anda sekarang lebih sadar bahwa diare pada anak bukanlah masalah yang sepele. Diare sebenarnya merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan bakteri-bakteri dari dalam tubuh yang menyebabkan feses menjadi cair (mencret).

Berdasarkan durasinya, diare terbagi menjadi dua:

  • diare akut, berlangsung selama satu atau dua hari. Biasanya diare jenis ini disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan atau minuman yang dikonsumsi anak. Diare akut juga bisa disebabkan karena terjangkit virus tertentu.
  • diare kronis, berlangsung lebih dari beberapa minggu. Diare kronis disebabkan oleh gangguan kesehatan yang serius, misalnya penyakit Crohn, penyakit Celiac, dan sebagainya. Diare kronis dapat menjurus pada kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) dan ketidakmampuan tubuh untuk menyerap nutrisi (malabsorbsi).

Penyebab Diare pada Anak

Secara umum, penyebab diare pada anak adalah karena infeksi virus atau bakteri, seperti rotavirus dan bakteri salmonella. Dalam kasus yang jarang, diare pada anak bisa disebabkan oleh parasit, seperti giardia.

Diare pada anak biasanya juga diikuti dengan demam, muntah, sakit perut, sakit kepala, dan dehidrasi.

Penyebab lain diare pada anak misalnya tidak dapat mencerna makanan tertentu (intoleransi makanan), alergi makanan tertentu, reaksi obat-obatan tertentu, penyakit saluran pencernaan, keracunan makanan, masalah di cara kerja saluran pencernaan, dan operasi perut.

Gejala-Gejala Diare pada Anak

Selain karakteristik feses yang terlalu cair, terdapat beberapa gejala yang dapat muncul saat terjadi diare pada anak. Beberapa gejala yang dapat dialami adalah:

  • Demam
  • Menggigil
  • Feses yang mengandung darah
  • Rasa sakit di perut
  • Mual atau muntah
  • Buang air besar yang tidak dapat dikontrol
  • Kembung di perut
  • Dehidrasi

Jika anak Anda merasa terganggu dengan diare yang dialami atau gejala-gejala diare pada anak semakin memburuk, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Penanganan Diare pada Anak

Informasi di atas mungkin sempat membuat Anda khawatir, tetapi Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasi gejala diare pada anak, seperti:

  • Jika diare pada anak disebabkan oleh infeksi, tetap berikan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.
  • Jangan memberikan minuman bersoda ataupun jus karena dapat memperparah diare pada anak.
  • Jangan hanya memberikan air mineral kepada anak, tetapi berikan larutan elektrolit-glukosa yang memiliki kandungan air, garam, dan gula yang seimbang, seperti oralit. Dehidrasi merupakan salah satu permasalahan utama dari diare pada anak dan pemberian larutan elektrolit-glukosa dapat mengatasi dehidrasi pada anak.
  • Berikan zinc untuk mengembalikan gizi yang hilang pada anak dan melindunginya dari diare. Menurut dr. Wiendra Waworuntu, zinc dapat menurunkan risiko munculnya diare kembali sebesar 20%.

Pencegahan Diare pada Anak

Anda tentunya familiar dengan pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Oleh karenanya, penting bagi para orangtua untuk mengetahui bagaimana cara mencegah diare pada anak.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah diare pada anak:

  • Pemberian vaksin rotavirus kepada anak.
  • Mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan benar.
  • Tidak memberikan susu yang belum dipasteurisasi kepada anak. Susu yang belum dipasteurisasi tidak melewati proses untuk membunuh bakteri tertentu.
  • Tidak memberikan daging atau ikan yang masih mentah atau belum dimasak.

Diare pada anak bukanlah sesuatu yang sepele dan orangtua perlu untuk melihat apakah diare pada anak menyebabkan dehidrasi. Jaga buah hati Anda dan cegah diare pada anak melalui tips-tips di atas.

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/pediatrics/diarrhea_in_children_90,P01990
Diakses pada 28 Maret 2019

Liputan 6. https://www.liputan6.com/health/read/2466177/2-juta-anak-indonesia-setiap-tahun-meninggal-karena-diare
Diakses pada 28 Maret 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/chronic-diarrhea-children/treatment
Diakses pada 28 Maret 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1
Diakses pada 28 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed