Dianggap Superfood, Waspada Bahaya Pestisida dalam Sayur Kale

Sayur kale organik bisa menjadi alternartif karena tidak mengandung zat pestisida
Pilih sayur kale organik untuk menghindari bahaya pestisida

Sayur kale sejak lama diagung-agungkan sebagai salah satu superfood kaya manfaat. Namun secara mengejutkan, kale ada dalam daftar “Dirty Dozen” buah dan sayur dengan bahaya pestisida tertinggi yang dirilis tahun ini.

Tidak tanggung-tanggung, sayur kale berada di urutan ketiga dalam dalam daftar Dirty Dozen yang dirilis tahun ini. The Environmental Working Group (EWG) merupakan organisasi nirlaba yang memperbaharui laporan ini setiap tahunnya sejak 2004.

[[artikel-terkait]]

Mengapa sayur kale masuk dalam daftar?

Sebelum daftar Dirty Dozen tahun ini dirilis, lebih dari 92% sampel sayur kale diperiksa. Hasilnya, bahaya pestisida benar-benar mengancam. Di setiap sampel, setidaknya ada 2-18 residu pestisida.

Bahaya pestisida yang paling banyak ditemukan adalah jenis Dacthal (DCPA). Menurut Environmental Protection Agency (EPA), Dacthal bersifat karsinogenik pada tubuh manusia.

Fakta ini cukup mencengangkan, terlebih sayur kale belum pernah diuji coba sejak satu dekade terakhir. Dibandingkan dengan uji coba sebelumnya tahun 2007 silam, jumlah residu pestisida yang ditemukan pada sayur kale meningkat dari hanya 76% menjadi 98%.

Haruskah menghindari sayur kale?

Meski demikian, sayur kale tetaplah superfood. Manfaatnya tetap banyak, sama halnya dengan sayur dan buah-buahan lain yang masuk dalam daftar Dirty Dozen, dengan urutan:

  1. Stroberi
  2. Bayam
  3. Kale
  4. Nectarines
  5. Apel
  6. Anggur
  7. Persik
  8. Ceri
  9. Pir
  10. Tomat
  11. Seledri
  12. Kentang

Penasaran dengan sayur dan buah-buahan yang ada dalam “Clean 15 List” tahun ini? Ini dia:

  1. Alpukat
  2. Jagung manis
  3. Nanas
  4. Sweet-pea beku
  5. Bawang merah/bawang bombay
  6. Pepaya
  7. Terong
  8. Asparagus
  9. Kiwi
  10. Kubis
  11. Kembang kol
  12. Melon
  13. Brokoli
  14. Jamur
  15. Melon Honeydew

Pilih yang organik

Pestisida memang membantu melindungi komoditas pertanian dari serangan hama dan serangga. Namun, penelitian dari tahun ke tahun menunjukkan korelasi antara bahaya pestisida dengan komplikasi kesehatan.

Bagaimanapun, daftar di atas tidak serta-merta bisa dijadikan justifikasi atas rasa takut berlebihan. Alliance for Food and Farming meyakini bahwa anak-anak sekalipun bisa mengonsumsi sayur kale hingga 7.446 servings dalam sehari tanpa efek samping bagi tubuh mereka.

Kata ‘dirty’ dalam Dirty List tidak berarti buah atau sayuran itu benar-benar kotor dan tidak layak konsumsi. Menurut direktur nutrisi di Washington University, Connie Diekman, konsep ‘dirty’ dan ‘clean’ pada makanan ini hanyalah peringatan.

Kandungan pestisida yang ditemukan pun terbilang kecil apabila dibandingkan dengan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi hingga bisa membahayakan tubuh.

Maka dari itu, untuk menghindari bahaya pestisida dan tetap mendapat manfaat dari superfood, alangkah baiknya jika Anda memilih sayur kale yang organik. Hal ini juga berlaku untuk sayur dan buah-buahan lainnya.

Bagaimanapun juga, manfaat sayur dan buah-buahan jauh lebih dominan dibandingkan dengan bahaya pestisida yang menghantuinya.

Artikel Terkait

Banner Telemed