Dianggap Kontroversial, Chromium Adalah Mineral Penurun Gula Darah


Chromium adalah jenis mineral yang biasa ditemukan di banyak jenis makanan. Ada dua jenisnya, yaitu trivalen dan hexavalen. Yang pertama ada di makanan serta suplemen, dan yang kedua beracun.

(0)
18 Jan 2021|Azelia Trifiana
Chromium adalah suplemen yang membantu mengurangi kadar gula darahChromium adalah suplemen yang membantu mengurangi kadar gula darah
Chromium adalah jenis mineral yang biasa ditemukan di banyak jenis makanan. Ada dua jenisnya, yaitu trivalen dan hexavalen. Jenis yang pertama bisa ditemukan dalam makanan dan suplemen. Namun jenis kedua adalah zat beracun yang bisa memicu masalah kulit hingga kanker paru-paru.Pada dasarnya, manusia membutuhkan sangat sedikit chromium. Untuk anak-anak berusia di atas 9 tahun hingga dewasa, kebutuhannya adalah 21-25 mikrogram per harinya.

Kegunaan chromium

Sangat jarang terjadi kasus defisiensi atau kekurangan chromium. Meski demikian, jika ini terjadi maka artinya perlu diberikan suplemen. Kegunaan paling utamanya adalah membentuk zat dalam tubuh yang memaksimalkan efek insulin sekaligus menurunkan kadar gula darah.Itulah mengapa pemberian suplemen chromium bisa jadi lebih efektif pada penderita diabetes tipe 2 atau yang mengalami resistansi insulin.Selain itu, kondisi lain yang membuat seseorang memerlukan suplemen chromium bisa karena nutrisinya tidak tercukupi hingga memiliki polycystic ovary syndrome (PCOS).Lebih jauh lagi, berikut beberapa kegunaan dari chromium:
  • Diabetes

Mengonsumsi suplemen chromium dapat menurunkan kadar gula darah puasa, level insulin, dan juga lemak darah pada penderita diabetes tipe 2. Bahkan, suplemen dengan dosis tinggi bisa jadi bekerja dengan lebih baik.Sementara bagi penderita diabetes tipe 1 atau mengalami diabetes gestasional saat hamil juga mungkin mendapatkan manfaat dari konsumsi suplemen ini.Terkait dengan kemungkinan mineral chromium mencegah diabetes, masih perlu penelitian lebih lanjut.
  • Kolesterol tinggi

Kondisi hyperlipidemia atau penumpukan kolesterol dan lemak dalam darah juga bisa diatasi dengan suplemen ini. Menurut penelitian, mengonsumsi 15-200 mikrogram chromium setiap hari selama 6-12 minggu dapat menurunkan kolesterol jahat atau LDL.Menurut penelitian lain, mengonsumsi chromium selama 7-16 bulan dapat menurunkan triglycerides dan LDL. Di saat bersamaan, kadar kolesterol HDL juga meningkat.Di sisi lain, ada juga studi yang menunjukkan bahwa mengonsumsi chromium setiap harinya selama 10 pekan tidak akan memperbaiki kadar kolesterol pada perempuan yang telah mengalami menopause.

Adakah efek sampingnya?

mual
Chromium dapat sebabkan mual
Apabila dikonsumsi oleh orang dewasa dalam jangka pendek, chromium termasuk suplemen yang aman. Dosisnya sekitar 1000 mikrogram per hari kromium bisa digunakan setiap hari selama 6 bulan.Namun, ada kalanya orang bisa mengalami efek samping seperti:
  • Iritasi kulit
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Perubahan mood
  • Tidak bisa mengambil keputusan
  • Sulit fokus
  • Koordinasi terganggu
Selain itu, konsumsi dosis tinggi dalam jangka waktu lama juga bisa menimbulkan efek samping lebih serius seperti gangguan darah, kerusakan hati, kerusakan ginjal, dan masalah-masalah lainnya.Lebih jauh lagi, orang dengan alergi terhadap produk kulit, masalah mental, gangguan tiroid, hingga konsumsi obat steroid juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.Dari situ pula, penderita masalah pada ginjal dan liver tidak disarankan mengonsumsi suplemen chromium karena risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Interaksi dengan obat lain

Apabila Anda mengonsumsi kromium, perhatikan interaksi dengan obat lain yang mungkin terjadi, utamanya dengan:
  • Insulin

Suplemen ini bekerja dengan menurunkan kadar gula darah. Di saat yang sama, insulin juga memiliki fungsi serupa. Mengonsumsi suplemen chromium bersamaan dengan insulin bisa menyebabkan gula darah menjadi terlalu rendah. Tetap pantau gula darah dari waktu ke waktu. Apabila diperlukan, ubah dosis suplemen yang dikonsumsi.
  • Levothyroxine

Levothyroxine adalah obat untuk hipotiroidisme. Ketika seseorang juga mengonsumsi suplemen chromium, kemampuan tubuh menyerap obat itu menjadi berkurang dan tidak akan efektif.Untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan, sebaiknya konsumsi levothyroxine 30 menit sebelum atau 4 jam setelah minum suplemen chromium.
  • Obat antiperadangan nonsteroid

Obat semacam ini bekerja untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Ada kemungkinan, nonsteroidal anti-inflammatory drugs meningkatkan kadar chromium dalam tubuh. Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsi kedua hal ini secara bersamaan.

Ketika mengonsumsi suplemen jenis apapun, pastikan sudah tahu betul dosis dan interaksinya dengan obat lain. Jangan pula mengonsumsi lebih banyak dari petunjuk penggunaan.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara penggunaan suplemen utamanya bagi penderita diabetes, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
suplemenhidup sehatpola hidup sehat
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-932/chromium
Diakses pada 3 Januari 2021
Drugs. https://www.drugs.com/npc/chromium.html
Diakses pada 3 Januari 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/chromium-benefits-4588421
Diakses pada 3 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait