Salah satu tolak ukur suatu perilaku dianggap penyakit psikologis adalah perilaku itu mengganggu fungsi kognisi
Diagnosis penyakit psikologis, seperti kleptomania membutuhkan bantuan psikiater dan psikolog.

Penyakit psikologis atau gangguan psikologis dapat dialami oleh siapa saja dan diakibatkan oleh banyak faktor. Namun, menetapkan apakah seseorang mengalami penyakit psikologis tertentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Dalam masyarakat, jika seseorang berperilaku secara tidak normal, maka orang tersebut dianggap memiliki penyakit psikologis tertentu. Namun, apa tolak ukur yang menjadikan suatu perilaku normal dan tidak normal?

Bagaimana diagnosis penyakit psikologis dilakukan?

Diagnosis penyakit psikologis tidak serta-merta dengan meninjau gejala yang dialami dan langsung mengklaim bahwa seseorang mengalami penyakit psikologis tertentu. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendiagnosis seseorang, yaitu:

konsultasi psikologis

1. Pengumpulan informasi

Pengumpulan informasi dari penderita merupakan langkah awal dari pembentukan diagnosis. Dokter dan ahli kesehatan mental dapat mengumpulkan informasi melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan laboratorium, serta kuesioner.

Dokter dan ahli kesehatan mental juga dapat mewawancarai atau meminta informasi dari orang-orang terdekat penderita, seperti keluarga, teman, atau rekan kerja.

2. Analisis informasi

Informasi yang telah didapatkan kemudian dianalisis oleh dokter dan ahli kesehatan mental. Dokter dan ahli kesehatan mental akan melakukan pengecekan dengan Diagnostic and Statistical Manual edisi kelima (DSM-5).

DSM-5 merupakan panduan yang digunakan dokter dan ahli kesehatan mental untuk mendiagnosis suatu penyakit psikologis tertentu.

3. Pembentukan diagnosis

Setelah semua informasi telah dianalisis dan ditinjau ulang, maka dokter dan ahli kesehatan mental akan membuat suatu diagnosis tertentu. Penderita bisa saja mendapatkan lebih dari satu diagnosis.

Dalam hal ini, penderita bisa jadi mengalami lebih dari satu penyakit psikologis. Beberapa diagnosis yang dapat diberikan, misalnya gangguan bipolar, kleptomania, dan sebagainya.

Tujuan diagnosis penyakit psikologis

Selain untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit psikologis tertentu secara pasti, tujuan diagnosis adalah untuk mengetahui penanganan apa yang tepat untuk diberikan kepada penderita.

Diagnosis dari penyakit psikologis dapat memberikan harapan dan kelegaan bahwa apa yang dialami penderita memiliki solusi serta penanganannya.

Oleh karenanya, Anda atau orang-orang terdekat Anda tidak perlu khawatir dan takut untuk berkonsultasi kepada dokter dan ahli kesehatan mental. Diagnosis tidak bertujuan untuk memberikan label tetapi untuk memberikan harapan dan penanganan yang tepat.

penyakit psikologis

Perilaku normal versus tidak normal

Tolak ukur apakah suatu perilaku dapat dianggap sebagai suatu penyakit psikologis adalah jika perilaku tersebut mengganggu fungsi kognisi (proses memahami pengetahuan), pengelolaan emosi, ataupun perilaku individu secara psikologis, biologis, dan tahap perkembangan individu.

Dengan kata lain, penyakit psikologis atau perilaku “tidak normal” diindikasikan dengan adanya gangguan yang dirasakan oleh penderita.

Selain itu, penderita juga pernah mengalami gangguan dalam aspek-aspek kehidupannya yang membuatnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Contoh aspek kehidupan yang mungkin terganggu adalah pekerjaan, kehidupan sosial, dan sebagainya.

Oleh karenanya, suatu perilaku yang berbeda dengan norma sosial belum tentu merupakan penyakit psikologis, kecuali perilaku tersebut menimbulkan gangguan pada penderita.

gangguan psikologis

Risiko diagnosis penyakit psikologis

Diagnosis penyakit psikologis atau gangguan psikologis memang penting untuk dilakukan, tetapi terdapat beberapa risiko yang dapat terjadi karena diagnosis dari suatu penyakit psikologis, yaitu:

  • Saat hasil diagnosis dari penyakit psikologis sudah diberikan, terkadang hasil tersebut membuat penderita memberikan label pada dirinya dan berperilaku sesuai dengan hasil diagnosis penyakit psikologis yang diberikan.
  • Hasil diagnosis penyakit psikologis yang diberikan dapat memberikan label dan memicu diskriminasi terhadap penderita. Penderita dapat dicemooh, diperlakukan tidak adil, atau bahkan ditolak oleh orang-orang sekitarnya.
  • Saat diagnosis dilakukan, hal tersebut tidak menutup kemungkinan pemberian diagnosis penyakit psikologis yang salah. Hal ini dapat terjadi jika psikolog, psikiater, atau ahli kesehatan mental lainnya tidak mendapat informasi yang cukup untuk membuat diagnosis penyakit psikologis yang tepat.
  • Ketika hasil diagnosis yang kurang tepat diberikan, maka secara otomatis penderita akan mendapatkan penanganan yang juga tidak efektif atau bahkan berpotensi merugikan penderita penyakit psikologis.

Konsultasikan ke psikiater atau psikolog

Rumitnya proses diagnosis suatu penyakit psikologis memperlihatkan pentingnya untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit psikologis tertentu.

Diagnosis yang tepat dapat membuahkan penanganan yang tepat pula. Karenanya, segera berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala dari penyakit psikologis tertentu.

American Psychiatric Association. https://www.psychiatry.org/psychiatrists/practice/dsm
Diakses pada 18 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mental-illness/diagnosis-treatment/drc-20374974
Diakses pada 18 April 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-recovery-coach/201804/how-do-you-diagnose-mental-illness
Diakses pada 18 April 2019

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-psychological-disorder-2795767
Diakses pada 18 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed