Perbedaan DM tipe 1 dan 2 Ini Perlu Anda Ketahui


Perbedaan DM tipe 1 dan 2 perlu Anda ketahui untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Perbedaan DM tipe 1 dan 2 yang cukup mencolok adalah penyebabnya. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun. Sementara itu, diabetes tipe 2 adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor.

(0)
06 Sep 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perbedaan DM tipe 1 dan 2 dari sisi gejalaPerbedaan DM tipe 1 dan 2 cukup mencolok, mulai penyebab, gejala, hingga cara perawatan
Selama ini, diabetes identik sebagai penyakit orang tua yang berkaitan dengan pola makan, berat badan berlebih, dan munculnya luka di kaki. Anggapan tersebut tidaklah salah. Namun, tahukah Anda jika diabetes dengan ciri di atas adalah diabetes tipe 2?Tidak semua tipe diabetes memiliki ciri dan gejala seperti itu. Pada diabetes tipe 1, penderitanya justru banyak yang masih berusia anak-anak dan memiliki berat badan normal.Diabetes melitus atau DM memang memiliki lebih dari satu jenis. Perbedaan DM tipe 1 dan 2 sebenarnya cukup mencolok, meski keduanya sama-sama bisa mengakibatkan naiknya kadar gula di dalam darah.

Apa saja pencetus terjadinya DM tipe 1 dan 2?

Perbedaan DM tipe 1 dan 2 yang cukup mencolok adalah penyebabnya. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun. Sementara itu, diabetes tipe 2 adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor.

1. Penyebab diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 disebut sebagai penyakit autoimun karena kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pankreas, akibat serangan dari antibodi yang ada di tubuh. Kerusakan tersebut membuat pankreas tidak mampu menghasilkan insulin.Insulin adalah hormon yang sangat penting untuk mengatur kadar gula darah di tubuh. Tanpa insulin, gula yang masuk ke tubuh tidak dapat diolah, sehingga menumpuk di dalam darah, dan menyebabkan kenaikan kadar gula darah.Gejala diabetes tipe 1 umumnya mulai muncul pada usia anak-anak, meski bisa juga terjadi di usia dewasa. Penyakit ini bisa muncul dan bertambah parah secara tiba-tiba.Beberapa hal yang bisa menjadi faktor risiko munculnya diabetes tipe 1 antara lain:
  • Ada keluarga yang menderita penyakit serupa
  • Lahir dengan kondisi genetik yang membuat produksi insulin di tubuh terganggu
  • Kondisi medis seperti fibrosis kistik atau hemokromatosis
  • Infeksi virus seperti rubella

2. Penyebab diabetes tipe 2

Berbeda dari diabetes tipe 1, pada diabetes tipe 2, pankreas masih dapat memproduksi insulin. Hanya saja, sel di tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.Hal ini membuat pankreas lama-kelamaan tidak lagi memproduksi cukup insulin. Kurangnya kadar insulin ini membuat tubuh tidak dapat mengolah gula secara maksimal. Sehingga, sisa gula yang tidak diolah tadi, menumpuk di aliran darah.Diabetes tipe 2 umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Butuh waktu yang lama hingga gejala dapat muncul. Beberapa kondisi yang bisa memicu munculnya diabetes tipe 2, antara lain:

Perbedaan DM tipe 1 dan 2 dari sisi gejala

Perbedaan dm tipe 1 dan 2 selanjutnya adalah dari sisi gejala. Pada diabetes tipe 1, gejala pertama dapat muncul secara tiba-tiba saat kadar gula darah tinggi. Sementara itu pada diabetes tipe 2, gejala bisa tidak muncul hingga beberapa tahun, sehingga penderitanya kerap tidak menyadari kondisi ini.Jika gula darah tidak dikontrol, kedua tipe diabetes ini bisa menimbulkan gejala yang hampir sama, yaitu:
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus dan banyak minum air
  • Sering merasa kelaparan
  • Sering merasa lelah
  • Pandangan kabur
  • Jika luka, sulit sembuh
Penderita diabetes tipe 1 juga biasanya menjadi mudah marah dan mengalami perubahan suasana hati. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 juga dapat mengalami gangguan saraf yang ditandai dengan kebas dan kesemutan di tangan atau kaki.

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 dari segi perawatan

Perawatan untuk diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 pun cukup berbeda. Selain itu, diabetes tipe 1 bukanlah penyakit yang dapat dicegah, sedangkan diabetes tipe 2 dapat dicegah, selama Anda menjalani pola hidup yang sehat.Berikut ini perbedaan perawatan diabetes tipe 1 dan 2 yang perlu Anda ketahui.

1. Perawatan diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 dapat dirawat melalui pemberian insulin melalui suntikan. Pemberian insulin dilakukan setiap hari, dengan dosis dan metode yang dapat berbeda, tergantung dari kondisi kesehatan.Pemberian obat seperti pramlintide juga dapat dilakukan untuk membantu menjaga kadar gula darah.
Selain itu, penderita diabetes tipe 1 juga perlu mengubah gaya hidup agar lebih sehat, dengan langkah-langkah berikut ini.
  • Memeriksa kadar gula darah secara teratur
  • Mengikuti jadwal dan menu makanan sehat secara disiplin
  • Olahraga teratur
Penderita diabetes tipe 1 memiliki harapan hidup yang tinggi, selama pola hidup sehat dijalankan secara konsisten, dan pemberian insulin serta obat pun dilakukan secara teratur.

2. Perawatan diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 bisa dikontrol selama Anda menjalani pola hidup yang sehat. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga yang teratur, sangat berpengaruh terhadap kadar gula darah.Namun terkadang, mejalani pola hidup sehat belum cukup untuk merawat kondisi ini. Dibutuhkan juga pemberian obat, yang dapat membantu insulin di tubuh bekerja secara lebih optimal.Penderita diabetes tipe 2 juga harus rutin mengukur kadar gula darahnya, untuk memantau kadar gula darahnya. Jika gula darah tidak juga turun, dokter dapat merekomendasikan suntikan insulin.Perbedaan DM tipe 1 dan 2 sangat memengaruhi langkah perawatannya. Sehingga, penting bagi Anda untuk memahami lebih jauh mengenai kondisi masing-masing tipe diabetes ini. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Apa bedanya gula darah dan diabetes?

Kadar gula darah yang tinggi, alias hiperglikemia bisa menurunkan kemampuan sel beta ketika menghasilkan insulin. Perlu dipahami, kondisi gula darah tinggi ini belum tentu menunjukan bahwa Anda mengidap penyakit diabetes. Namun, Anda akan lebih berisiko tinggi mengalami diabetes atau dapat dikatakan Anda memiliki prediabetes.Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan sel beta terus-menerus melepaskan insulin ke dalam aliran darah. Sel beta yang bekerja terlalu kuat lama-kelamaan akan menjadi lelahan dan fungsi kerjanya bisa menurun hingga akhirnya menyebabkan kerusakan secara permanen.Menurut studi yang berjudul Glucose Toxicity, toksisitas gula darah dijelaskan sebagai kondisi yang dapat mengarah pada penyakit diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan toksisitas glukosa juga bisa menyebabkan resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab dari diabetes tipe 2.

Makanan apa yang bisa menurunkan kadar gula darah?

Mengatur pola makan sehat merupakan salah satu faktor utama untuk menjaga kesehatan kadar gula darah. Sementara beberapa makanan yang tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan dapat berkontribusi pada fluktuasi gula darah, yang lain justru dapat mengoptimalkan kontrol gula darah sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Berikut adalah beberapa makanan penurun gula darah yang baik dikonsumsi:

1. Brokoli

Senyawa sulforaphane merupakan jenis isothiocyanate yang memiliki sifat penurun gula darah. Bahan kimia yang ada didalam brokoli ini diproduksi ketika brokoli dicincang atau dikunyah karena adanya reaksi antara senyawa glukosinolat yang disebut glukoraphanin dan enzim myrosinase.Perlu diketahui, cara terbaik untuk meningkatkan ketersediaan sulforaphane dari brokoli adalah dengan menikmati brokoli dan kecambah brokoli secara mentah atau dikukus ringan.

2. Labu

Buah berwarna cerah yang dikemas dengan serat dan antioksidan ini adalah pilihan tepat untuk pengaturan gula darah. Faktanya, labu kuning diketahui telah lama digunakan sebagai obat diabetes tradisional di banyak negara seperti Meksiko dan Iran.Selain mengandung serat dan antioksidan, labu juga memiliki kandungan yang kaya akan karbohidrat yang disebut polisakarida. Metode penyembuhan dengan ekstrak dan bubuk labu telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan baik pada penelitian pada manusia maupun pada hewan.

3. Kacang

American Heart Association menjelaskan bahwa makan kacang bisa menjadi cara efektif untuk membantu mengatur kadar gula darah.Sebuah studi pada 25 orang yang mengalami diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang dan almond sepanjang hari sebagai bagian dari diet rendah karbohidrat bisa mengurangi kadar gula darah puasa dan setelah makan.

4. Oyong

Oyong atau okra adalah buah yang biasa digunakan seperti sayuran. Oyong layak dimasukkan ke dalam daftar salah satu buah penurun gula darah karena kaya akan kandungan senyawa penurun gula darah, seperti polisakarida dan antioksidan flavonoid yang terdapat di dalamnya.Di Turki, biji okra telah lama digunakan sebagai obat alami untuk mengobati diabetes karena manfaatnya yang efektif untuk menurunkan gula darah dalam tubuh.
diabetesdiabetes melitus tipe 1diabetes melitus tipe 2
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/7504.php
Diakses pada 6 September 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diabetes/difference-between-type-1-type-2-diabetes/
Diakses pada 6 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/types-of-diabetes-mellitus#1
Diakses pada 6 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/difference-between-type-1-and-type-2-diabetes
Diakses pada 6 September 2019
American Health Association. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIRCRESAHA.118.314316
Diakses pada 4 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait