Diabetes Hingga Obesitas, Ini Bahaya Refined Grain Jika Dikonsumsi Berlebih


Perbedaan utama whole grain dan refined grain ada pada proses pembuatannya. Pada grain rafinasi, bagian dedak dan bekatulnya telah dibuang demi membuatnya lebih tahan lama.

(0)
04 Jan 2021|Azelia Trifiana
mengenal makanan dari refined grainJenis makanan olahan refined grain
Perbedaan utama whole grain dan refined grain ada pada proses pembuatannya. Pada grain rafinasi, bagian dedak dan bekatulnya telah dibuang demi membuatnya lebih tahan lama. Di sisi lain, kandungan serat, zat besi, dan vitamin juga hilang karena proses ini. Di sinilah pemicu utama bahaya refined grain.Lebih jauh lagi, biji-bijian jenis ini juga meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit. Contohnya mulai dari penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan juga obesitas.

Beda refined grain vs whole grain

Grain adalah biji-bijian kering dari tanaman yang bisa dikonsumsi. Di penjuru dunia, ini merupakan jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi dalam bentuk jagung, gandum, atau terpopuler di Indonesia yaitu beras.Selain beberapa jenis di atas, biji-bijian yang juga dikonsumsi namun tak sepopuler contoh di atas adalah oat, barley, sorgum, millet, rye, dan banyak lagi.Tidak semua biji-bijian sama. Perbedaan utama dari whole grain dan refined grain ada pada bagiannya. Bagian dari grain adalah:
  • Bran

Lapisan terluar grain yang paling keras. Di dalamnya terkandung serat, mineral, dan juga antioksidan.
  • Germ

Bagian isi kaya nutrisi yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan juga nutrisi lainnya. Ini adalah embrio dari tanaman.
  • Endosperma

Bagian terbesar dari grain. Kandungan utamanya adalah karbohidrat dan sedikit protein.Pada refined grain, lapisan terluar yaitu bran dan germ telah dihilangkan. Hanya tersisa endosperma.Lebih jauh lagi, sebagian besar grain ini telah diolah menjadi bentuk lain seperti tepung, gandum, atau beras. Selain kandungan nutrisinya tak lagi lengkap, proses pengolahan yang begitu panjang ini juga membuatnya berisiko menimbulkan penyakit.

Bahaya refined grain

Tidak berlebihan bila refined grain diberi label sangat tidak sehat. Semua nutrisi dan kandungan baik dalam wheat telah dihilangkan, menyisakan karbohidrat dan kalori yang tinggi. Protein di dalamnya pun hanya sedikit.Tak hanya itu, kandungan serat serta nutrisi lainnya juga sudah hilang dalam proses pembuatannya. Itulah mengapa grain rafinasi ini juga disebut kalori kosong.Beberapa bahaya refined grain di antaranya:

1. Gula darah melonjak

Karbohidrat yang ada dalam refined grain sudah terpisah dari serat. Bahkan, bisa saja sudah diolah lebih jauh lagi menjadi tepung. Artinya, proses cerna menjadi sangat cepat karena indeks glikemik makanan semacam ini cukup tinggi. Ini bisa menyebabkan gula darah melonjak dengan cepat.Sayangnya, mengonsumsi makanan dengan karbohidrat rafinasi hanya akan membuat gula darah melonjak sesaat. Tak lama kemudian, akan kembali turun. Di saat itulah rasa lapar kembali menyerang meski baru makan satu jam sebelumnya.

2. Kelebihan berat badan

Saat gula darah turun drastis, maka tubuh akan memunculkan sinyal lapar. Kondisi overeating ini pun memberi sinyal untuk mengonsumsi makanan yang lagi-lagi tidak bergizi. Konsekuensi dari kebiasaan ini dalam jangka panjang adalah kelebihan berat badan hingga obesitas.

3. Diabetes tipe 2

Sayangnya, sebagian besar konsumsi grain orang kebanyakan adalah yang telah dirafinasi. Selain tak bernutrisi, di dalamnya juga terdapat kandungan gula.Terus menerus mengonsumsi makanan semacam ini bisa menyebabkan resistansi insulin. Bukan tidak mungkin, akan meningkatkan risiko menderita penyakit diabetes tipe 2.

4. Risiko penyakit jantung

Orang-orang yang menderita diabetes tipe 2 berisiko menderita penyakit jantung. Menurut studi, konsumsi refined grain berkaitan dengan resistansi insulin serta tingginya kadar gula darah. Ini menyebabkan seseorang berisiko 2-3 kali lipat lebih rentan menderita penyakit jantung.

5. Bisa mengandung gluten

Beberapa olahan biji-bijian rafinasi bisa mengandung gluten. Ini adalah protein yang terdapat dalam grain seperti gandum, spelt, rye, dan juga barley. Banyak orang yang tidak bisa toleransi terhadap gluten, termasuk mereka yang menderita penyakit Celiac.Tak hanya itu, beberapa jenis grain seperti gandum juga mengandung karbohidrat yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada pencernaan banyak orang. Bagi mereka yang sensitif, akan jauh lebih baik mengonsumsi makanan yang dipastikan bebas gluten.

Bagaimana menghindarinya?

Makanan yang utuh dan tidak melewati terlalu banyak proses adalah yang terbaik, termasuk untuk grain. Biji-bijian yang utuh mengandung serat dan nutrisi penting. Efek metabolismenya pun positif, tidak merusak seperti refined grain.Bahkan, mengonsumsi whole grain juga menurunkan risiko menderita penyakit-penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan juga kanker usus.Menariknya, menjalani diet tanpa konsumsi grain ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Termasuk di dalamnya adalah diet rendah karbohidrat. Manfaatnya mulai dari mengurangi berat badan dan lingkar pinggang, serta membuat tubuh terhindar dari penyakit.

Namun, penjelasan tentang bahaya refined grain bukan berarti memetakan mana yang baik dan buruk. Semua sangat tergantung pada respons tubuh tiap individu.Jika Anda ingin tahu seputar pola makan yang seimbang dan bernutrisi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatmakanan diethidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/grains-good-or-bad
Diakses pada 19 Desember 2020
JAMA Network. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/205916
Diakses pada 19 Desember 2020
Pediatrics. https://pediatrics.aappublications.org/content/103/3/e26.short
Diakses pada 19 Desember 2020
National Center for Biotechnology Information. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24158434/
Diakses pada 19 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-refined-carbs-are-bad
Diakses pada 19 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait