Di Usia Berapa Bayi Bisa Bicara? Ini Bocoran untuk Orangtua

Bayi bisa bicara di usia yang berbeda-beda, mulai dari 6 bulan hingga 2 tahun
Umumnya, bayi bisa bicara sebelum usia 2 tahun

Setiap orangtua pasti menantikan kata papa dan mama atau ibu dan ayah keluar dari bibir Sang Buah Hati. Bagi sebagian keluarga, keajaiban kecil ini sudah mulai terjadi sejak bayi berusia 6 bulan. Namun, rentang usia bayi bisa bicara sebenarnya cukup panjang. Sebagian anak ada yang tergolong cepat berbicara, sebagian lagi ada yang butuh waktu lebih lama.

Orangtua tidak perlu khawatir jika Si Kecil lebih lambat berbicara dibanding teman sebayanya. Sebab perkembangan setiap anak berbeda-beda.

Sembari menunggu mereka bisa berbicara dengan lancar, orangtua bisa mengajarkan bagaimana cara berbicara yang benar ke anak. Apabila tidak juga ada perkembangan, maka Anda bisa melihat tanda-tanda gangguan bicara pada anak dan berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini.

Bayi bisa bicara mulai usia berapa?

Bayi bisa bicara mulai usia 6 bulan
Di usia 6 bulan, bayi sudah mulai bisa bicara satu atau dua suku kata

Proses belajar bicara seorang anak sebenarnya sudah dimulai jauh lebih awal dari perkiraan banyak orangtua. Saat bayi berusia 2-3 bulan, ia biasanya sudah mulai mengeluarkan suara-suara sedikit bernada. Lalu di usia 4 bulan, bayi biasanya sudah mulai bisa mengeluarkan celotehan khas bayi.

Kata-kata pertama yang dikeularkan bayi biasanya mengandung huruf “p”, “m”, dan “b”. Ketiga huruf tersebut paling mudah diucapkan karena bisa dihasilkan hanya dengan mengatupkan kedua bibir.

Lalu pada usia 6-7 bulan, bayi sudah mulai bisa menggunakan lidah dan bibir secara bersamaan untuk menghasilkan suara. Di usia ini, ucapan seperti papa dan mama mungkin sudah bisa didengar, meski belum terlalu jelas.

Kata-kata yang keluar dari mulut bayi seusia ini mungkin terdengar acak dan tidak bermakna. Namun jika diperhatikan, anak sudah akan mulai belajar menggunakan nada seperti orang yang sedang bicara.

Misalnya, saat anak hanya mengucapkan kata “bababa” tapi diujung kata, ia menaikkan sedikit nada suaranya. Ini menandakan, ia sedang belajar bertanya. Anda juga sudah mulai bisa melihat ia diam sejenak setelah berbicara bahasa bayinya. Ini artinya, ia menunggu respons dari Anda karena anak sedang belajar bahwa komunikasi dilakukan dua arah.

Di usia-usia selanjutnya, bayi akan mulai menyerap banyak kata yang ia dengar dari percakapan yang terjadi di sekitarnya. Lalu pada usia 18 bulan-2 tahun, anak biasanya sudah bisa berbicara sambil merangkai 2-4 kata dalam satu kalimat. Lama-kelamaan ia akan belajar caranya menjelaskan hal-hal yang ia lihat, dengar, rasakan, pikirkan, dan inginkan.

Cara mengajarkan anak agar bisa bicara

Bayi bisa bicara dengan cepat jika sering dibacakan cerita
Membacakan cerita untuk bayi bisa membuatnya belajar bicara lebih cepat

Untuk merangsang perkembangan bahasa Si Kecil, orangtua bisa mulai mengajarkannya berbicara sejak dini. Sebab, meski saat bayi ia baru bisa mengucapkan sepatah dua patah kata, anak sudah bisa mengenali lebih dari 25 kata. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merangsang bayi agar bisa berbicara antara lain:

1. Memperhatikan gerak-geriknya

Saat anak belum bisa bicara, ia akan menggunakan gerakan untuk menyampaikan keinginannya. Misalnya, menangkat tangan saat ingin digendong atau mendorong piring saat sudah kenyang.

Sebagai orangtua, Anda perlu menanggapai usaha komunikasi yang dilakukan anak tersebut. Saat Si Kecil mencoba berkomunikasi, lakukan kontak mata dengan anak dan tersenyumlah sambil meresepons keinginannya. Ini akan menambah keinginan bayi untuk berkomunikasi dan belajar bicara.

2. Menjadi pendengar yang baik

Awal-awal bayi bisa bicara, ia mungkin hanya akan mengeluarkan celotehan “bahasa bayi” yang sulit dimengerti. Orangtua harus jadi pendengar yang baik dan membiarkan anak berbicara, agar proses komunikasi bisa terjadi.

3. Memberikan pujian

Tersenyum dan bertepuk tangan saat bayi bisa mengeluarkan celotehan apapun merupakan cara yang baik untuk merangsang perkembangan bahasa anak. Sebab ia akan belajar dampak dari ucapannya dari reaksi yang dikeluarkan orang sekitarnya.

4. Meniru kata-kata yang diucapkannya dengan kata yang benar

Saat anak mencoba untuk mengucapkan kata susu namun ia menyebutnya dengan kata “su”, buatlah percakapan dengannya sambil mengucapkan kata yang benar, misalnya dengan bertanya balik “adik mau susu?” atau “iya, ini susu”.

5. Memberikan tanggapan ketika anak mengeluarkan suara

Ketika anak mengeluarkan suara dan melakukan suatu gerakan yang menunjukkan ia menginginkan sesuatu, Anda bisa menunjuk benda yang dimaksud sambil mengajaknya ngobrol.

Misalnya saat anak menunjuk bantal, jangan hanya langsung mengambilkan bantal untuknya tapi tunjuk dulu bantal tersebut sambil berkata “Kamu mau bantal? Enak ya main sama bantal soalnya empuk.”

6. Menceritakan hal-hal yang sedang Anda lakukan

Saat memandikan atau menyuapi Si Kecil, Anda bisa sambil bercerita kepadanya mengenai kegiatan apa yang sedang Anda lakukan. Misalnya, sambil memandikannya Anda mengatakan “Ibu siram air dulu ya rambutnya.”

7. Membacakan cerita

Membacakan anak suatu cerita bisa menambah kosakata anak, memberikan pengertian secara mudah mengenai merangkai kata menjadi suatu kalimat yang masuk akal, dan membuat anak belajar tentang alur cerita.

Saat usia bayi, ia akan senang mendengar suara Anda bercerita. Memasuki usia batita, anak akan menikmati gambar yang ada di buku cerita. Ketika beranjak balita ia mungkin sudah bisa menceritakan mengenai buku cerita yang selama ini Anda bacakan.

Tanda-tanda bayi punya gangguan bicara

Bayi yang punya gangguan bicara
Gangguan bicara pada anak bisa dikenali sejak dini

Perkembangan bicara bayi bisa berbeda-beda. Jadi, meski anak Anda berbicara lebih lambat dari teman sebayanya, belum tentu ada gangguan yang terjadi padanya.

Meski begitu, memang ada beberapa tanda yang menujukkan gangguan bicara pada Si Kecil, seperti di bawah ini:

• Usia 6-12 bulan

Tanda gangguan saat bayi berusia 6 bulan di antaranya adalah

  • Bayi tidak mengeluarkan suara apapun selain menangis
  • Tidak bisa melakukan kontak mata dengan Anda
  • Tidak bisa mengucapkan kata sederha seperti “ah” “eh” “oh”
  • Tidak merespon ketika namanya dipanggil atau ketika ada suara di sekitarnya

Sementara itu pada usia 9 bulan, tanda gangguan yang terjadi bisa berupa Si Kecil tidak mengeluarkan celotehan “bahasa bayi”. Lalu pada usia 12 bulan, ia belum bisa mengucapkan kata apapun termasuk papa dan mama.

• Usia 13-18 bulan

Tanda gangguan pada rentang usia ini antara lain adalah apabila anak tidak menunjuk benda-benda di sekitarnya, tidak menyerap kata-kata baru, dan tidak bisa mengucapkan setidaknya 6 kata saat ia berusia 18 bulan. Di usia ini, anak juga bisa kehilangan kemampuan bicara yang sebelumnya sudah ia punya.

• Usia 19-24 bulan

Apabila pada usia 24 bulan anak belum bisa menunjuk anggota tubuh dan mengikuti instruksi sederhana, maka bisa jadi ia mengalami gangguan bicara. Gangguan juga bisa ditandai dengan ketidakmampuannya meniru ucapan dan gerakan orang-orang di sekitarnya dan hanya bisa mengucapkan satu kata.

• Usia 25-36 bulan

Memasuki usia 36 bulan, ciri gangguan bicara pada anak bisa berupa:

  • Ketidakmampuan mengucapkan kalimat berisi dua atau tiga kata
  • Ketidakmampuan mengikuti instruksi sederhana
  • Bicara yang tidak jelas dan sulit dipahami

Apabila anak mengalami kondisi-kondisi di atas, Anda bisa membawanya ke dokter spesialis anak untuk diperiksa. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan anak untuk menjalani skrining tumbuh kembang dan terapi wicara. Dokter juga akan memeriksa kondisi anak secara keseluruhan untuk melihat faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kemampuan berbicaranya.

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_baby-milestone-talking_6573.bc
Diakses pada 16 April 2020

Parents. https://www.parents.com/baby/development/talking/when-do-babies-start-talking/
Diakses pada 16 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby-talk-your-babys-first-words#2
Diakses pada 16 April 2020

Artikel Terkait