Detoks Medsos, Langkah Efektif Menghentikan Kecanduan Media Sosial

Detoks media sosial dapat meningkatkan produktivitas dan kadar kebahagiaan
Selain berguna untuk kesehatan mental, detoks media sosial bisa meningkatkan kesehatan fisik Anda.

Detoks medsos dilakukan dengan cara menghentikan penggunaan medsos sementara waktu, guna mengurangi bahkan menghilangkan kecanduan media sosial. Selain itu, detoks sosial media juga dianggap baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis Anda.

Media sosial sudah menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan rata-rata para pengguna medsos, memeriksa ataupun menggunakan telepon genggamnya sampai sekitar 150 kali setiap harinya.

[[artikel-terkait]]

Puasa medsos untuk atasi kecanduan media sosial

Dengan tingkat ketergantungan yang begitu tinggi, tanpa disadari, dampak buruk penggunaan media sosial telah mempengaruhi kehidupan Anda. Oleh karena itu, muncul suatu pilihan berupa detoks media sosial agar dampak tersebut dapat dihindari.

Secara ilmiah, detoks media sosial dianggap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Berikut ini lima alasan pentingnya Anda menghentikan pemakaian media sosial sementara waktu.

1. Media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental

Penggunaan media sosial kerap dihubungkan dengan peningkatan kasus depresi, gangguan kecemasan, gangguan mood, dan menjauhkan diri dari pergaulan. Bahkan, individu yang lebih sering memakai medsos, memiliki peningkatan risiko depresi dua kali lipat, dibandingkan yang jarang menggunakannya.

Kondisi ini dipicu oleh penggambaran standar kehidupan tinggi, yang diberikan oleh konten di media sosial. Standar tersebut secara nyata bisa menjadi hal yang sulit dicapai sehingga dapat menimbulkan tekanan.

2. Berisiko membuat kesehatan fisik menurun

Menurunnya kesehatan fisik akibat penggunaan medsos, terutama disebabkan oleh pola tidur yang menjadi berantakan. Sebuah penelitian menyebutkan, sebanyak 57 persen pengguna sosial media aktif, mengalami gangguan tidur.

Karena itu, Anda disarankan untuk berhenti menggunakan telepon genggam 1-2 jam sebelum tidur. Sebab, sinar biru dari telepon genggam, dapat memengaruhi produksi hormon melatonin, yang berperan dalam mengatur pola tidur.

3. Dapat memperburuk hubungan dengan orang sekitar

Medsos pun nyatanya bisa memicu renggangnya hubungan dengan orang-orang terdekat, baik secara langsung maupun tidak. Misalnya, ketika seorang teman mengunggah konten yang Anda anggap memalukan.

Kondisi tersebut secara tidak langsung telah memengaruhi hubungan ke arah yang buruk. Dalam jangka panjang, hal tersebut bahkan dapat memicu timbulnya rasa kesepian, karena berkurangnya interaksi dengan orang-orang dengan sekitar Anda.

4. Mengurangi produktivitas

Sudah bukan hal baru, kecanduan medsos diketahui telah mengurangi produktivitas karena dapat memengaruhi komitmen Anda secara profesional.

Sebuah data menyebutkan, bahwa waktu yang dihabiskan seorang karyawan untuk membuka medsos di tempat kerja, rata-rata mencapai 2,35 jam per hari. Tentu saja hal ini menghambat produktivitas kerja.

Langkah - langkah untuk menjalani detoks media sosial

Menghentikan penggunaan medsos seratus persen memang bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, menjalani detoks media sosial dapat dilakukan secara bertahap selama tiga minggu, dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Minggu pertama: observasi

Anda bisa memulainya dengan membuat catatan mengenai kebiasan penggunaan medsos. Catat waktu dan tempat ketika Anda membuka aplikasi media sosial, serta durasi penggunaannya.

Catat juga alasan untuk menggunakan medsos tersebut, dan manfaat yang Anda dapatkan, secara emosional maupun relasional.

Hal ini perlu dilakukan, untuk mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan emosional, yang selama ini terpenuhi melalui pemakaian media sosial.

2. Minggu kedua: stop penggunaan media sosial

Memasuki minggu kedua, Anda dapat mulai menghapus semua aplikasi media sosial di telepon genggam, dan menikmati hidup dengan menjalankan kegiatan-kegiatan lain yang menghibur.

Misalnya, berkumpul dengan teman-teman, membaca buku, atau berolahraga.

3. Minggu ketiga: evaluasi

Pada minggu ketiga, Anda dapat mengevaluasi kemajuan yang dicapai dari detoks media sosial. Apa yang pikiran serta tubuh Anda rasakan? Apakah terasa lebih tenang dan lebih bahagia? Apakah Anda merasakan adanya ketidaknyamanan, kebosanan atau kesepian?

Dengan berhenti menggunakan media sosial, Anda diharapkan lebih mempererat hubungan dengan orang-orang sekitar. Selain itu, langkah ini pun diharapkan bisa  membantu mengurangi gangguan kecemasan. Apakah Anda merasakan adanya ketidaknyamanan, kebosanan, atau kesepian?

Media sosial tidak selamanya memberikan pengaruh buruk bagi penggunanya, selama dimanfaatkan dengan bijak. Oleh karena itu, mulailah membatasi diri agar tidak kecanduan medsos, yang akhirnya mengganggu kesehatan fisik dan mental.

DSpace. http://dspace.ewubd.edu/handle/123456789/2650
Diakses 20 Juni 2019

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/321498.php
Diakses 4 Februari 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-pacific-heart/201804/social-media-mindfulness-detox-challenge
Diakses 4 Februari 2019

Stress Management Society. http://www.stress.org.uk/6-reasons-youll-benefit-from-a-social-media-detox/
Diakses 4 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed