Tumor Testis, Kenali Cara Deteksinya Sebelum Terlambat


Tumor testis dapat bersifat jinak atau ganas. Pemeriksaan sendiri sampai pemeriksaan lanjut oleh dokter dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis tumor testis.

0,0
Tumor testis dapat bersifat jinak atau ganasDeteksi dini perlu dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya tumor testis.
Mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah tumor. Tumor adalah pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal. Tumor dapat bersifat jinak atau ganas (disebut kanker). Salah satu tumor yang harus diwaspadai oleh pria adalah tumor testis.Testis, dikenal juga sebagai buah zakar, dan terletak di dalam kantong skrotum atau kantong pelir yang terdapat di bagian bawah penis.Tumor testis dapat bersifat jinak ataupun ganas. Namun agar lebih aman, jika Anda mendeteksi adanya benjolan di testis, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Simak langkah-langkah berikut yang perlu Anda lakukan jika mencurigai adanya tumor testis.

Apa itu tumor testis?

Tumor testis adalah kondisi ketika pada testis alias buah zakar terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal yang menyebabkan munculnya benjolan. Tumor pada testis dapat bersifat jinak ataupun ganas (kanker).Tumor yang bersifat jinak umumnya tidak membahayakan. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis, seperti operasi pengangkatan tumor. Sementara itu, sel tumor ganas pada buah zakar bisa menyebabkan kanker testis. Namun, kanker testis sendiri terbilang jarang terjadi. Menurut National Health Service (NHS), kasus kanker testis hanya memiliki persentase 1 persen dari total keseluruhan kasus kanker pada pria.Hingga saat ini, penyebab tumor testis sendiri belum dapat diketahui secara pasti, terlepas dari sejumlah faktor risikonya seperti:
  • Riwayat keluarga. Apabila ada anggota keluarga yang pernah menderita tumor pada buah zakarnya, maka risiko Anda untuk mengalami hal yang sama menjadi lebih besar.
  • Usia. Tumor testis bisa menyerang pria di segala usia, namun lebih rentan dialami oleh laki-laki berusia antara 15-35 tahun.
  • Ras. Pria berkulit putih lebih berisiko terkena tumor buah zakar ketimbang pria berkulit hitam.
  • Testis tidak turun (undescended testicle). Testis yang tidak turun, dalam dunia medis disebut kriptorkidisme, juga berisiko memicu pertumbuhan sel tumor pada testis.
  • Cacat pada testis. Testis yang tidak berkembang dengan sempurna alias cacat, seperti pada kasus sindrom Klinefelter, bisa meningkatkan risiko tumor di testis.

Deteksi dini gejala tumor testis

Segera berkonsultasi ke dokter jika Anda menemukan ciri-ciri tumor testis berikut:
  • Benjolan atau pembengkakan pada salah satu testis
  • Nyeri tajam pada testis atau buah zakar
  • Buah zakar terasa lebih berat dari biasanya
  • Testis teraba keras
  • Testis kiri dan kanan terlihat lebih berbeda dari biasanya
Mungkin Anda merasa tidak nyaman untuk membicarakan tentang hal ini dengan dokter, tetapi semakin cepat gejala tumor testis ditemukan, semakin besar pula kemungkinan kesembuhannya.Semua yang Anda sampaikan kepada dokter adalah rahasia antara dokter-pasien sehingga Anda tidak perlu merasa malu atau khawatir.Berikut beberapa tips berkaitan dengan tumor testis yang dapat Anda tanyakan kepada dokter:
  • Catat semua gejala yang Anda temukan, kapan mulainya, kapan terjadinya, atau seberapa sering terjadi.
  • Catat jika ada hal-hal yang membuat gejala membaik atau memburuk.
  • Ceritakan kepada dokter jika Anda khawatir terhadap jenis kanker tertentu, dan juga jika ada riwayat kanker dalam keluarga.
  • Ajak kerabat atau teman yang Anda percaya agar dapat ikut mendengarkan penjelasan dokter.
  • Minta dokter untuk menjelaskan semua hal yang Anda belum mengerti, dan kalau perlu mencatatnya.
Selain pemeriksaan fisik secara umum, dokter juga perlu untuk memeriksa bagian testis Anda untuk menetapkan diagnosis.

Cara memeriksa testis sendiri

Sebenarnya, sebelum mengunjungi dokter, Anda dapat melakukan pemeriksaan testis sendiri. Cobalah melakukan pemeriksaan setelah mandi air hangat. Pada saat itu, kulit skrotum lebih lunak dan memudahkan pemeriksaan.Berikut adalah cara memeriksa testis secara mandiri di rumah, untuk mengetahui apakah buah zakar normal atau tidak:
  • Gunakan kedua tangan untuk memutar testis dengan sedikit tekanan tapi tetap lembut. Letakkan ibu jari di bagian atas testis, diikuti dengan telunjuk dan jari tengah yang berada pada belakang testis. Setelah itu, putar testis di antara jari-jari tadi.
  • Ketika melakukan hal tersebut Anda akan merasakan epididimis sebagai pembawa tabung sperma agak menonjol seperti tali. Bagian ini akan terasa agak lunak ketika ditekan, dan letaknya ada pada bagian atas belakang testis. Benjolan ini normal dan ada di setiap testis.
  • Saat memeriksa, selalu rasakan ada tidaknya benjolan di bagian depan atau sisi testis. Bahkan meski benjolan tersebut sangat kecil dan hanya seperti sebutir kacang atau nasi.
  • Ketika testis mengalami pembengkakan, muncul benjolan yang tidak wajar, berubahnya warna dan ukurannya, atau terasa sakit pada pangkal paha, segeralah hubungi dokter.
Testis kanan biasanya berukuran sedikit lebih besar dari yang kiri pada kebanyakan pria. Hal tersebut juga merupakan hal yang wajar.Benjolan di testis mungkin belum tentu tumor atau kanker, namun hal tersebut tetap perlu diperiksa oleh dokter sesegera mungkin. Kanker dan tumor testis akan jauh lebih mudah disembuhkan ketika diobati sedini mungkin.

Rujukan ke dokter spesialis

Tergantung pada hasil pemeriksaan, Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Rujukan akan ditujukan ke dokter spesialis bedah, atau lebih khusus ke dokter spesialis bedah urologi.Berikut adalah beberapa kondisi yang membutuhkan rujukan segera ke dokter spesialis:
  • Pembengkakan yang tidak nyeri atau benjolan pada testis
  • Perubahan pada bentuk atau tekstur testis

Pemeriksaan penunjang diagnosis tumor testis

Pemeriksaan yang mungkin akan Anda jalani untuk mendiagnosis tumor testis, di antaranya:

1. Pemeriksaan darah

Dilakukan untuk mendeteksi penanda tumor. Dalam keadaan normal, penanda tumor tidak terdeteksi dalam darah, tetapi jika tinggi dapat mengindikasikan adanya sel kanker dalam tubuh.Penanda tumor yang spesifik untuk tumor testis, yaitu AFP, HCG, dan LDH. Selain untuk diagnosis, penanda tumor juga berguna untuk memantau keberhasilan terapi.

2. Pemeriksaan ultrasound

Melalui pemeriksaan ultrasound, dapat dibedakan benjolan yang keras atau lunak karena berisi cairan. Benjolan yang berisi cairan (kista) lebih kecil kemungkinannya merupakan tumor ganas.

3. Pemeriksaan MRI

Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat menghasilkan gambaran jaringan lunak yang sangat baik, sehingga berguna untuk menetapkan diagnosis tumor testis.

4. Prosedur orkidektomi (pengangkatan testis)

Dalam kasus tertentu, saat sudah terdiagnosis tumor testis, mungkin diperlukan operasi pengangkatan testis (orkidektomi) untuk keperluan pemeriksaan jenis tumor (jinak atau ganas). Jaringan yang diangkat kemudian diperiksakan ke laboratorium untuk dilihat apakah ada sel kanker atau tidak

Hasil pemeriksaan tumor buah zakar

Setelah melewati semua tahap pemeriksaan, Anda akan mendapatkan hasil jika tumor testis yang dialami adalah:
  • Suatu keganasan (kanker) atau bukan
  • Jika ternyata kanker, jenis kanker testis yang dialami
  • Apakah kanker sudah menyebar ke kelenjar atau organ lain
Pemeriksaan testis tidak harus Anda lakukan secara rutin atau terus-menerus, tetapi pastikan Anda mengetahui ciri testis yang sehat dan normal. Jika ada yang berubah atau dirasakan tidak normal, segera periksakan diri Anda ke dokter.Anda juga bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter spesialis lewat fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play. 
tumorkanker testis
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/tumor
Diakses pada April 2019
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/testicular-cancer/
Diakses pada April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-cancer-care/symptoms-causes/syc-20352986
Diakses pada April 2019
Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/testicular-cancer
Diakses pada April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait