IUGR adalah suatu keadaan di mana pertumbuhan janin terhambat dan tidak sesuai dengan usia kehamilan
IUGR atau pertumbuhan janin terhambat dapat dideteksi dengan beberapa langkah tertentu

Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat adalah salah satu penyebab kecacatan dan kematian pada bayi baru lahir, kedua terbanyak setelah prematuritas. IUGR didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana pertumbuhan janin di dalam kandungan tidak sesuai dengan usia kehamilan sehingga bayi lebih kecil dari seharusnya.

Bayi cukup bulan yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram, risiko kematiannya meningkat 5-30 kali lebih besar ketimbang bayi yang lahir dengan berat badan rata-rata. Risiko kematian bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 1.500 gram bahkan mencapai 70-100 kali lebih besar.

Semua kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan aliran darah yang masuk lewat plasenta dengan kebutuhan bayi dapat menyebabkan IUGR. Penyebab IUGR dibagi menjadi empat faktor, yaitu faktor genetik, plasenta, bayi, dan faktor ibu.

Tipe IUGR

IUGR dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • IUGR simetris, di mana seluruh tubuh bayi lebih kecil secara proporsional.
  • IUGR asimetris. Biasanya menggambarkan bayi yang tumbuh dalam kondisi malnutrisi. Tubuh berusaha untuk memusatkan aliran darah ke organ vital, seperti otak dan jantung. Bersamaan dengan itu, organ lain seperti hati, otot, dan lemak dikorbankan. Kepala bayi akan tampak berukuran normal, sedangkan ukuran perutnya lebih kecil karena bentuk hati yang kecil, lengan dan kaki tampak kurus akibat hilangnya massa otot, serta kulit tipis akibat hilangnya jaringan lemak.

Langkah-langkah untuk mendeteksi IUGR

1. Menentukan usia kehamilan

Langkah pertama untuk mendeteksi IUGR pada bayi adalah menentukan usia kehamilan yang tepat. Penting bagi setiap wanita untuk mengetahui tanggal dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Usia kehamilan dapat diperkirakan melalui penghitungan menggunakan HPHT, terutama bagi wanita dengan siklus haid teratur.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Idealnya, pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan dilakukan di usia kehamilan 8-13 minggu. Jika pemeriksaan USG dilakukan di atas 20 minggu, kekeliruan dalam menentukan usia kehamilan mungkin terjadi dan IUGR tidak terdeteksi.

2. Pengukuran tinggi puncak rahim pada perut ibu

Langkah selanjutnya adalah memantau pertumbuhan bayi, apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak. Dalam pemeriksaan antenatal ibu hamil, dilakukan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU), yaitu jarak dari tulang pubis ke ujung perut ibu hamil.

Pengukuran ini menggambarkan secara kasar pertambahan besar perut ibu seiring dengan bertambah besarnya bayi. Hasil pengukuran dibandingkan dengan panjang rata-rata TFU sesuai usia kehamilan. Setelah kehamilan 20 minggu, panjang TFU sesuai dengan minggu usia kehamilan.

Bayi dapat diasumsikan mengalami IUGR jika hasil pengukuran kurang 3 cm dari normal, atau dari pengukuran berkelanjutan TFU tidak bertambah sesuai usia kehamilan, yang artinya bayi tidak bertambah besar sesuai masa kehamilan.

3. Pertambahan berat badan

Pertambahan berat badan ibu juga dapat dijadikan indikator. IUGR dicurigai jika pertambahan berat badan ibu tidak cukup sesuai usia kehamilan, atau malah menurun.

[[artikel-terkait]]

4. Pemeriksaan USG

USG adalah pemeriksaan utama untuk memantau pertumbuhan janin. Pengukuran yang digunakan adalah diameter kepala, lingkar kepala, lingkar perut, dan panjang tulang paha. Parameter yang paling baik menggambarkan IUGR adalah lingkar perut.

Pengukuran melalui USG harus dibandingkan dengan ukuran normal sesuai usia kehamilan. Oleh sebab itulah, penentuan usia kehamilan sangat penting. Jika usia kehamilan diragukan, pemeriksaan USG dapat dilakukan setiap 2-3 minggu dilakukan untuk memantau pertambahan pertumbuhan bayi. Volume cairan ketuban juga dapat menentukan terjadinya IUGR atau tidak. Cairan ketuban yang berkurang dihubungkan dengan IUGR.

Deteksi awal IUGR dapat menurunkan risiko kecacatan dan kematian pada bayi baru lahir. Itulah mengapa penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya.

WebMD. https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#1
Diakses pada Mei 2019

Sharma D, Shastri S, Sharma P. Intrauterine growth restriction: antenatal and postnatal aspects. Clin Med Insights Pediatr. 2016;10:67-83. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4946587/
Diakses pada Mei 2019

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/1998/0801/p453.html
Diakses pada Mei 2019

Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=intrauterine-growth-restriction-iugr-90-P02462
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed