Wajib Tahu, Begini Cara Deteksi Dini Kanker Payudara Saat Hamil


Ada empat langkah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara saat hamil, yaitu mengenali perubahan pada payudara, pemeriksaan ultrasound, biopsi, dan mamografi. Kemoterapi dapat menjadi pilihan perawatan kanker payudara pada ibu hamil.

0,0
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Cara kerja mamografi dalam mendeteksi kanker payuadara saat hamil adalah memancarkan radiasiMamografi bisa menjadi salah satu cara deteksi dini kanker payudara pada ibu hamil.
Tanpa banyak disadari, kanker payudara merupakan salah satu kondisi keganasan yang dapat terjadi pada ibu hamil. Sekitar 1 dari 3.000 ibu hamil disebutkan berisiko terkena penyakit ini.Kanker payudara yang terjadi selama masa kehamilan atau pada tahun pertama setelah proses kelahiran disebut dengan Pregnancy Associated Breast Cancer (PABC). Dengan deteksi dini serta perawatan yang tepat, kondisi ini dapat disembuhkan.Meski begitu, penyesuaian perawatan yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi yang sedang dikandung, membuat proses ini menjadi lebih rumit. Karena itu, para ibu hamil perlu lebih waspada terhadap penyakit ini.

Langkah deteksi dini kanker payudara saat hamil

Meskipun ciri-ciri kanker payudara saat hamil sulit diketahui, deteksi dini harus dilakukan sebelum penyakit bertambah parah.Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara pada ibu hamil:

1. Mengenali perubahan pada payudara

Kanker payudara pada wanita hamil umumnya ditandai oleh benjolan di payudara, tanpa tanpa rasa sakit, dan penebalan pada kulit di payudara. Pemeriksaan payudara secara menyeluruh untuk mendeteksi perubahan tersebut, dapat dilakukan oleh dokter.Anda pun dapat memantau sendiri perubahan bentuk payudara selama kehamilan. Berikut cara pemeriksaan mandiri gejala kanker pada payudara yang bisa Anda ikuti:
  1. Berdiri di depan cermin tanpa berpakaian, angkat kedua tangan di atas kepala dan amati adanya perubahan pada payudara, seperti adanya benjolan, perubahan kulit dan puting, serta keseluruhan payudara hingga area ketiak.
  2. Rapatkan kedua telapak tangan dengan kuat sehingga payudara menonjol ke depan dan kembali amati payudara. Lihat apakah terdapat benjolan atau mengerut layaknya kulit jeruk, atau cekungan seperti lesung pipi dan puting yang tertarik ke dalam.
  3. Periksa payudara dengan cara menekan perlahan-lahan dan telusuri dari daerah di sekitar puting hingga ke ujungnya. Amati jika ada cairan tidak normal yang keluar, seperti cairan kekuningan, bercampur darah, atau nanah. Bedakan dengan ASI bila Anda sedang menyusui.
  4. Pada posisi berbaring, letakkan bantal di belakang punggung, angkat tangan kanan di belakang kepala dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan.
  5. Rabalah dengan ujung tiga jari tangan yang dirapatkan. Lakukan gerakan memutar dengan tekanan lembut dan mantap, mulai dari pinggir luar hingga puting sesuai arah putaran jarum jam.
  6. Ulangi hal yang sama pada payudara sisi lainnya.
Saat menyadari adanya perubahan pada payudara yang mencurigakan, Anda disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter.

2. Pemeriksaan ultrasound

Setelah benjolan maupun perubahan pada payudara terdeteksi, pemeriksaan selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan ultrasound. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi benjolan tersebut sebagai kista, atau kondisi lainnya.

3. Biopsi

Untuk lebih memastikan diagnosis dari benjolan tersebut, pemeriksaan biopsi juga dapat dilakukan. Apabila benjolan terdeteksi berisi cairan, maka tim medis bisa mengambil sampel dengan jarum suntik, melalui prosedur fine needle aspiration.

4. Mamografi

Prosedur mamografi biasa digunakan untuk mendeteksi kanker payudara. Namun, apabila dilakukan pada wanita di bawah 40 tahun, sensitivitasnya akan berkurang karena kepadatan jaringan payudara yang masih baik.Prosedur ini juga dapat memancarkan radiasi sehingga apabila dilakukan pada ibu hamil perlu langkah-langkah perlindungan tertentu agar janin aman dari paparan radiasi.Baca juga: Penyebab Payudara Sakit Saat Hamil Beserta Cara Mengatasinya

Perawatan kanker payudara pada ibu hamil

Bagaimana jika selama kehamilan harus dioperasi karena kanker payudara? Dikutip dari BCRF, pada kanker payudara stadium awal, perawatan dengan prosedur operasi dinilai aman dilakukan pada ibu hamil di semua trimester. Sementara itu, perawatan dengan radiasi tidak disarankan untuk ibu hamil, karena berisiko menimbulkan gangguan pada janin.Jenis operasi yang dilakukan dapat berupa pengangkatan jaringan benjolan di payudara (lumpectomy,) maupun pengangkatan seluruh jaringan payudara (mastectomy). Pada ibu hamil trimester pertama atau kedua, mastectomy merupakan pilihan utama. Sedangkan pada ibu hamil trimester ketiga, lumpectomy lebih disarankan.Saat operasi, dokter juga akan memeriksa kelenjar-kelenjar lain yang memiliki kemungkinan akan menjadi tempat penyebaran kanker payudara. Apabila terdapat kelenjar yang berisiko menjadi tempat kanker payudara, dokter juga akan mengangkat kelenjar tersebut.Apabila hamil saat sakit kanker payudara diperlukan kemoterapi, prosedur ini akan dilakukan setelah trimester pertama untuk mengurangi risiko pada bayi. Untuk kasus kanker stadium lanjut, perawatan operasi dan kemoterapi mungkin diperlukan sekaligus.Menghadapi kanker payudara saat masa kehamilan, tentu bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, bagi Anda para ibu hamil, sebaiknya lebih waspada terhadap penyakit ini. Jangan sampai kondisi yang dapat dideteksi sejak dini malah terus berkembang menjadi keganasan.Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter seputar kanker payudara saat hamil, chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
penyakit wanitakanker payudarakanker
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3410508/
Diakses pada 26 Maret 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2753540/
Diakses pada 26 Maret 2019
WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-during-pregnancy#1
Diakses pada 26 Maret 2019
Breast Cancer Research Foundation. https://www.bcrf.org/blog/detecting-breast-cancer-during-pregnancy-insight-challenging-diagnosis
Diakses pada 26 Maret 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait