Detak Jantung Janin Normal, Berapa Kali dalam Satu Menit?


Umumnya, detak jantung janin bisa terdeteksi sejak usia 5-6 minggu kehamilan. Bukan hanya lewat pemeriksaan USG, fetal heartbeat bisa terdengar lewat pemeriksaan lewat vagina.

(0)
30 Jan 2021|Azelia Trifiana
Detak jantung bayi dapat dideteksi saat pemeriksaan ke dokterDetak jantung bayi dapat dideteksi saat pemeriksaan ke dokter
Setelah melihat hasil positif di test pack, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Ini penting demi mengetahui apakah detak jantung janin normal atau tidak.Umumnya, detak jantung janin bisa terdeteksi sejak usia 5-6 minggu kehamilan. Bukan hanya lewat pemeriksaan USG, fetal heartbeat bisa terdengar lewat pemeriksaan lewat vagina.

Mengenal detak jantung janin normal

Mendengar detak jantung bayi saat berada di ruang pemeriksaan dokter spesialis kandungan terkadang menjadi momen mengharukan. Ada rasa takjub mengetahui ada satu kehidupan yang sedang berkembang di dalam perut si calon ibu.Pada usia 4 minggu kehamilan, detak jantung ini belum terdengar. Justru yang muncul adalah pembuluh darah di dalam embrio yang nantinya akan berkembang menjadi jantung bayi dan sistem sirkulasi darah.Kemudian, Anda bisa mendengar detak jantung pada usia kehamilan 6 minggu. Awalnya, detak jantung ini berkisar antara 110 kali per menit. Namun dua minggu kemudian, angka ini bisa naik menjadi 150-170 kali per menit, dua kali lipat dari orang dewasa.Seiring dengan berkembangnya janin, umumnya ketika mendengarkan USG di usia kehamilan 9 minggu ke atas, detak jantung janin sudah bisa terdengar. Frekuensi detak jantung yang berbeda-beda pada bayi adalah sesuatu hal yang normal.Beberapa hal yang bisa berpengaruh terhadap akurasi pembacaan detak jantung di antaranya:
  • Berat badan ibu berlebih (obesitas)
  • Posisi janin atau ibu
  • Terlalu banyak air ketuban (polihidramnion)
Setiap kali janin merespons terhadap apa yang terjadi dalam rahim, detak jantungnya ikut berubah. Perhatikan ketika detak jantungnya menjadi abnormal karena bisa berarti bayi tidak mendapatkan cukup suplai oksigen atau masalah lain.

Prosedur deteksi detak jantung janin

janin
Ada dua cara yang digunakan untuk mendeteksi detak jantung janin, yaitu:

1. Eksternal

Metode ini dilakukan dengan mendengarkan detak jantung bayi lewat perut sang ibu. Dokter umumnya akan menggunakan alat bernama Doppler yang ditempelkan di perut. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala, juga untuk memastikan janin berkembang sesuai usianya.Tak hanya saat pemeriksaan rutin saja, petugas medis juga bisa melakukan prosedur eksternal ini saat menjelang persalinan. Caranya dengan menempelkan alat bernama transducer yang ditempelkan ke perut.Kemudian, alat ini akan membantu mengirim detak jantung bayi ke sebuah komputer. Irama dan pola detak jantung akan terlihat di layar atau bisa juga dicetak di kertas.

2. Internal

Metode internal hanya bisa dilakukan apabila ketuban yang mengelilingi bayi sudah pecah, serta serviks sang ibu telah terbuka. Kemudian, tenaga medis akan meletakkan kawat tipis (elektroda) di kepala bayi. Alat ini terhubung ke sebuah monitor.Metode ini lebih akurat karena tidak bergantung pada gerakan janin. Opsi deteksi detak jantung internal digunakan apabila cara eksternal tidak membuahkan hasil. Selain itu, cara ini juga diaplikasikan untuk memantau kondisi bayi saat persalinan.Tak perlu khawatir dengan metode deteksi detak jantung janin karena tidak mengeluarkan radiasi apapun. Ibu hamil pun umumnya tetap merasa nyaman selama prosedur dilakukan. Posisi ibu adalah berbaring dan bisa melihat pergerakan janin lewat monitor.Sementara untuk deteksi secara internal, memang wajar jika ada sedikit rasa tidak nyaman ketika elektroda disambungkan ke dalam rahim. Risiko yang mungkin terjadi adalah infeksi hingga luka pada kulit kepala bayi.

Mengapa penting memantau detak jantung janin?

Pemantauan detak jantung janin sangat membantu terutama bagi ibu yang kehamilannya berisiko tinggi. Contohnya ibu hamil yang menderita diabetes gestasional hingga tekanan darah tinggi dan berisiko preeklamsia.Kehamilan juga dikatakan berisiko tinggi apabila janin tidak berkembang sesuai dengan usianya. Ketika seorang ibu berisiko mengalami persalinan prematur, dokter akan memberikan obat untuk mencegahnya.Di sinilah pantauan detak jantung janin juga krusial untuk melihat adakah dampak obat-obatan terhadap kondisi janin.Lebih jauh lagi, saat proses persalinan, tenaga medis akan mencatat kontraksi rahim dan detak jantung janin. Keduanya direkam di waktu bersamaan sehingga hasilnya bisa dilihat bersama sekaligus dibandingkan.Hal-hal yang bisa berpengaruh terhadap heart rate janin saat persalinan seperti:
  • Kontraksi rahim
  • Anestesi atau obat bius yang diberikan
  • Tes yang dilakukan saat persalinan
  • Proses mengejan
Tak kalah penting, pada USG anatomi di usia kehamilan 20 minggu, dokter akan memeriksa struktur jantung bayi. Di sinilah dicari tahu apakah ada cacat jantung bawaan karena ini termasuk kelainan yang umum terjadi pada bayi.Memang tidak ada pengobatan cacat jantung pada janin, bahkan beberapa potensi kecacatan bisa saja tidak terdeteksi hingga lahir. Hanya saja, diagnosis ini membantu dokter dalam merumuskan birth plan serta penanganan spesifik apa yang diperlukan.

Semakin awal deteksi cacat jantung, penanganannya akan lebih tepat. Berbeda kondisi kehamilan, risikonya pun juga tidak sama. Hanya saja, memantau detak jantung janin adalah cara efektif untuk memastikan kondisinya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar risiko kehamilan dan seberapa sering perlu memantau heart rate janin, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anakmenjaga kehamilan
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/fetal-heart-monitoring
Diakses pada 16 Januari 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/fetal-development/fetal-heart-heartbeat-circulatory-system/
Diakses pada 16 Januari 2021
ACOG. https://www.acog.org/womens-health/faqs/fetal-heart-rate-monitoring-during-labor
Diakses pada 16 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait