Mirip Ketombe, Dermatitis Seboroik pada Kulit Kepala Bikin Krisis PD

Dermatitis seboroik menyebabkan kulit kepala bersisik dan kering mirip ketombe
Ketahui gejala dermatitis seboroik agar bisa diatasi dengan tepat

Kulit kepala Anda terasa gatal dan terus berketombe? Mungkin yang Anda rasakan bukan ketombe biasa, melainkan dermatitis seboroik pada kulit kepala.

Dermatitis seboroik adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan terjadinya kulit bersisik mirip ketombe dan kemerahan pada kulit. Kulit kepala merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena kondisi ini.

[[artikel-terkait]]

Tidak salah jika Anda mengira dermatitis seboroik sebagai ketombe biasa. Pasalnya, kulit kepala sama-sama menghasilkan flek-flek putih yang berguguran.

Namun beda dengan ketombe, dermatitis seboroik bukan terjadi akibat Anda kurang menjaga kebersihan. Karena itu, keramas berkali-kali pun tidak akan menghilangkan gejalanya.

Seperti apa gejala dermatitis seboroik pada kulit kepala?

Dermatitis seboroik pada kulit kepala tergolong penyakit yang umum dan bisa diderita oleh siapa saja. Gejalanya mungkin akan terlihat seperti penyakit kulit lain, misalnya psoriasis, eksim, maupun reaksi alergi.

Secara umum, gejala dermatitis seboroik pada kulit kepala bisa berupa kulit kepala yang gatal, berketombe, berminyak, mengalami kemerahan dan tampak meradang.

Kelainan kulit ini juga bisa dialami oleh bayi dan kerap disebut cradle cap. Gejalanya meliputi kulit kepala yang bersisik tebal dan mungkin menutupi seluruh area kulit kepala, warnanya bisa kekuningan atau kecokelatan. Seiring waktu, sisik ini akan menjadi kerak yang mudah rontok dan dibersihkan.

Berbeda dengan eksim (dermatitis atopik), cradle cap bisa saja tidak terasa gatal, sehingga tidak mengganggu aktivitas buah hati. Jika bayi memperlihatkan tanda tidak nyaman dengan kondisinya tersebut, segera hubungi dokter.

Apa dermatitis seboroik pada kulit kepala bisa sembuh?

Dermatitis seboroik muncul tanpa sebab yang jelas. Para ahli memperkirakan stres, keturunan, jamur, hingga gangguan kesehatan tertentu bisa menjadi penyebabnya. Lokasi terjadinya dermatitis seboroik adalah pada kulit kepala, hingga alis.

Kondisi ini juga terkadang bisa sembuh sendiri atau berlangsung untuk jangka panjang atau bahkan  seumur hidup. Untuk itu, tidak jarang Anda membutuhkan pengobatan yang sesuai.

Sebagai langkah awal, Anda bisa menggunakan sampo dengan kandungan kimia khusus. Mulai dari ketoconazole, salicylic acid, selenium sulfide, dan zinc pyrithione.

Jika pengobatan dengan sampo tersebut tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter. Begitu pula jika dermatitis seboroik pada kulit kepala Anda justru bertambah parah, misalnya terasa sakit, bengkak, meradang, atau bernanah.

Dokter kemungkinan akan meresepkan obat-obatan tertentu. Secara umum, penanganannya akan meliputi produk perawatan antijamur, losion yang mengandung kortikosteroid, sampo khusus dari dokter, serta produk yang mengandung belerang.

Sementara dermatitis seboroik untuk bayi, sampo dan air hangat dianjurkan sebagai langkah awal untuk meredakan gejala cradle cap. Namun jika langkah ini tidak berhasil, jangan langsung menggunakan sampo dengan bahan-bahan di atas. Kenapa?

Kulit bayi masih sangat sensitif dan zat-zat kimia tersebut mungkin saja membuat kulit kepala bayi mengalami iritasi. Untuk pengobatan cradle cap pada bayi, orangtua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter yang kompeten terlebih dulu.

Selain perawatan tersebut, memastikan Anda menjalai pola hidup yang sehat dan seimbang juga dapat membantu pemulihan dermatitis seboroik pada kulit kepala. Misalnya dengan menjaga kulit kepala agar tetap kering dan tidak lembap.

Artikel Terkait

Banner Telemed