Viral Bayi Terkena Dermatitis Atopik, Benarkah Penyakit Ini Menular?

Dermatitis atopik pada bayi akan mengalami kulit kering dan tampak pecah-pecah
Dermatitis atopik pada bayi harus segera ditangani

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan viralnya kisah anak berusia 6 bulan yang mengalami eksim atau dermatitis. Kisahnya berawal saat anaknya dibawa ke resepsi pernikahan. Karena kelucuan yang membuat para tamu gemas, anak ini dicubit, ditowel, hingga dicium. Beberapa saat setelah itu, pipi sang anak mengalami gatal-gatal hingga berdarah. Anak pun menjadi rewel dan menangis terus menerus. Mengapa bisa demikian?

Menurut posting yang ditampilkan, dokter mendiagnosis sang anak dengan dermatitis atopik. Dermatitis atopik atau eksim atopik merupakan penyakit kulit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama pada tahun pertama kehidupan bayi. Kondisi ini dialami 10 sampai 20 persen anak-anak di dunia.

Bayi dan anak yang mengalami dermatitis atopik akan mengalami kulit kering dan tampak pecah-pecah. Kelainan ini sering ditemukan pada kulit kepala, dahi, dan wajah. Kedua pipi juga merupakan lokasi yang hampir selalu terkena dermatitis atopik pada bayi dan anak-anak.

Selain kulit yang kering dan pecah-pecah, dermatitis atopik mengakibatkan rasa gatal yang intens. Kondisi ini seringkali menyebabkan anak sulit untuk tidur. Jika gatal-gatal ini sering digaruk, maka infeksi kulit juga bisa muncul. Infeksi kulit ini bisa mengalami penebalan, yang disertai cairan kuning dan krusta pada kulit.

Benarkah Dermatitis Atopik Ditularkan Melalui Sentuhan?

Sentuhan pada pipi bukanlah pemicu munculnya dermatitis atopik. Penyakit ini tidak dapat ditularkan dari satu individu ke individu lain. Hal-hal yang membantu meningkatkan kemungkinan terjadinya dermatitis atopik, yaitu adanya riwayat dermatitis atopik, asma, atau alergi. Dengan kata lain, genetik berperan besar dalam terjadinya kondisi ini.

Tangan yang kotor turut memiliki peran menyebabkan infeksi kulit yang merangsang terjadinya dermatitis atopik. Bayi dengan dermatitis atopik rentan mengalami infeksi bakteri, virus, maupun jamur karena kurangnya protein kulit untuk melawan infeksi.

Faktor lainnya yang ikut memengaruhi, antara lain: panas, berkeringat, kulit kering, stres, substansi iritan (seperti bahan pakaian tertentu dan zat kimia), dan alergen, termasuk makanan.

[[artikel-terkait]]

4 Penanganan Dermatitis Atopik pada Bayi

Saat ini, tidak ada pengobatan spesifik yang mampu menyembuhkan bayi dan anak dari dermatitis atopik. Berbagai pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengendalikan gejala yang terjadi agar tidak menjadi semakin parah.

Kuncinya adalah menjaga kelembapan kulit. Anda bisa mencoba meredakan dermatitis atopik pada bayi dengan menggunakan pelembap khusus bayi yang banyak dijual dan menghindari faktor yang merangsang timbulnya penyakit ini.

Beberapa tips untuk mengurangi keluhan dermatitis atopik pada anak Anda, di antaranya:

  1. Mandi menggunakan air hangat, namun hindari air yang terlalu panas. Batasi waktu mandi selama 5-10 menit. Gunakan produk mandi yang bebas dari parfum. Gunakan pelembap khusus bayi setelah kulit dikeringkan.

  2. Saat memilih pelembap, carilah pelembap dalam bentuk krim atau salep. Gel petroleum dapat menjadi pilihan karena harganya yang terjangkau dan tidak mengandung parfum. Gunakan pelembap sebanyak 2 kali dalam sehari.

  3. Jaga anak dalam kondisi lingkungan yang nyaman. Apabila anak kepanasan dan berkeringat, kondisi tersebut akan merangsang rasa gatal. Selain itu, jaga kuku anak tetap pendek dan tidak tajam. Jika perlu, Anda dapat memasangkan sarung tangan pada bayi Anda.

  4. Saat mencuci baju, gunakan deterjen untuk kulit sensitif. Deterjen dengan banyak pewangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Pada baju yang baru dibeli, cucilah daluhu sebelum digunakan.

Apabila lesi tidak kunjung membaik dan muncul tanda tanda infeksi, seperti lesi yang bertambah parah, tampak berair, teraba hangat, dan bayi mengalami gejala seperti flu, sebaiknya anda segera mengunjungi dokter.

Dokter akan memberikan obat yang bertujuan untuk mengurangi gatal dan peradangan, mengobati apabila terdapat infeksi, serta mencegah terbentuknya lesi baru.

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/atopikc-dermatitis
Diakses pada Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323493.php
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed