logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Tiga Derajat Dehidrasi pada Anak dan Gejalanya yang Bisa Diketahui

open-summary

Penentuan derajat dehidrasi menurut WHO dibagi menjadi tiga, yaitu tidak dehidrasi, dehidrasi ringan-sedang dan dehidrasi berat. Ketiga derajat dehidrasi tersebut juga memiliki gejala yang bisa Anda identifikasi sendiri.


close-summary

15 Sep 2020

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Derajat dehidrasi dapat diidentifikasi berdasarkan gejalanya

Cegah dehidrasi pada anak dengan memberikan air putih secara rutin

Table of Content

  • Tiga derajat dehidrasi pada anak
  • Komplikasi dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh menggunakan atau kehilangan cairan lebih banyak dari jumlah cairan yang masuk. Sehingga, jumlah cairan tubuh tidak mencukupi untuk membuat organ-organ tubuh berfungsi secara normal. Ada beberapa derajat dehidrasi yang bisa terjadi.

Advertisement

Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit yang menyerang tubuh, misalnya diare atau muntah tanpa henti. Dehidrasi juga lebih rentan menyerang lansia karena jumlah cairan dalam tubuh yang lebih rendah dan faktor lain yang bisa meningkatkan risiko dehidrasi, seperti obat-obatan atau penyakit tertentu.

Selain lansia, bayi dan anak-anak juga lebih rentan mengalami dehidrasi jika dibandingkan dengan orang dewasa. Tingkat keparahan dehidrasi dibedakan menjadi tiga derajat dehidrasi, tergantung pada seberapa banyak cairan yang hilang.

Tiga derajat dehidrasi pada anak

Penentuan derajat dehidrasi pada anak menurut World Healh Organization (WHO) dibagi menjadi tiga, yaitu tidak dehidrasi, dehidrasi ringan-sedang, dan dehidrasi berat. Derajat dehidrasi ini ditentukan berdasarkan gejala-gejala yang dialami penderita.

1. Tidak dehidrasi

Secara umum, anak-anak yang tidak dehidrasi memiliki kondisi sebagai berkut:

  • Kesadarannya baik
  • Mata terlihat normal, kecuali secara bawaan memiliki mata cekung
  • Terdapat air mata saat menangis
  • Denyut nadi mudah diraba
  • Kondisi mulut dan lidah basah
  • Cara minum normal dan tidak ada rasa haus
  • Ketika dicubit, kulit dapat kembali ke kondisi semula dengan cepat (kurang dari 1 detik).

Kondisi di atas menunjukkan bahwa Si Kecil tidak mengalami dehidrasi. Meski demikian, langkah-langkah pencegahan dehidrasi perlu dilakukan, misalnya dengan minum air secara rutin setiap harinya.

2. Derajat dehidrasi ringan atau sedang

Untuk anak-anak yang mengalami derajat dehidrasi ringan atau sedang, berikut gejala-gejala yang bisa muncul:

  • Kondisi selalu terlihat gelisah dan rewel, gejala ini bisa diamati pada bayi atau anak yang belum bisa menjelaskan kondisi mereka dengan baik
  • Kondisi mata terlihat cekung dan kering
  • Tidak ada air mata saat menangis (khususnya pada bayi)
  • Mulut dan lidah terlihat kering
  • Denyut nadi teraba
  • Terdapat rasa haus dan ingin minum banyak
  • Jika dicubit, kulit kembali ke kondisi semula dengan lambat (kurang dari 2 detik).

Tidak semua gejala di atas muncul pada penderita derajat dehidrasi ringan atau sedang. Selain gejala tersebut, anak yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang juga dapat mengalami gejala lainnya, seperti urine yang lebih sedikit, warna urine kuning gelap, kulit terasa kering dan dingin, sakit kepala, hingga kram otot.

3. Derajat dehidrasi berat

Untuk anak-anak yang mengalami derajat dehidrasi berat, berikut gejala yang bisa muncul:

  • Selalu merasa lesu, lunglai (tidak berenergi), bahkan hilang kesadaran
  • Kondisi mata terlihat cekung dan kering
  • Tidak ada air mata saat menangis (khususnya pada bayi)
  • Mulut dan lidah terlihat kering
  • Denyut nadi teraba lemah
  • Tidak ingin minum atau tidak bisa minum
  • Ketika dicubit, kulit kembali ke kondisi semula dengan sangat lambat (lebih dari 2 detik).

Tidak semua gejala di atas muncul pada penderita derajat dehidrasi berat. Gejala-gejala lain yang juga bisa menyertai adalah sulit mengeluarkan urine, urine berwarna kuning yang gelap, kulit sangat kering, pusing, jantung berdebar, napas pendek (terengah-engah), tidak bisa tidur, dan kebingungan. Pada bayi, popok yang kering selama tiga jam juga bisa menjadi gejala dehidrasi berat.

Baca Juga

  • Bolehkah Makan Setelah Olahraga? Ketahui Apa Saja yang Sebaiknya Dikonsumsi
  • Minum Air Putih Dingin Setelah Olahraga Apakah Aman?
  • Tanda Ibu Hamil Kurang Minum dan Tips untuk Mencegahnya

Komplikasi dehidrasi

Dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi. Anda dapat menangani derajat dehidrasi ringan dan sedang dengan menambahkan asupan cairan ke dalam tubuh. Namun, untuk derajat dehidrasi berat, penanganan medis perlu dilakukan.

Berikut adalah sejumlah komplikasi yang bisa terjadi akibat dehidrasi.

1. Cedera panas

Cedera panas merupakan kondisi yang berkaitan dengan terjadinya gangguan pada sistem pengaturan suhu tubuh. Gejala cedera panas meliputi kram panas ringan, kelelahan panas, hingga serangan panas yang berpotensi mengancam jiwa seperti heat stroke.

2. Gangguan ginjal

Derajat dehidrasi parah, berkepanjangan, atau berulang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi gangguan kemih dan ginjal, seperti infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal, hingga gagal ginjal.

3. Kejang

Dehidrasi tidak hanya membuat tubuh kehilangan cairan, tapi juga dapat disertai hilangnya elektrolit, seperti kalium dan natrium. Elektrolit ini berfungsi membantu mengantarkan sinyal listrik dari satu sel ke sel lannya.

Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gangguan pesan kelistrikan sehingga menyebabkan terjadinya kejang, yakni kontraksi otot yang tidak disengaja yang bahkan bisa menyebabkan hilangnya kesadaran.

4. Syok

Syok hipovolemik merupakan komplikasi derajat dehidrasi berat yang dapat mengancam jiwa. Hal ini terjadi ketika volume darah rendah sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah dan jumlah oksigen di dalam tubuh.

Dehidrasi pada anak dapat dihindari dengan rutin minum air setiap harinya sesuai jumlah yang dibutuhkan. Dengan mengonsumsi cukup air setiap harinya, dehidrasi dan segala komplikasinya yang berbahaya bisa dicegah.

Advertisement

bayi dehidrasidehidrasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved