Tak Hanya Wanita, Kenali Gejala Depresi Postpartum pada Pria dan Cara Mengatasinya


Gejala depresi postpartum pada pria yaitu menghabiskan banyak waktu dengan bekerja, mudah marah, hingga berperilaku kasar ke pasangan. Cara mengatasinya dengan terapi, konsumsi obat-obatan tertentu, atau kombinasi antara keduanya.

0,0
Tidak hanya terjadi pada wanita, depresi postpartum ternyata juga bisa dialami oleh priaSuami yang mengalami depresi pospartum biasanya merasa frustasi dan putus asa
Depresi postpartum adalah depresi yang dialami wanita pasca persalinan. Kondisi ini membuat orang yang mengalaminya merasakan gejala depresi seperti cemas, kesulitan tidur, dan sering menangis setelah melahirkan.Tidak hanya terjadi pada wanita, depresi postpartum ternyata juga bisa dialami oleh pria. Gejala depresi pascapersalinan pada pria umumnya hampir sama dengan wanita, tapi dalam beberapa kasus dapat bertahan lebih lama.

Apa saja gejala depresi postpartum pada pria?

Sama seperti wanita, gejala depresi postpartum pada pria biasanya baru akan muncul 3 hingga 6 bulan pasca melahirkan. Namun, kondisi tersebut dapat berbeda pada masing-masing orang, bisa datang lebih cepat atau lebih lama.Dibanding wanita, gejala depresi postpartum pada pria bisa berlangsung lebih lama. Gejalanya pun dapat lebih parah. Meskipun begitu, pria biasanya mengalihkan rasa depresi yang mereka rasakan ke tempat lain, misalnya pekerjaan.Berikut ini beberapa gejala depresi postpartum pada pria:
  • Mudah marah
  • Mudah tersinggung
  • Menjadi lebih agresif
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Merasa frustasi dan putus asa
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan
  • Menarik diri dari teman dan keluarga
  • Berperilaku kasar terhadap pasangan
  • Kehilangan minat pada pekerjaan atau hobi
  • Ketakutan dan kebingungan terkait masa depan
  • Bekerja sepanjang waktu untuk menutupi depresi
  • Masalah fisik seperti gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan, hingga sakit kepala

Penyebab depresi postpartum pada pria

Beragam faktor dapat menjadi penyebab depresi postpartum pada pria. Dengan memahami penyebabnya, Anda ke depannya bisa lebih waspada dan tahu bagaimana cara mencegah terjadinya kondisi serupa.Sejumlah faktor yang berkontribusi, antara lain:
  • Perubahan hormon

Tak hanya wanita, perubahan hormon juga bisa terjadi pada pria ketika pasangannya hamil atau setelah melahirkan. Usai bayi lahir, pria akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron dan peningkatan jumlah hormon estrogen. Kondisi tersebut lah yang kemudian menjadi pemicu depresi pascapersalinan pada pria.
  • Kurang istirahat

Kurang istirahat dapat menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali depresi. Saat pria kurang istirahat, risiko mereka mengalami depresi postpartum akan meningkat, terlebih jika sebelumnya sudah dibuat stres dengan pekerjaan.
  • Punya pasangan yang menderita depresi

Depresi merupakan kondisi yang dapat memengaruhi orang di sekitar. Jika pasangan mereka menderita depresi, pria juga berpotensi mengalami kondisi yang sama. Maka dari itu, perawatan depresi sangat penting agar masalah kesehatan mental tersebut tidak menjalar ke orang lain.
  • Memiliki riwayat depresi

Jika pria memiliki riwayat depresi sebelumnya, ia berisiko besar mengalami depresi postpartum setelah pasangannya melahirkan. Kondisi ini bisa terjadi ketika anggota keluarganya (ayah atau ibu) mempunyai riwayat depresi.

Bagaimana cara mengatasi depresi postpartum pada pria?

Depresi pascapersalinan pada pria dapat berdampak serius. Selain berdampak buruk bagi kesehatan mereka secara keseluruhan, hubungan dengan pasangan juga bisa terganggu. Risiko melakukan bunuh diri pun akan ikut meningkat. Maka dari itu, kondisi ini mendapat penanganan.Beberapa cara mengatasi depresi postpartum pada pria, salah satunya dengan mengikuti terapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal (IPT). Konsumsi obat antidepresan juga bisa membantu meringankan gejala. Guna mendapat hasil yang maksimal, dokter mungkin akan mengombinasikan kedua jenis pengobatan tersebut.

Cara mencegah depresi postpartum pada pria

Depresi postpartum pada pria merupakan kondisi yang dapat dicegah. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja upaya pencegahan yang bisa dilakukan daripada harus mengobatinya.Sejumlah cara mencegah depresi postpartum pada pria adalah sebagai berikut:
  • Berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental jika memiliki riwayat depresi
  • Meminta dukungan dari teman atau keluarga saat mengalami kesulitan
  • Mengatur rencana pascapersalinan, khususnya masalah keuangan, dari jauh-jauh hari
  • Mengajak pasangan yang menderita depresi untuk konsultasi ke dokter, serta menjalani pengobatan sebelum melahirkan

Catatan dari SehatQ

Depresi postpartum merupakan kondisi yang dapat menyerang siapa saja termasuk pria. Gejala depresi pascapersalinan pada pria seperti menghabiskan banyak waktu dengan bekerja, mudah marah, hingga berperilaku kasar ke pasangan.Kondisi ini memerlukan penanganan serius karena bisa meningkatkan risiko bunuh diri. Cara mengatasi depresi postpartum dapat dilakukan dengan terapi, konsumsi obat-obatan tertentu, atau kombinasi antara keduanya.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
depresidepresi pascapersalinan
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/yes-postpartum-depression-in-men-is-very-real/
Diakses pada 5 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/depression/postpartum-depression/news/20210706/postpartum-depression-dads-study
Diakses pada 5 Oktober 2021
NCT. https://www.nct.org.uk/life-parent/emotions/postnatal-depression-dads-10-things-you-should-know
Diakses pada 5 Oktober 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/postpartum/what-its-like-be-dad-with-postpartum-depression/
Diakses pada 5 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait