Depresi Atipikal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


Depresi atipikal adalah subtipe dari major depressive disorder, dengan tambahan sejumlah gejala khusus. Satu gejala yang menjadi perbedaan utama, yaitu suasana hati dapat dengan mudah meningkat saat mengalami situasi atau peristiwa positif pada penderitanya.

0,0
Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang dapat menyerang semua kategori usia, termasuk remaja. Salah satu jenis depresi yang cukup sering dialami remaja adalah depresi atipikal.Masuk dalam golongan major depressive disorder atau depresi berat, kondisi ini berpotensi memberi pengaruh negatif terhadap perasaan, pikiran, serta perilaku penderitanya. Bahkan, beberapa penderita depresi atipikal seringkali merasa bahwa hidup mereka sudah tak berarti dan tidak layak dijalani.

Apa saja gejala depresi atipikal?

Gejala depresi atipikal umumnya sama seperti yang dialami oleh penderita major depressive disorder. Namun, ada satu gejala yang menjadi perbedaan utama, yaitu suasana hati dapat dengan mudah meningkat saat mengalami situasi atau peristiwa positif. Kondisi tersebut biasanya tidak terjadi pada penderita depresi mayor klasik.Berikut ini beberapa gejala depresi atipikal yang sama dengan penderita major depressive disorder:
  • Mudah lelah
  • Mudah tersinggung
  • Mudah merasa cemas
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulunya disukai
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan mengingat
  • Perasaan sedih atau putus asa yang berlangsung secara terus menerus
  • Munculnya pikiran atau pembicaraan tentang bunuh diri
Sementara itu, gejala khusus yang dialami oleh penderita depresi atipikal, di antaranya:
  • Nyeri tubuh
  • Sakit kepala
  • Peningkatan nafsu makan
  • Lengan dan kaki terasa berat
  • Kenaikan berat badan secara signifikan
  • Tidur dalam waktu yang lama, baik di siang maupun malam hari
  • Peningkatan suasana hati saat berada dalam situasi atau peristiwa positif
  • Memberi respons negatif yang ekstrem ketika dikritik atau merasakan penolakan
Gejala yang dialami masing-masing penderitanya mungkin akan berbeda satu sama lain. Untuk mencari tahu kondisi apa yang mendasarinya, berkonsultasilah dengan dokter saat mengalami gejala-gejala di atas.

Penyebab seseorang mengalami depresi atipikal

 
Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu faktor pemicu depresi atipikal
Depresi atipikal bisa dipicu oleh efek penyalahgunaan narkoba
Depresi diyakini sebagai kondisi yang terjadi karena gangguan pada fungsi otak yang mengatur suasana hati serta kemampuan berkomunikasi. Penyebab depresi sendiri hingga saat ini belum diketahui. Meski begitu, ada beberapa faktor yang disebut berkontribusi dalam berkembangnya depresi atipikal, antara lain:
  • Genetik atau keturunan dari orangtua
  • Efek penyalahgunaan alkohol dan narkoba
  • Menderita penyakit serius seperti HIV, stroke, dan penyakit jantung
  • Menjadi korban pelecehan, baik secara fisik, seksual, dan emosional
  • Konflik interpersonal dan emosi terkait, salah satunya rasa bersalah atas situasi atau kondisi tertentu
  • Peristiwa-peristiwa seperti lulus sekolah, kehilangan pekerjaan, pensiun, atau menjadi korban isolasi sosial
  • Merasakan kehilangan yang membuat penderitanya sangat terpukul seperti kematian, perceraian, atau perpisahan dengan orang terdekat

Bagaimana cara mengatasi depresi atipikal?

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemunculan gejala depresi atipikal. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi, meresepkan obat, atau kombinasi antara keduanya. Menerapkan pola hidup sehat juga dapat membantu meredakan gejala.Beberapa cara mengatasi depresi atipikal, di antaranya:
  • Konsumsi obat

Untuk mengatasi gejala depresi, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu seperti monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI). Jika Anda diminta mengonsumsi MAOI, jangan lupa bertanya ke dokter terkait makanan dan obat-obatan lain yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat ini.
  • Terapi bicara

Konseling dengan psikiater dapat membantu mengatasi depresi atipikal
Psikiater dapat membantu penderita depresi mengidentifikasi pola pikir tidak sehat
 Dalam terapi ini, Anda akan diminta oleh ahli kesehatan mental untuk mengekspresikan perasaan dan mengidentifikasi pola pikir tidak sehat. Setelah itu, terapis akan membimbing Anda untuk belajar menyelesaikan masalah. Anda juga akan diajarkan cara menetapkan tujuan hidup yang realistis sehingga dapat kembali memperoleh kepuasan dalam hidup.
  • Pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat dapat membantu mengatasi gejala depresi atipikal. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan meliputi berolahraga secara rutin, istirahat dengan cukup, tidak mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang, konsumsi suplemen, hingga menerapkan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam saat gejala menyerang.

Catatan dari SehatQ

Depresi atipikal adalah subtype dari major depressive disorder, dengan tambahan sejumlah gejala khusus. Satu gejala yang menjadi perbedaan utama, yaitu suasana hati dapat dengan mudah meningkat mengalami situasi atau peristiwa positif pada penderitanya, tidak seperti depresi mayor.Cara mengatasi kondisi ini bisa dengan terapi, konsumsi obat-obatan, atau kombinasi antara keduanya. Menerapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, istirahat cukup, dan tidak mengonsumsi alkohol dapat membantu mengatasi gejala.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
depresi
Healthline. https://www.healthline.com/health/depression/atypical-depression
Diakses pada 2 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/depression/guide/atypical-depression
Diakses pada 2 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait