Gigi Rapuh dan Mudah Patah? Bisa Jadi Tanda-Tanda Dentinogenesis Imperfecta


Dentinogenesis imperfecta adalah gangguan pertumbuhan gigi yang menjadi penyebab gigi rapuh dan mudah patah. Selain itu, kondisi ini juga membuat warna gigi berubah, seringnya menjadi biru-keabuan atau kuning-kecokelatan.

0,0
05 Jul 2021|Azelia Trifiana
Dentinogenesis imperfecta  menyebabkan gigi rapuhDentinogenesis imperfecta menyebabkan gigi rapuh
Dentinogenesis imperfecta adalah gangguan pertumbuhan gigi yang menjadi penyebab gigi rapuh dan mudah patah. Selain itu, kondisi ini juga membuat warna gigi berubah, seringnya menjadi biru-keabuan atau kuning-kecokelatan.Orang dengan dentinogenesis imperfecta juga rentan mengalami gigi rapuh dan patah. Ini bisa berdampak baik pada gigi susu maupun permanen.

Jenis dentinogenesis imperfecta

Berdasarkan klasifikasinya, ada tiga jenis dentinogenesis imperfecta:
  • Tipe 1: Terjadi pada orang yang memiliki osteogenesis imperfecta, kondisi genetik berupa tulang yang rapuh dan mudah patah
  • Tipe 2: Biasanya terjadi pada orang tanpa ada kondisi gangguan medis lainnya. Beberapa keluarga yang memiliki tipe 2 dentinogenesis imperfecta juga punya masalah pendengaran ketika berusia lanjut. Ini merupakan jenis dentinogenesis imperfecta paling banyak terjadi.
  • Tipe 3: Jenis ini pertama kali teridentifikasi pada sekelompok keluarga di Maryland serta individu dari keturunan Yahudi Ashkenazi
Dari ketiga jenis di atas, tipe 2 merupakan yang paling banyak berdampak pada gigi susu ketimbang gigi permanen. Setidaknya, dentinogenesis imperfecta terjadi pada 1 di antara 6.000-8.000 orang.

Penyebab gigi rapuh dan mudah patah

Faktor utama yang menjadi penyebab gigi rapuh dan mudah patah pada kondisi dentinogenesis imperfecta adalah mutasi gen DSPP. Selain itu, ada juga kondisi mutasi pada beberapa gen lain seperti COL1A1 atau COL1A2.Gen DSPP ini sebenarnya berperan dalam membentuk dua jenis protein penting untuk pertumbuhan gigi. Merekalah yang membentuk dentin, zat mirip seperti tulang yang melindungi lapisan tengah setiap gigi manusia.Ketika terjadi mutasi pada gen ini, maka proteinnya pun berubah. Akibatnya, produksi dentin menjadi abnormal. Gigi dengan dentin cacat akan berubah warna, lemah, dan sangat mudah patah.Belum jelas betul apakah mutasi genetik DSPP berkaitan atau tidak dengan masalah gangguan pendengaran yang terjadi pada lansia penderita dentinogenesis imperfecta tipe 2.Lebih jauh lagi, kondisi ini punya pola autosomal dominant. Artinya, salah satu saja gen berubah di tiap sel sudah bisa memicu terjadinya gangguan ini.

Gejala dentinogenesis imperfecta

Pada sebagian besar kasus, gejala pada tiap orang bisa berbeda-beda. Beberapa di antaranya berupa:
  • Obliterasi pulpa
  • Gigi rapuh dan mudah patah
  • Enamel hipoplasia
  • Gigi berwarna keabuan, kecokelatan, atau transparan
  • Gigi susu terlambat berganti menjadi gigi permanen
  • Akar gigi memendek
  • Gangguan pendengaran
  • Mudah mengalami luka
  • Perdarahan sulit berhenti
  • Fleksibilitas persendian di lutut berlebihan

Bagaimana diagnosis dan penanganannya?

Dentinogenesis imperfecta didiagnosis lewat pemeriksaan klinis, terutama X-ray gigi. Tanda-tanda spesifik yang ditemukan dalam pemeriksaan ini bisa berbeda bergantung pada jenis kondisinya.Sebagai contoh pada tipe 1, penderitanya juga mengalami osteogenesis imperfecta. Artinya ada kondisi medis lain yang menyertai yaitu rapuhnya tulang.Sementara pada tipe 2, gejala yang biasanya muncul adalah akar gigi pendek, warna gigi berubah, atau tidak ada mahkota gigi.Pada orang dengan tipe 3, warna gigi sejak gigi susu hingga permanen bisa berubah serta mahkota gigi lebih besar dari norma.Setelah dokter menegakkan diagnosis, penanganan fokus pada menghilangkan sumber infeksi atau rasa nyeri. Selain itu, tentu juga mengembalikan kondisi gigi agar tidak mudah hancur.Jenis penanganan bisa berbeda bergantung pada usia, seberapa parah, serta keluhan yang tengah dirasakan. Beberapa opsi penanganan adalah:
  • Menambal gigi dengan amalgam
  • Melakukan veneer untuk mengembalikan warna gigi
  • Memasang crown, caps, atau bridges
  • Memasang gigi implan
  • Restorasi resin
  • Teeth bleaching

Catatan dari SehatQ

Mengingat kondisi dentinogenesis imperfecta bisa terjadi sejak gigi susu, maka orangtua perlu perhatikan secara saksama kondisi gigi anak-anak. Gejala yang paling mudah dikenali adalah perubahan warna gigi menjadi keabuan, kebiruan, kecokelatan, atau bahkan transparan. Jangan tunda pemeriksaan sebelum kondisinya menjadi kian parah.Terlebih, kondisi ini juga disertai dengan gigi rapuh dan mudah patah. Jangan sampai penanganan terlambat membuat semakin banyak gigi patah dan perlu dilakukan implan gigi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menjaga agar kondisi ini tidak semakin memburuk, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan gigisakit gigigigi putih
Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6258/dentinogenesis-imperfecta
Diakses pada 21 Juni 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/genetics/condition/dentinogenesis-imperfecta/#inheritance
Diakses pada 21 Juni 2021
AAPD. https://www.aapd.org/globalassets/media/publications/archives/sapir-23-03.pdf
Diakses pada 21 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait