Dendeng Ternyata Bergizi, Ini Kandungan Nutrisi dan Cara Membuatnya

(0)
23 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dendeng terbuat dari potongan daging tanpa lemak yang kaya akan nutrisiDendeng mengandung berbagai vitamin dan mineral
Apakah Anda gemar menyantap dendeng? Makanan ini terbuat dari potongan daging tanpa lemak yang direndam dengan berbagai bumbu, saus, dan bahan tambahan lainnya. Potongan daging tersebut kemudian melewati berbagai metode pengolahan, mulai dari pengawetan, pengasapan, hingga pengeringan.Dendeng biasanya dijadikan sebagai lauk atau camilan yang lezat. Namun, tahukah Anda kalau santapan ini juga mengandung berbagai nutrisi yang menyehatkan? Beragam kandungan nutrisi tersbut juga bisa Anda dapatkan dengan membuat dendeng sendiri di rumah.

Kandungan nutrisi dendeng

Dendeng merupakan sumber protein yang kaya akan vitamin dan mineral. Seporsi dendeng (sekitar 28 gram) mengandung berbagai nutrisi berikut:
  • 116 kalori
  • 7,3 gram lemak
  • 9,4 gram protein
  • 3,1 gram karbohidrat
  • 0,5 gram serat
  • 12 persen dari nilai harian vitamin B12 
  • 21 persen dari nilai harian zinc
  • 9 persen dari nilai harian folat
  • 9 persen dari nilai harian fosfor
  • 7 persen dari nilai harian tembaga
  • 8 persen dari nilai harian zat besi
  • 4 persen dari nilai harian kalium
  • 3 persen dari nilai harian magnesium
  • 6 persen dari nilai harian kolin
  • 5 persen dari nilai harian selenium
  • 4 persen dari nilai harian tiamin
  • 3 persen dari nilai harian niasin
  • 3 persen dari nilai harian riboflavin.
Dendeng juga mengandung sedikit asam mangan, molibdenum, dan pantotenat. Makanan ini dapat bertahan lama sehingga cocok dijadikan stok di rumah atau dibawa saat bepergian.

Risiko mengonsumsi dendeng

Meski dendeng bergizi, ada sejumlah risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan makanan ini. Kondisi tersebut dipicu oleh dua hal berikut ini:
  • Mengonsumsi dendeng berlebihan

Seporsi dendeng (28 gram) mengandung 22 persen dari nilai harian natrium. Asupan natrium berlebih bisa membahayakan kesehatan karena memicu hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan ini. Dendeng juga tidak cocok dikonsumsi apabila Anda sedang melakukan diet yang membatasi asupan natrium.
  • Melewati banyak proses pengolahan

Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara daging olahan dan daging merah yang diawetkan, contohnya dendeng, dengan risiko kanker gastrointestinal yang lebih tinggi. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa daging kering yang diawetkan berpotensi terkontaminasi zat beracun mikotoksin, yang diproduksi oleh jamur yang tumbuh pada daging. Mikotoksin pun dikaitkan dengan risiko terhadap kanker tertentu.Jika Anda ingin mengonsumsi dendeng, pilihlah produk yang rendah natrium dan tidak melewati banyak proses pengolahan. Pastikan juga Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan.Jangan mengonsumsi dendeng apabila Anda alergi daging. Kondisi ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, mual, atau ruam setelah mengonsumsi daging.

Cara membuat dendeng

Anda juga bisa membuat dendeng sendiri di rumah. Di samping cukup mudah dibuat, Anda juga bisa mengontrol kadar natrium dalam dendeng. Beberapa cara membuat dendeng yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Siapkan potongan daging yang tidak berlemak, seperti daging bagian atas atau ujung sirloin.
  • Iris daging tipis-tipis dan pukul daging sampai pipih dengan menggunakan ulekan atau pemukul daging.
  • Rendamlah irisan daging dalam bumbu dan saus pilihan Anda.
  • Angkat dan tepuk-tepuklah dendeng untuk menghilangkan air dan minyak yang keluar
  • Masukkan daging ke dalam oven hingga kering selama kurang lebih 4-5 jam. Namun, lamanya waktu pengeringan bergantung pada tingkat ketebalan daging.
  • Setelah kering, dendeng pun siap disajikan.
Anda dapat mengkreasikan dendeng menjadi dendeng balado, dendeng asam manis, dendeng cabai hijau, dan lainnya. Jika Anda tidak berencana untuk mengonsumsi dendeng yang telah dibuat dalam waktu 1 minggu atau lebih, sebaiknya simpanlah dendeng dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri. 
makanan sehatcamilan sehathidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-beef-jerky-good-for-you#bottom-line
Diakses pada 09 September 2020
Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/beef-jerky-nutrition-facts-4147272
Diakses pada 09 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait