logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Delirium Vs. Demensia, Penyakit Lupa yang Picu Penurunan Kesadaran

open-summary

Demensia dan delirium, sama-sama menyebabkan gangguan ingatan. Meski demikian, tetap ada perbedaan di antara keduanya. Delirium adalah perubahan secara mendadak pada otak yang memicu kebingungan, sementara demensia adalah penurunan kemampuan fungsi otak.


close-summary

4.5

(4)

7 Jun 2019

| dr. M. Helmi A.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Delirium dan demensia sebenarnya adalah gangguan yang berbeda, meski sulit dibedakan

Delirium merupakan perubahan mendadak pada otak, yang mengakibatkan kebingungan

Table of Content

  • Mengenali perbedaan penyakit lupa delirium dan demensia

Delirium dan demensia adalah dua kondisi penyakit lupa yang sering menyebabkan gangguan kognitif. Keduanya dapat mengakibatkan kesulitan mengingat (pikun) dan gangguan berkomunikasi.

Advertisement

Delirium adalah perubahan secara mendadak pada otak yang menyebabkan kebingungan. sedangkan demensia adalah penurunan kemampuan fungsi otak. Delirium dan demensia adalah dua kondisi gangguan yang berbeda. Namun kadangkala, keduanya sulit dibedakan. 

Baca Juga

  • Cara Memilih Psikolog yang Bisa Memberikan Rasa Nyaman
  • Kenali 12 Cara Menghilangkan Kesedihan yang Sehat untuk Dicoba
  • Cara Meditasi yang Benar yang Bisa Dilakukan di Mana Saja

Mengenali perbedaan penyakit lupa delirium dan demensia

Seringkali, delirium terjadi pada pasien penyakit lupa dengan demensia. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk mengidentifikasi kondisi pasien: apakah mengalami delirium, demensia, atau malah keduanya?

Hingga saat ini, masih belum ada tes laboratorium yang bisa digunakan untuk membedakan delirium dan demensia. Namun, wawancara dan pemeriksaan fisik mendalam, bisa membantu membedakan kondisi delirium dan demensia.

Berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya.

1. Proses terjadinya penyakit lupa delirium dan demensia

Demensia pada umumnya terjadi secara perlahan dan bertahap, untuk dapat disadari, baik oleh penderita maupun orang sekitarnya. Mengetahui latar belakang dan kehidupan sehari-hari seseorang, dapat membantu mengevaluasi kondisinya.

Berbeda dari demensia, delirium merupakan proses perubahan yang terjadi secara mendadak. Pada suatu hari, mungkin penderita demensia terlihat baik-baik saja. Namun keesokan hari, mungkin ia tampak sangat kebingungan, hingga kesulitan mengenakan bajunya sendiri.

2. Penyebab

Penyebab dari demensia adalah beberapa penyakit seperti gangguan pembuluh darah, penyakit Alzheimer, lewy body dementia, atau penyakit lainnya. Sementara itu, delirium terjadi akibat penyakit seperti infeksi saluran kencing, radang paru-paru, dehidrasi, intoksikasi obat-obatan, atau sindrom putus obat dan alkohol.

3. Durasi

Pada umumnya, demensia bersifat kronis, progresif, dan tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, ada beberapa tipe demensia yang dapat disembuhkan. Seperti halnya kekurangan vitamin B12 dan gangguan fungsi kelenjar tiroid.

Delirium dapat berlangsung selama beberapa hari hingga bulan. Pada umumnya, delirium bersifat sementara, apabila penyebabnya dapat teridentifikasi dan diobati.

4. Kemampuan berkomunikasi

Penderita demensia mungkin dapat mengalami kesulitan menemukan kalimat yang tepat, pada saat berkomunikasi. Bersamaan dengan semakin parahnya demensia, penderitanya juga dapat mengalami kemunduran dalam mengekspresikan dirinya.

Sementara itu, delirium secara signifikan mengganggu kemampuan seseorang untuk berbicara secara runtut atau jelas.

5. Pemusatan perhatian dan daya ingat

Pada demensia, kewaspadaan umumnya tidak terganggu, hingga mencapai stadium akhir. Namun, gangguan memori atau daya ingat dapat timbul, mulai dari awal terjadinya penyakit. Pada delirium, hal yang sebaliknya terjadi. Gangguan memori biasanya tidak atau sedikit terganggu.

Meski demikian, penderita delirium mengalami gangguan kewaspadaan dan pemusatan perhatian yang sangat buruk.

6. Terapi

Beberapa obat-obatan dapat digunakan oleh penderita demensia yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Namun, obat-obatan tersebut sekadar memperlambat gejala demensia, seperti gangguan daya ingat dan perubahan perilaku, bukan menyembuhkannya.

Delirium membutuhkan terapi secara cepat oleh dokter. Hal ini karena delirium biasanya disebabkan oleh gangguan fisik atau adanya infeksi. Apabila delirium diakibatkan oleh adanya infeksi, pemberian antibiotik dapat menghilangkan gejala delirium.

Mengetahui perbedaan delirium dan demensia, akan sangat membantu dokter untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat, pada orang terdekat Anda yang mengalaminya.

Advertisement

kesehatan mentaldemensiadeliriumpikun

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved