logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Demam Saat Hamil Tak Boleh Diabaikan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

open-summary

Demam saat hamil sering kali disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, khususnya infeksi saluran kemih dan saluran pernapasan. Demam pada ibu hamil perlu segera diobati untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.


close-summary

1 Feb 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Demam saat hamil biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri

Demam saat hamil tidak boleh disepelekan

Table of Content

  • Penyebab demam pada ibu hamil
  • Risiko demam saat hamil
  • Cara mengatasi demam saat hamil
  • Pilihan obat demam untuk ibu hamil
  • Kapan ke dokter
  • Catatan dari SehatQ

Demam saat hamil memang agak mirip dengan salah satu gejala kehamilan yang biasa terjadi, yaitu hot flashes.

Advertisement

Padahal, demam saat hamil dan hot flashes sebetulnya dua hal yang berbeda.

Hot flashes adalah sensasi gerah berlebihan yang disebabkan kenaikan suhu tubuh, sementara demam adalah reaksi sistem imun tubuh yang berusaha melawan infeksi penyakit.

Tidak hanya itu, hot flashes merupakan kondisi normal yang terjadi pada 1 dari 3 ibu hamil, dan umumnya lebih sering terjadi pada malam hari.

Sementara itu, demam bisa jadi gejala adanya gangguan kesehatan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh mencapai lebih dari 37,5 derajat Celcius.

Penyebab demam pada ibu hamil

Demam saat hamil bisa terjadi akibat flu
Demam saat hamil bisa terjadi akibat flu

Berbeda dengan hot flashes yang terjadi akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh yang berdampak pada peningkatan aliran darah ke kulit, keluhan ibu hamil ini dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Demam saat hamil sering kali disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, khususnya infeksi saluran kemih dan saluran pernapasan. Penyebab umum demam ketika hamil meliputi:

  • Pilek biasa
  • Infeksi virus penyebab flu seperti, influenza, adanya sistem kekebalan tubuh yang berubah meningkatkan risiko terpapar flu.
  • Radang paru-paru (pneumonia)
  • Infeksi flu perut (gastroenteritis)
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi bakteri Listeria
  • Covid-19
  • Keracunan makanan.

Baca Juga

  • Amankah Konsumsi Omeprazole untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasannya
  • Supine Hypotension Syndrome, Bahaya Mengintai Saat Bumil Tidur Telentang
  • Demam Biasa atau Covid? Ini Gejala Omicron pada Anak

Mengingat Covid-19 tengah mewabah, berikan perhatian khusus jika demam disertai gejala-gejala lain yang biasa terjadi pada penderita penyakit akibat virus corona ini, seperti hilangnya kemampuan indra penciuman, batuk, atau sesak napas.

Segera hubungi dokter karena ibu hamil termasuk orang dengan risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi Covid-19.

Demikian halnya jika demam saat hamil disertai diare dan muntah. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, kontraksi rahim, dan persalinan prematur.

Gejala penyerta demam pada ibu hamil lainnya yang perlu diwaspadai adalah peningkatan suhu mencapai lebih dari 38 derajat Celcius, sesak napas, sakit punggung, panas dingin, sakit perut berat, dan leher kaku.

Periksakan diri Anda ke dokter saat mengalami gejala-gejala tersebut.

Risiko demam saat hamil

Bila demam pada ibu hamil tak tertangani, hal ini berisiko menimbulkan sumbing pada janin
Bila demam pada ibu hamil tak tertangani, hal ini berisiko menimbulkan sumbing pada janin

Demam yang berlangsung ringan atau sedang biasanya tidak memberikan dampak signifikan pada janin.

Apa yang terjadi pada janin saat ibu demam?

Menurut riset dari BMC Pregnancy and Childbirth, bila ibu hamil demam, suhu tubuh terlalu tinggi akan mengganggu sintesis protein di dalam tubuh. Efeknya, janin pun akan mengalami kematian sel, pembuluh darah terganggu, hingga plasenta rusak.

Namun, demam juga bisa mengindikasikan adanya infeksi pada ibu hamil yang bisa jadi berbahaya.

Beberapa jenis infeksi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko kehamilan,  termasuk keguguran. Maka penting sekali untuk mengetahui penyebab demam.

Jadi, demam saat hamil muda berbahayakah?

Bila tidak ditangani segera, hal ini akan meningkatkan risiko bayi mengalami cacat bawaan lahir, seperti sumbing hingga kelainan jantung.

Di samping itu, sejumlah studi mengaitkan demam tinggi pada ibu hamil yang tidak tertangani dengan peningkatan risiko autisme dan kelainan bawaan pada bayi.

Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi ini memiliki kemungkinan yang kecil.

Selain itu, hasil studi mengenai kaitan demam dan kelainan bawaan pada bayi ini juga masih dianggap belum memiliki bukti yang memadai.

Cara mengatasi demam saat hamil

Minum air putih bantu cegah dehidrasi saat demam
Minum air putih bantu cegah dehidrasi saat demam

Demam saat hamil sebaiknya tidak dibiarkan dan perlu diperiksa oleh dokter. Sebab, masalah ini akan tetap berlangsung selama penyebab demamnya belum diatasi.

Oleh karena itu, walaupun demam pada ibu hamil mungkin telah hilang dengan sendirinya, sebaiknya kondisi ini tetap dikonsultasikan pada dokter.

Sebelum pergi ke dokter, ada beberapa cara mengatasi demam pada ibu hamil, yaitu:

  • Minum banyak air putih dan cairan dingin lainnya untuk menurunkan suhu tubuh sekaligus mencegah dehidrasi. Khususnya jika demam disertai diare dan muntah.
  • Mandi air hangat atau berendam di dalamnya.
  • Jika harus dikompres, gunakan kompres air hangat.
  • Gunakan pakaian dan selimut yang tipis.
  • Pastikan Anda istirahat di tempat yang sejuk dan tidak terik.

Pilihan obat demam untuk ibu hamil

Konsumsi acitaminophen untuk menurunkan demam saat hamil
Konsumsi acitaminophen untuk menurunkan demam saat hamil

Jika suhu demam pada ibu hamil mencapai lebih dari 37,5 derajat Celcius, minumlah obat penurun demam seperti acetaminophen sebelum bertemu dokter.

Jangan konsumsi jenis obat-obatan aspirin atau ibuprofen tanpa sepengetahuan dokter.

Jika demam saat hamil disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan memberikan antibiotik yang aman untuk ibu hamil.

Perlu diingat bahwa antibiotik hanya bisa didapatkan dengan resep dokter dan konsumsinya harus sesuai dosis yang dianjurkan dokter.

Kapan ke dokter

Segera ke dokter jika demam tinggi pada ibu hamil juga diikuti dengan:

  • Memiliki komplikasi kehamilan, seperti diabetes
  • Merasakan gejala infeksi ginjal
  • Dehidrasi
  • Demam 4 hari tanpa henti
  • Demam muncul kembali dengan durasi 3 minggu berturut-turut
  • Muncul bau tak sedap dan lendir yang gatal dari dalam vagina.

Apabila kondisi tidak membaik, gejala bertambah parah, atau demam mencapai lebih dari 38 derajat Celcius, segera panggil layanan gawat darurat atau bawa diri Anda ke rumah sakit terdekat. 

Walaupun kondisi ini terjadi pada tengah malam, Anda dapat mendatangi instalasi gawat darurat agar demam saat hamil dapat segera ditangani.

Catatan dari SehatQ

Demam saat hamil harus ditangani segera. Selain menurunkan panas, sebaiknya juga cari tahu penyebabnya.

Selain itu, selalu jaga kebersihan, seperti cuci tangan dengan bersih, agar Anda terhindar dari infeksi yang menyebabkan demam.

Apabila Anda punya pertanyaan lain seputar masalah kehamilan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

demammasalah kehamilanmenjaga kehamilanhamilkehamilantrimester pertama kehamilanibu hamil

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved