Demam Kuning, Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Nyamuk

(0)
26 Aug 2020|Marco Anthony
Kulit menguning adalah salah satu gejala demam kuningWarna kulit pengidap demam kuning terlihat lebih kuning dari biasanya
Demam kuning adalah jenis penyakit demam mematikan yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Penderitanya mengalami jaundice (warna kulit berubah menjadi kuning) sehingga dinamakan demam kuning. Penyakit ini sangat sering dijumpai di benua Afrika dan negara-negara Amerika Selatan. Meski belum pernah ada kasus demam kuning di Indonesia, penyakit ini wajib diwaspadai.

Penyebab demam kuning

Yellow fever atau demam kuning disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi virus jenis flavivirus. Umumnya, nyamuk aedes aegepty yang sering menjadi pembawa virus ini. Tetapi nyamuk dari spesies lain juga bisa menjadi inang untuk virus flavivirus.Karena nyamuk sangat mudah berkembang di daerah lembap, memiliki genangan air, hingga hutan hujan tropis maka orang-orang yang tinggal di area tersebut rentan terkena demam kuning.Demam kuning dapat menyebabkan pendarahan pada BAB, gusi, hidung, dan mulut, sehingga dikategorikan sebagai demam berdarah.

Gejala demam kuning

Demam kuning atau yellow fever memiliki tingkat inkubasi yang cukup cepat yaitu tiga hingga enam hari setelah terpapar virus. Pada fase awal gejala demam kuning mirip sekali dengan influenza sehingga seringkali dianggap demam biasa.Gejala yellow fever dapat dikategorikan menjadi 3 fase. Yaitu fase awal, fase akut, dan fase toksik.

Fase awal

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Rasa ngilu pada persendian
  • Menggigil

Fase akut

Gejala umum dapat berubah menjadi fase akut dengan cepat. Gejala ini bisa dialami oleh penderita selama tiga hingga empat hari. Gejalanya meliputi:
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sendi terasa ngilu
  • Wajah berwarna kemerahan
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan turun
Sebagian besar orang akan berangsur membaik setelah fase akut lewat. Namun pada beberapa orang, gejala ini dapat terus berlanjut ke fase yang lebih berbahaya yaitu, fase toksik.

Fase toksik

Pada fase toksik, gejala yang timbul lebih berbahaya. Gejalanya meliputi:
  • Kesadaran yang terganggu atau Delirium
  • Muntah/muntah darah
  • Nyeri perut
  • Jumlah air seni berkurang
  • Kejang
  • Pendarahan pada bagian mata, hidung, dan mulut
  • Detak jantung tidak beraturan
Fase toksik dari demam kuning adalah yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Namun kabar baiknya, kemungkinan terjadinya fase toksik sangat rendah.

Bisakah demam kuning disembuhkan?

Sama seperti demam berdarah, demam kuning tidak dapat disembuhkan melalui obat-obatan. Tetapi dengan perawatan yang tepat seperti memberikan pasien makanan dan air minum yang cukup selama fase akut, pasien akan sembuh dengan sendirinya.Dalam beberapa kasus, penderita demam kuning dapat diberikan transfusi darah serta pengobatan lain terhadap berbagai infeksi yang muncul akibat gejala demam.

Bisakah demam kuning menular?

Demam kuning tidak dapat menular antar manusia lewat kontak biasa kecuali lewat jarum suntik bekas pasien yang masuk ke dalam pembuluh darah Anda.Demam ini ditularkan melalui nyamuk dan dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa.

Cara mencegah demam kuning

Cara satu-satunya mencegah demam kuning adalah dengan mendapatkan vaksinasi yellow fever. Vaksin ini berisi virus yang sudah dilemahkan lalu dimasukkan ke dalam tubuh Anda. Tujuannya agar tubuh dapat membuat pertahanan terhadap virus tersebut.Umumnya pemberian satu kali vaksin dapat memberikan perlindungan hingga 10 tahun.

Catatan dari SehatQ

Meski kasus demam kuning atau yellow fever belum pernah terdeteksi di Indonesia ada baiknya untuk selalu waspada. Apa lagi jika Anda hendak bepergian ke benua Afrika atau Amerika Selatan. Segeralah mendapatkan vaksinasi demam kuning. Karena menurut Center for Disease Control and Prevention, ada sekitar 200.000 jumlah kasus dan 30.000 kematian per tahun yang diakibatkan oleh demam kuning.
penyakitdemam berdarahdemam kuning
Healthline. https://www.healthline.com/health/yellow-fever#outlook
Diakses pada 12 Agustus 2020
Sinkarkes. https://kespel.kemkes.go.id/news/news_public/detail/39
Diakses pada 12 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/yellow-fever-symptoms-treatment#1
Diakses pada 12 Agustus 2020
CDC. https://www.cdc.gov/globalhealth/newsroom/topics/yellowfever/index.html#:~:text=Yellow%20fever%20virus%20is%20estimated,infected%20Aedes%20or%20Haemagogus%20mosquitoes.
Diakses pada 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait