Demam Berdarah Dengue, Penyakit yang Harus Diwaspadai oleh Lansia

08 Jul 2019 | dr. Budi Riyanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM, DTM&H, M.Sc
DBD ternyata lebih rentan terjadi pada lansia
Nyamuk Aedes aegypti membawa virus dengue yang merupakan cikal bakal DBD

Masyarakat Indonesia tentunya familiar dengan penyakit demam berdarah dengue. Penyakit demam berdarah dengue, atau yang biasa disingkat DBD, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. 

DBD bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia. Penyakit DBD diperkirakan menginfeksi sekitar hampir 390 juta orang dalam setiap tahunnya. Golongan lanjut usia (lansia) memiliki peluang yang lebih tinggi terjangkit penyakit DBD yang berisiko kematian. Hasil penelitian laboratorium di Vitória, Brasil, menunjukkan bahwa orang dewasa lanjut usia (60-80 tahun) cenderung mengalami penyakit DBD parah dibandingkan orang dewasa yang lebih muda (20-59 tahun). 

Di Taiwan dan Singapura, pasien DBD lanjut usia dilaporkan memiliki tingkat penularan virus dengue tertinggi dan menyumbang sebagian besar risiko kematian. Efek penuaan sistem kekebalan tubuh yang merusak fungsi fisiologis memiliki dampak negatif pada fungsi sistem kekebalan tubuh lansia. 

Adanya gangguan respons sel T dan produksi sitokin sebagai pengatur sistem kekebalan tubuh menyebabkan lansia mudah terinfeksi virus dengue. Selain itu, peningkatan penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, alergi, ginjal kronis, stroke, jantung, paru-paru, dan penyakit kronis lainnya, juga membuat lansia mudah terkena penyakit DBD. 

Gejala DBD

Gejala DBD biasanya mulai terlihat 7-21 hari setelah seseorang terinfeksi virus dengue. Pada awalnya, gejala yang umum terjadi adalah demam tinggi yang mampu menembus suhu 40 derajat Celsius. Beberapa gejala DBD lainnya, yaitu:

  • Tubuh menggigil
  • Sakit kepala parah
  • Munculnya bintik-bintik merah pada kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan hilang
  • Perut terasa nyeri dan mual-mual
  • Wajah nampak kemerahan
  • Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki
  • Nyeri hebat pada tulang dan sendi
  • Bagian belakang mata terasa sakit
  • Perdarahan yang tidak wajar, seperti gusi berdarah, mimisan, serta darah pada air seni atau feses

Cara Mencegah DBD

Hingga saat ini, sudah ditemukan vaksin DBD namun efektivitasnya masih perlu dikaji kembali. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan menghindari terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virusnya dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk DBD:

  • Membersihkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging)
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati
  • Menutup, membalik, atau jika perlu, menyingkirkan media-media kecil penampung air yang ada di sekitar rumah Anda
  • Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda
  • Memasang kelambu di ranjang tidur Anda
  • Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif
  • Mengenakan pakaian yang mampu melindungi Anda dari gigitan nyamuk
  • Melakukan pola hidup bersih sehat (PHBS)

Dengan melakukan langkah-langkah efektif ini, penyakit DBD bisa dicegah. Namun, apabila Anda atau keluarga memiliki gejala seperti di atas, sebaiknya jangan dianggap remeh dan segera berkonsultasi dengan dokter Anda. 

Penulis: 

dr. Budi Riyanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM, DTM&H, M.Sc
RS Columbia Asia Semarang

Ray Junhao Lin, Tau Hong Lee & Yee Sin Leo (2017) Dengue in the elderly: a review, Expert Review of Anti-infective Therapy, 15:8, 729-735, DOI: 10.1080/14787210.2017.1358610

Rowe EK, Leo Y-S, Wong JGX, Thein T-L, Gan VC, et al. (2014) Challenges in Dengue Fever in the Elderly: Atypical Presentation and Risk of Severe Dengue and Hospita-Acquired Infection. PLoS Negl Trop Dis 8(4): e2777. doi:10.1371/journal.pntd.0002777

Kemenkes RI. 2018. Infodatin Kemenkes - Situasi Penyakit Demam Berdarah di Indonesia Tahun 2017.

Artikel Terkait

Banner Telemed