Deg-Degan Menunggu Pembukaan Saat Melahirkan, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Menanti hingga bukaan lengkap sempurna merupakan sebuah proses yang panjang dan cukup menyakitkan
Proses pembukaan saat melahirkan disertai nyeri kontraksi

Bagi perempuan yang sudah pernah melahirkan, menunggu pembukaan saat melahirkan dari 1 hingga 10 bisa terasa bagai bertahun-tahun. Satu menit bisa terasa seperti berjam-jam, karena sang ibu harus tak kenal lelah menghadapi nyeri kontraksi.

Dalam persalinan normal, ada fase laten dan fase aktif yang harus dilalui seorang ibu. Ketika proses pembukaan saat melahirkan terjadi, kontraksi bisa terjadi lambat dan bisa juga cepat. Intinya, serviks sedang menjalani porses sehingga terbuka dan siap untuk persalinan.

Pembukaan saat melahirkan hingga bukaan 10 menandakan tahapannya telah lengkap. Di saat inilah sang ibu diperbolehkan mengejan untuk membantu mendorong bayi keluar. 

Dokter atau bidan akan melarang ibu untuk mengejan jika pembukaan belum lengkap, karena hal ini akan menyebabkan jalur lahir menjadi bengkak dan menghambat turunnya bayi.

Tahapan pembukaan saat melahirkan

Tentu tidak semua orang pernah merasakan pembukaan saat melahirkan. Untuk analogi lebih mudahnya, bayangkan uterus sebagai balon dan serviks sebagai ujung balon yang ditiup.

Ini adalah fase laten persalinan, yaitu menunggu hingga kontraksi semakin serasa. Serviks masih melakukan ‘pemanasan’ dan menjadi semakin lunak. 

Semakin lengkap pembukaan saat melahirkan, akan semakin besar pula dorongan di bagian leher balon (serviks). Ketika bukaan telah lengkap, maka ‘ruang’ untuk bayi keluar juga semakin luas.

Setelah fase laten, ada fase aktif persalinan yang dimulai dengan bukaan 1. Angka 1-10 menunjukkan ukuran lebar leher rahim atau serviks dalam centimeter. Semakin bertambah pembukaan saat melahirkan, akan semakin besar pula centimeter ukuran bukaannya.

  • Fase 1

Bukaan pertama terjadi ketika kontraksi membuka serviks dengan ukuran 0,5 cm hingga 0,7 cm setiap jamnya. Tidak ada penelitian ilmiah yang bisa menjawab secara pasti berapa lama bukaan ini akan berlangsung. Ada yang singkat, ada pula yang berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Lebar bukaan ini akan terus bertambah hingga 4 cm (seukuran biskuit Oreo), 5 cm (jeruk mandarin), 6 cm (irisan alpukat), 7 cm (tomat). 

Semakin intens kontraksi, akan semakin besar pula  bukaannya. Mulai dari 8 cm (seukuran apel), 9 cm (seukuran donat), dan 10 cm (seukuran bagel yang besar).

Pada bukaan awal hingga 3 cm, ini termasuk dalam fase awal persalinan. Saat bukaan berukuran 3-7 cm, disebut fase persalinan aktif, sementara saat bukaan serviks antara 7-10 cm, disebut juga dengan fase transisi.

Semakin besar bukaan, kontraksi akan terjadi dengan interval semakin cepat. Intensitasnya pun berlangsung lebih lama.

Pada fase pertama ini, sangat wajar ketika seorang wanita akan merasa kesakitan, lelah, dan bingung apa yang harus dilakukan. Melatih pernapasan dan melakukan gerakan ringan dapat membantu.

  • Fase 2

Ketika pembukaan saat melahirkan sudah mencapai 10 cm, itulah saatnya sang ibu mengejan. Kontraksi juga biasanya membuat sang ibu terdorong untuk mengejan, seperti saat menahan buang air.

Fase kedua bisa berlangsung selama beberapa menit saja atau bahkan berjam-jam. Kapan seorang ibu mengejan adalah proses alami dan sebaiknya mendengarkan sinyal tubuh. Posisikan tubuh senyaman mungkin.

Ketika sang ibu berhasil mengejan hingga bayinya keluar, bisa muncul rasa nyeri atau sensasi terbakar karena kulit di vagina dan perineum melebar sesuai ukuran bayi. Namun hal ini hanya terasa selama beberapa menit saja.

Ini merupakan tanda berakhirnya fase 2 persalinan. Perlu diingat bahwa sang ibu perlu punya rencana persalinan jika proses mengejan tidak berlangsung dengan mulus. Apakah mencoba opsi operasi caesar, induksi, dan lainnya. Semua bergantung pada kesepakatan calon orangtua dan dokter.

  • Fase 3

Setelah persalinan usai, kontraksi hanya terjadi dengan intensitas yang jauh lebih ringan. Biasanya, setelah mengalami sekali atau dua kali kontraksi, secara alami plasenta akan keluar dari vagina. 

Plasenta ini harus keluar karena tidak lagi memiliki peran apapun setelah bayi dilahirkan. Sama seperti bayi, plasenta juga keluar lewat kontraksi namun dengan keharusan mengejan jauh lebih ringan.

Hanya beberapa saat usai persalinan, serviks akan berangsur kembali ke ukuran semula. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu. Itulah mengapa sang ibu kadang masih merasakan kontraksi hingga beberapa hari usai melahirkan.

Setiap persalinan itu berbeda

Seluruh proses persalinan mulai dari pembukaan saat melahirkan hingga momen mendengar tangisan bayi di dunia tentu berlangsung berbeda antara satu wanita dengan lainnya. 

Ada yang proses persalinannya hanya beberapa menit saja, ada juga yang perlu waktu lebih dari 24 jam. Ada wanita yang merasakan penambahan pembukaan saat melahirkan secara intens dan teratur. Namun ada juga yang berhenti di tengah jalan dan tidak merasakan ada kontraksi lanjutan

Bukan sekadar mitos jika ada yang menyebut rasa sakit saat persalinan setara dengan patah tulang. Itulah mengapa mempersiapkan diri dengan memahami proses pembukaan saat melahirkan bisa membantu.

Dengan memahami hal ini, orang bisa mengerti apa yang sedang dan akan terjadi pada tubuhnya. Sekaligus, bisa tahu pasti apa yang perlu dilakukan jika situasi berjalan tidak semestinya.

Mengerti apa yang terjadi saat proses persalinan membantu sang calon ibu untuk lebih rileks dan tenang.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/first-stage-of-labor/
Diakses 21 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/cervix-dilation-chart#next-steps
Diakses 21 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322615.php
Diakses 21 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed