Hormon Kortisol (Hormon Stres): Definisi, Fungsi, dan Cara Mengendalikannya


Hormon kortisol atau hormon stres, memiliki peran yang penting pada tubuh. Namun, jika hormon ini terlalu tinggi atau terlalu rendah, efeknya bisa berbahaya. Bagaimana mengendalikannya?

0,0
02 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hormon kortisol adalah hormon yang berkaitan dengan respons tubuh saat menghadapi stresMerawat hewan peliharaan dapat membantu mengurangi stres dan menurunkan kadar hormon kortisol
Tak seperti hormon testosteron atau hormon estrogen, mungkin sebagian dari Anda belum mengenal hormon kortisol. Ini adalah hormon yang berkaitan dengan respon tubuh terhadap stres.
Berperan penting untuk tubuh, apa saja fungsi serta gangguan hormon kortisol? Mengapa kadar hormon ini harus dikendalikan? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Apa itu hormon kortisol?

Hormon kortisol adalah hormon steroid yang terjadi secara alami. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal yang juga diatur oleh kelenjar pituitari. Fungsi utamanya adalah berkaitan dengan respon tubuh terhadap stres.Untuk itu, hormon kortisol juga bisa disebut sebagai hormon stress. Padahal, kortisol juga berperan lebih dari itu. Mengutip dari Health Direct, ketika dilepaskan ke dalam aliran darah, kortisol dapat bekerja pada banyak bagian tubuh yang berbeda dan berfungsi untuk:
  • Merespon stres atau bahaya.
  • Meningkatkan glukosa dalam metabolisme tubuh.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Mengurangi peradangan.
Selain itu, fungsi hormon kortisol lainnya adalah mempunyai mekanisme fight of flight response, yaitu ketika tubuh menghadapi tantangan secara mental maupun fisik.Tubuh juga akan mengatur produksi jumlah hormon kortisol dalam tubuh agar tetap seimbang. Apalagi, sebagian besar sel dalam tubuh mempunyai reseptor kortisol.Sekresi hormon dikendalikan oleh beberapa kombinasi kelenjar dalam tubuh, yaitu hipotalamus, kelenjar pituitari, dan juga kelenjar adrenal.

Gangguan pada hormon kortisol

Sebagai hormon yang keluar pada saat stress, kortisol berperan penting bagi fungsi tubuh lainnya.Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena kadar hormon yang terlalu tinggi serta terlalu rendah bisa mengakibatkan gangguan atau penyakit tertentu. Berikut adalah penjelasannya.

1. Hormon kortisol terlalu tinggi

Tingginya kadar hormon kortisol dalam jangka waktu yang lama pada tubuh berkaitan dengan sindrom Cushing. Ada berbagai faktor atau penyebab, seperti tumor yang menghasilkan hormon adrenokortikotropik atau mengonsumsi jenis obat tertentu.Berikut adalah beberapa gejala dari gangguan saat hormon kortisol terlalu tinggi, yaitu:
  • Berat badan meningkat dengan cepat.
  • Lengan dan kaki terlihat ramping.
  • Wajah membulat.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mengalami osteoporosis.
  • Perubahan kulit (memar dan stretch marks ungu).
  • Kelemahan otot.
  • Perubahan suasana hati (kecemasan, depresi, cepat marah).
  • Peningkatan rasa haus dan buang air kecil.
Tak hanya gejala di atas, kadar kortisol tinggi juga dapat menyebabkan menurunnya gairah seksual, menstruasi tidak teratur, hingga berhenti sama sekali (amenorea) pada wanita.

2. Hormon kortisol terlalu rendah

Sedangkan rendahnya kadar kortisol dalam tubuh berkaitan dengan penyakit Addison. Kemungkinan besar, penyebabnya adalah karena ada masalah pada kelenjar pituitari atau kelenjar adrenal.Gejala dari kondisi ini pun akan muncul secara bertahap, di antaranya adalah:
  • Kelelahan,
  • Pusing (terutama saat berdiri),
  • Penurunan berat badan,
  • Kelemahan otot,
  • Perubahan suasana hati, dan
  • Daerah kulit menggelap.
Walaupun jarang terjadi, Anda perlu lebih berhati-hati karena kondisi hormon kortisol yang terlalu sedikit berpotensi mengancam jiwa.Apabila Anda merasa mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera mendapatkan diagnosis dari dokter spesialis endokrin.

Cara mengendalikan hormon kortisol di tubuh

Kondisi seperti hormon kortisol terlalu tinggi atau terlalu rendah sama-sama berbahaya bagi kesehatan tubuh. Untuk itu, Anda perlu mengetahui beberapa cara menjaga keseimbangan kadar kortisol dalam tubuh, seperti:

1. Beristirahat dengan cukup

Kualitas, durasi, dan jam tidur Anda memengaruhi kadar hormon. Berbagai penelitian telah menemukan, tidur cukup di malam hari akan membantu Anda untuk mengendalikan hormon kortisol.Insomnia juga berisiko meningkatkan hormon kortisol hingga 24 jam ke depan. Agar mudah terlelap dan mendapatkan tidur yang cukup, coba untuk berolahraga teratur serta menghindari distraksi sebelum tidur.

2. Rileks dan mengendalikan stres

Latihan relaksasi dapat membantu menjaga keseimbangan kadar hormon stres. Latihan paling mudah untuk menenangkan pikiran yaitu dengan membiasakan bernapas dalam-dalam.Anda juga bisa menerapkan latihan pernapasan tersebut sebelum tidur. Begitu juga dengan mengikuti kelas yoga atau tai chi karena efektif untuk membantu mengurangi stres.Cara mudah lainnya yang bisa Anda coba adalah mendengarkan musik, setidaknya selama 30 menit untuk membantu menjaga keseimbangan hormon kortisol.

3. Merasa bahagia

Cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan hormon kortisol adalah dengan bahagia dan bergembira. Studi menemukan bahwa aktivitas positif berkaitan dengan penurunan tekanan darah, jantung sehat, sistem imun lebih kuat, dan penurunan kadar hormon kortisol.

4. Menjaga hubungan personal

Dinamika hubungan dengan orang lain juga memengaruhi kadar hormon kortisol. Menurut penelitian, anak-anak yang berasal dari keluarga stabil memiliki level hormon kortisol seimbang.Begitu juga dengan dukungan dari orang terkasih, karena dapat membantu menurunkan kadar hormon stres tersebut.

5. Mengonsumsi makanan sehat

Ternyata, makanan yang Anda konsumsi pun memengaruhi kadar hormon kortisol. Contoh makanan yang dapat menaikkan hormon stres ini yaitu makanan atau minuman bergula.Untuk mengendalikan kadar kortisol dalam tubuh, Anda bisa mengonsumsi cokelat hitam murni, berbagai buah-buahan (seperti pir dan pisang), teh hijau atau teh hitam, yogurt, dan air putih.Untuk mengetahui lebih banyak mengenai peran dan fungsi hormon kortisol dalam tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.
streshormon kortisolhormonkelenjar adrenalhidup sehat
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/the-role-of-cortisol-in-the-body
Diakses pada 2 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cortisol-symptoms
Diakses pada 2 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/ways-to-lower-cortisol
Diakses pada 2 Desember 2019
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/cortisol-and-stress-how-to-stay-healthy-3145080
Diakses pada 2 Desember 2019
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-fight-or-flight-response-2795194
Diakses pada 2 Desember 2019
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/cortisol-and-stress-how-to-stay-healthy-3145080. Diakses pada 6 November 2021Hormone. https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/cortisol. Diakses pada 6 November 2021Your Hormones. https://www.yourhormones.info/hormones/cortisol/. Diakses pada 6 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait