logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Decaffeinated Coffee, Sehatkah?

open-summary

Decaffeinated coffee adalah kopi yang sebanyak 97% kandungan kafeinnya telah hilang. Bagi ibu hamil atau orang yang sedang membatasi asupan kafein, decaf coffee adalah alternatif yang cocok.


close-summary

11 Agt 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Decaffeinated coffee hanya mengandung sedikit kafein

Decaffeinated coffee memiliki kandungan kafein rendah

Table of Content

  • Decaf coffee tetap mengandung kafein
  • Manfaat konsumsi decaf coffee
  • Catatan dari SehatQ

Tidak semua kopi harus mengandung kafein, itu sebabnya ada yang disebut decaffeinated coffee atau decaf coffee. Bagi ibu hamil atau orang yang sedang membatasi asupan kafein, decaf coffee adalah alternatif yang cocok. Dalam decaffeinated coffee, setidaknya sebanyak 97% kandungan kafeinnya telah hilang.

Advertisement

Mengingat kandungan kafein dalam decaf coffee sudah jauh berkurang, ini pula yang membuat rasanya menjadi lebih lembut. Bergantung pada metode yang digunakan pula, warna decaf coffee juga bisa berbeda dari kopi kebanyakan.

Decaf coffee tetap mengandung kafein

Decaffeinated coffee bukan berarti benar-benar bebas kafein. Umumnya, kandungan kafein di dalamnya adalah sekitar 3 mg di tiap sajian. Dalam sebuah studi, ditemukan rata-rata 180 ml cangkir decaf coffee mengandung 0-7 mg kafein.

Organisasi kesehatan internasional mengkategorikan konsumsi kafein tinggi pada bumil adalah pada mereka yang mengonsumsi >300 mg per hari. Jadi, kadar kafein pada decaf coffee memang jauh lebih rendah. Karena itu, bagi bumil yang tetap ingin meminum kopi, minum decaf coffee bisa menjadi pilihan.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan kadar kafein dalam kopi. Mulai dari dicuci dalam cairan pelarut hingga kafeinnya mengalami ekstraksi, kemudian disaring.

Selain itu, kafein juga bisa dihilangkan menggunakan karbon dioksida atau penyaring arang. Metode ini dikenal dengan nama Swiss Water Process.

Meskipun telah melalui proses penghilangan kadar kafein, nutrisi decaf coffee dibandingkan dengan kopi biasa tetap sama. Hal yang membedakan hanyalah kandungan kafein di dalamnya.

Baca Juga

  • 7 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang Mudah Dilakukan
  • Kental dengan Dunia Sihir Hingga Harry Potter, Apa Itu Tanaman Mandrake?
  • Sebelum Marah, Terapkan 5 Cara Menahan Emosi Ini

Manfaat konsumsi decaf coffee

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi decaf coffee. Jika bahaya minum kopi berlebihan terhadap tubuh sedikit banyak disumbang kandungan kafein di dalamnya, decaf coffee mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Apa saja?

1. Kaya antioksidan

Decaffeinated coffee termasuk salah satu minuman kaya antioksidan berupa hydrocinnamic acid dan polyphenols. Kandungan antioksidan ini efektif menetralkan zat radikal bebas. Tak hanya itu, antioksidan dalam decaf coffee bisa mencegah penyakit seperti jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

2. Memaksimalkan fungsi liver

Efek dari decaf coffee bisa membantu melindungi fungsi liver. Selain itu, decaf coffee, asalkan tidak ditambahkan gula, juga bisa menurunkan risiko seseorang menderita diabetes tipe 2. Tiap cangkirnya bisa menurunkan risiko hingga 7%.

3. Mencegah penyakit penuaan

Ada banyak penyakit yang terjadi karena penuaan, termasuk yang berhubungan dengan kesehatan otak. Kabar baiknya, decaf coffee dapat melindungi neuron dalam otak sehingga mencegah penyakit degeneratif saraf seperti Alzheimer dan Parkison’s.

Dalam sebuah penelitian, manfaat ini muncul berkat kandungan chlorogenic acid dalam kopi. Sementara untuk manfaat dari kopi biasa, juga disebut bermanfaat untuk mengurangi risiko demensia. Penelitian seputar manfaat dari decaf coffee secara spesifik masih terus dikembangkan.

4. Meredakan heartburn

Orang yang menderita GERD tentu sudah biasa dengan sensasi heartburn ketika asam lambung naik ke esofagus. Banyak yang menghubungkan minum kopi dengan kondisi ini. Di sisi lain, mengonsumsi decaf coffee bisa membantu meredakan naiknya asam lambung dibandingkan dengan kopi biasa.

Kafein tentu tak selalu buruk. Jika dibandingkan dengan decaf coffee, kopi dengan kandungan kafein utuh bisa lebih signifikan membuat seseorang berenergi, mood lebih baik, hingga daya fokus lebih lama.

Jenis kopi mana yang dipilih kembali lagi pada toleransi tiap individu. Bagi seseorang, satu cangkir kopi dengan kadar kafein normal bisa terasa sangat dominan. Namun ada juga orang yang bisa mengonsumsi lebih dari 3 cangkir dan tidak merasakan apa-apa.

Catatan dari SehatQ

Idealnya, asupan kafein orang dewasa setiap harinya jangan lebih dari 400 mg. Ini setara dengan 4 cangkir kopi. Kelebihan kafein bisa saja membuat sistem saraf pusat kewalahan dan memunculkan rasa cemas serta sukar beristirahat.

Ibu hamil, remaja, atau orang yang mengonsumsi obat tertentu mungkin bisa mempertimbangkan konsumsi decaf coffee. Dengan demikian, mereka bisa tetap menikmati kopi tanpa khawatir dengan efek samping akibat terlalu banyak kafein.

Advertisement

kopihidup sehatpola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved