Gejala Demam Berdarah pada Bayi, Paling Rentan di Usia 1 Tahun Pertama


Gejala demam berdarah pada bayi lebih sulit dikenali daripada ciri DBD pada orang dewasa. DBD pada bayi paling rentan terjadi pasa usia 0-12 bulan sehingga orangtua perlu waspada.

(0)
01 Apr 2020|Azelia Trifiana
Gejala demam berdarah pada bayi lebih sulit dikenali dari ciri DBD pada orang dewasaGejala demam berdarah pada bayi selain demam adalah bayi lesu dan tidak mau menyusu
Gejala demam berdarah pada bayi lebih sulit dikenali ketimbang tanda demam berdarah pada orang dewasa. Oleh sebab itu, kewaspadaan orangtua sangat diperlukan untuk mencegah DBD pada bayi yang bisa mengancam jiwa si Kecil.  Hanya perlu satu gigitan dari nyamuk aedes aegypti atau yang terinfeksi demam berdarah dengue (DBD), bisa menyebabkan DBD pada bayi. Usia paling rentan adalah 0-12 bulan, sehingga orangtua harus benar-benar melindungi bayinya terutama saat DBD sedang mewabah.Di Indonesia, DBD termasuk salah satu penyakit paling mematikan. Hingga awal Maret 2020, Kementerian Kesehatan RI mencatat ada sekitar 17.820 kasus DBD di seluruh daerah.

Gejala demam berdarah pada bayi

Berbeda dengan orang dewasa yang bisa dengan gamblang menceritakan apa yang tengah dirasakannya, ciri DBD pada bayi lebih sulit dikenali. Anak kecil atau bayi belum bisa menceritakan bahwa dirinya sedang sakit.Selain itu, gejala demam berdarah pada bayi mirip dengan penyakit yang umum diderita anak-anak. Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), beberapa gejala DBD pada bayi adalah:
  • Mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius
  • Temperatur tubuh di bawah 36 derajat Celsius
  • Bayi lebih rewel hingga terus menangis
  • Bayi lesu dan tidak mau menyusu
  • Muncul ruam di tubuhnya
  • Ada perdarahan tidak wajar di gusi atau hidung
  • Merasa mual
  • Muntah lebih dari tiga kali sehari
  • Rasa nyeri di belakang bola mata
Demam yang menandakan adanya DBD pada bayi bisa terjadi tiba-tiba dan temperaturnya langsung tinggi dalam waktu yang cepat. Selain itu, tubuh bayi akan merasa tidak nyaman karena persendiannya terasa sakit.

Cara mengatasi DBD pada bayi

Tidak ada satu cara pasti untuk mengatasi DBD pada bayi, perlu dilakukan beberapa cara sekaligus. Namun yang pasti, orangtua sebaiknya tidak panik karena justru membuat sulit berpikir jernih. Beberapa cara mengatasi DBD pada bayi yang bisa dilakukan adalah:

1. Periksa ke dokter

Untuk tahu pasti apakah terjadi gejala demam berdarah pada bayi atau hanya penyakit biasa, segera periksakan bayi Anda ke dokter. Dokter akan menyarankan uji laboratorium untuk mencari tahu apakah ada infeksi dalam tubuh anak. Sampaikan pada dokter bagaimana perubahan suhu tubuh anak. Jika temperatur menjadi tinggi dengan cepat, bisa jadi tanda terjadinya DBD pada bayi.

2. Memastikan tidak dehidrasi

Mual hingga muntah beberapa kali adalah tanda terjadinya DBD pada bayi. Untuk itu, pastikan anak selalu mendapat asupan cairan. Apabila usianya masih di bawah 6 bulan, berikan ASI atau susu formula secara berkala untuk mengganti cairan yang terbuang.Kenali juga gejala dehidrasi seperti mulut kering, tidak keluar air mata saat menangis, jarang buang air kecil, hingga ubun-ubun di kepala yang semakin menjorok ke dalam.

3. Beri obat

Obat yang aman diberikan pada bayi harus di bawah supervisi dokter. Umumnya, dokter akan memberikan paracetamol untuk menurunkan demam sehingga bayi bisa beristirahat dan merasa lebih nyaman. Hindari obat penghilang nyeri seperti aspirin atau ibuprofen karena dapat menyebabkan perdarahan. Perlu diingat tidak ada obat khusus untuk DBD, hanya obat-obatan yang menghilangkan gejala. 

4. Perawatan di rumah sakit

Apabila bayi tidak bisa menerima asupan cairan sama sekali, dokter akan menyarankan rawat inap sehingga bisa memberikan cairan elektrolit melalui infus. Jika dilakukan sejak awal, hal ini efektif membantu proses pemulihan akibat DBD pada bayi. Umumnya, DBD pada bayi akan sembuh setelah 1-2 minggu tanpa ada masalah lanjutan. Sebisa mungkin, jaga lingkungan sekitar bayi agar aman dari gigitan nyamuk. Orang di sekitar juga harus waspada agar tidak terkena gigitan nyamuk penyebab demam berdarah dengue.

Cara mencegah DBD pada bayi

Belum ada vaksin khusus untuk mencegah DBD pada bayi, yang sudah tersedia adalah untuk usia 9 tahun ke atas. Untuk itu langkah pencegahan harus dimulai dari rumah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan perlindungan demam berdarah di antaranya:
  • Memastikan tidak ada genangan air tempat nyamuk berkembang biak
  • Menutup pintu dan jendela di saat wabah DBD marak
  • Memastikan anak mengenakan pakaian yang melindungi saat berada di luar rumah
  • Menggunakan losion anti nyamuk yang aman untuk bayi
Jika tidak langsung terdeteksi, DBD pada bayi bisa memburuk dengan cepat. Untuk itu, terus monitor gejala sekecil apa pun yang terjadi pada anak dan segera berkonsultasi ke dokter apabila terindikasi menderita demam berdarah dengue (DBD).
demam berdarah denguedbddemam berdarahgigitan nyamuk
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/dengue-in-babies-and-toddlers-symptoms-diagnosis-treatment-and-prevention/
Diakses 15 Maret 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/dengue.html
Diakses 15 Maret 2020
CDC. https://www.cdc.gov/dengue/resources/educationmaterials_pdfs/15_261427-C_Seda_508_Update_Protect_your_infant_from_dengue.pdf
Diakses 15 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait