Ketahui Berapa Lama Daya Tahan ASI Perah dan Ciri ASI Basi


Daya tahan ASI perah tergantung dari tempat dan cara penyimpanannya. Kenali juga ciri ASI basi dari rasa, bau dan teksturnya agar Anda tidak memberikannya kepada bayi.

(0)
20 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Daya tahun ASI perah berbeda-beda, tergantung pada cara penyimpanan ASIASI perah tidak dapat bertahan lama dalam ruangan terbuka
Menjadi ibu menyusui bukan hanya mengharuskan Anda untuk menjaga suplai air susu ibu cukup bagi si buah hati. Anda pun harus mengetahui seluk-beluk ASI tersebut agar tetap berkualitas, termasuk daya tahan ASI perah, cara penyimpanan ASI, dan ciri ASI basi itu sendiri.Pengetahuan mengenai seluk-beluk penyimpanan ASI ini sangat diperlukan terutama bagi ibu yang akan kembali bekerja setelah cuti melahirkan usai. Hal ini tidak memungkinkan mereka untuk terus menyusui bayi secara langsung sehingga sebagai gantinya bayi akan meminum ASI perah.Meskipun demikian, ibu yang tidak harus bekerja di luar rumah juga bisa memerah kemudian menyimpan ASI. Tujuannya sebagai tindakan preventif, bila sewaktu-waktu ibu sakit atau harus bepergian ke suatu tempat yang harus menitipkan bayi untuk sementara waktu.

Daya tahan ASI perah sesuai dengan cara penyimpanannya

Setelah air susu dipompa dengan tangan atau menggunakan alat pompa khusus ASI, simpan hasil perahan tersebut pada wadah khusus ASI. Wadah ini bisa terbuat dari plastik (pastikan berlabel BPA-free) maupun botol kaca.Apa pun wadah yang Anda pilih, pastikan wadah tersebut bersih, steril, serta dapat ditutup dengan rapat untuk membuat ASI tahan lama. Jangan pernah menggunakan plastik atau botol kaca bekas yang diperuntukkan bagi keperluan selain penyimpanan ASI.Setelah itu, ASI dapat disimpan di suhu ruang, kulkas, freezer, maupun deep freezer (-20 derajat celcius). Perbedaan daya tahan ASIP berdasarkan cara penyimpanan ASI perah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Suhu ruang (25 derajat celcius atau kurang)

Daya tahan ASI perah tanpa kulkas atau pada suhu ruang adalah maksimal 4 jam, meski Anda dapat memperpanjangnya menjadi 6-8 jam jika kondisi lingkungan sangat bersih. Meski demikian, Akademi Dokter Anak Amerika Serikat (AAP) merekomendasikan ASI untuk langsung disimpan dalam kulkas jika tidak ingin segera digunakan.

2. Kulkas (4 derajat celcius)

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI dapat disimpan di dalam lemari pendingin selama 72 jam. Daya tahan ASI yang sudah dimasukkan ke dalam kulkas adalah maksimal 4 hari. Bahkan, ASI tidak akan basi dalam 5 hari jika Anda meletakkannya di bagian dalam lemari pendingin.Sebisa mungkin, jangan simpan ASI di bagian pintu kulkas. Pasalnya, area ini rawan mengalami perubahan suhu, terutama jika kulkas dibuka-tutup terlalu sering.

3. Freezer (0 - minus 18 derajat)

Ketahanan ASI setelah dipompa akan bertambah ketika dimasukkan ke dalam freezer, yakni bisa sampai 3-6 bulan lamanya. Namun, pastikan freezer Anda memiliki pintu tersendiri, bukan hanya kotak freezer seperti yang terdapat pada kulkas satu pintu.Lagi-lagi, jangan letakkan ASI di pintu freezer karena rawan terjadi perubahan suhu. Bila perlu juga, freezer hanya digunakan untuk menyimpan ASI dan tidak dibarengi oleh bahan makanan lainnya.

4. Deep freezer (minus 4 - minus 20 derajat celcius)

Cara penyimpanan ASI ini akan membuat daya tahan ASI makin panjang, yakni hingga 12 bulan. Deep freezer sebagai media penyimpanan biasanya berbentuk kulkas khusus, seperti peti untuk menyimpan es krim maupun makanan beku lainnya.Untuk memastikan ASI tidak melewati batas kadaluarsanya, Anda disarankan menempelkan label bertuliskan tanggal pemerahan. Gunakan sistem ‘first in, first out’, yakni ASI yang terlebih dahulu diperah harus digunakan terlebih dahulu.Selain cara menyimpan ASI, Anda juga harus memperhatikan cara mencairkan ASI perah ini karena daya tahan ASI akan berubah setelah dicairkan. ASI perah yang sudah dicairkan dapat bertahan 24 jam di lemari pendingin (kulkas) dan sebaiknya langsung dihabiskan.Bila tidak, ASI sisa sebaiknya dibuang. Namun, CDC dan AAP berpendapat ASI sisa ini dapat diminumkan kembali pada bayi asal tidak melewati batas 2 jam setelah dicairkan.

Kenali ciri ASI basi

Anda tentu tidak ingin meminumkan ASI yang telah basi kepada bayi Anda, bukan? Nah, untuk menghindari kemungkinan terburuk ini, Anda juga wajib mengenali ciri ASI basi berikut ini:

1. Adanya gumpalan

ASI cair akan memiliki dua lapisan, yakni cairan di bagian bawah dan minyak di atasnya. Namun, jika wadah penyimpanan ASI digoyangkan, kedua lapisan ini akan menyatu.Bila pada ASI cair masih terlihat gumpalan setelah digoyangkan tersebut, kemungkinan ASI Anda telah basi. Pasalnya, penggumpalan tersebut mengindikasikan bahwa ASI tidak lagi berkualitas baik.

2. Berbau masam

ASI berkualitas baik yang dibekukan umumnya akan memiliki bau seperti sabun atau sedikit asam ketika dicairkan. Ini disebabkan oleh kandungan lipase dalam ASI dan sebenarnya masih aman untuk diminum bayi. Untuk memastikan ASI basi atau tidak, buka wadah penyimpanan ASI dan cium bau ASI perah yang telah dicairkan tersebut. ASI yang basi akan berbau asam mirip dengan susu sapi yang telah kadaluarsa.

3. Terasa asam

ASI perah memang memiliki rasa hambar yang tidak menyenangkan di lidah orang dewasa. Proses pembekuan dan mencairkan ASI kembali juga dapat membuat rasa ASI berubah. Namun, bukan ini ciri ASI basi yang dimaksud.ASI perah dibilang basi bila mengeluarkan rasa asam, seperti susu sapi yang telah basi pada umumnya bahkan terasa lebih tajam. Untuk itu, pastikan Anda mencoba terlebih dulu rasa ASI perah yang disimpan sebelum memberikannya pada bayi.

4. Warna tidak putih kekuningan

Warna ASI basi atau tidak sehat adalah jika warnanya tidak putih kekuningan atau tampak seperti kemerahan dan putih menggumpal. Warna merah pada ASI bisa menjadi tanda adanya luka pada puting Anda.Bila Anda menemukan ciri ASI basi di atas, langsung buang ASI perah tersebut dan jangan meminumkannya pada bayi dengan alasan apa pun.

Cara menyimpan ASI perah agar tahan lama dan tidak cepat basi

Agar ASI perah tidak cepat basi, cara memerah dan menyimpan ASI yang penting untuk dilakukan adalah seperti berikut:
  • Saat memerah ASI, cuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir atau gel pembersih tangan dengan kandungan 60 persen alkohol.
  • Jika memerah dengan pompa ASI, pastikan alat pompa dalam kondisis bersih dan steril.
  • Simpan ASI yang telah diperah dalam wadah khusus yang bersih dan terbuat dari plastik atau kaca.
  • Hindari wadah botol penyimpanan susu yang memiliki simbol daur ulang dengan angka 7 di tengah, sebab itu menandakan adanya kandungan BPA di dalamnya.
  • Jangan simpan ASI dalam suhu ruangan lebih dari 4 jam dan segera simpan di kulkas atau freezer.
  • Pastikan menulis tanggal perah ASI di botol untuk memastikan durasi penyimpanan.
  • Jangan simpan ASI di pintu freezer agar tidak sering terpapar perubahan suhu saat kulkas dibuka.
  • Simpan ASI perah dalam kemasan kecil saat dibekukan.
  • Jangan menyimpan lagi ASI yang sudah dicairkan apabila tidak habis diminum.
Setelah mengetahui daya tahan ASI perah dan bagaimana cara menyimpan ASI agar tidak cepat basi, Anda kini diharapkan dapat lebih berhati-hati. Jangan ragu untuk berkonsulatasi dengan ahli laktasi maupun dokter spesialis anak guna mendapatkan penanganan lebih lanjut terhadap kualitas ASI Anda.
produksi asicara menyimpan asi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
Diakses pada 18 Januari 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Storing-and-Preparing-Expressed-Breast-Milk.aspx
Diakses pada 18 Januari 2020
CDC. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
Diakses pada 18 Januari 2020
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/memerah-asi
Diakses pada 18 Januari 2020
The Bump. https://living.thebump.com/tell-breast-milk-bad-8901.html
Diakses pada 18 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait