Daun Talas Ternyata Bernutrisi Tinggi, tapi Tak Boleh Dimakan Mentah


Daun talas, daun taro, atau daun lumbu menawarkan beragam nutrisi dan manfaat kesehatan. Manfaat daun talas termasuk mencegah penyakit hingga menyehatkan jantung.

(0)
25 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Daun talas memiliki ukuran yang lebar dan berbentuk hatiDaun talas tak boleh dikonsumsi mentah karena mengandung asam oksalat yang tinggi
Talas atau taro (Colocasia esculenta) merupakan tumbuhan berumbi yang juga memiliki daun lebar berbentuk hati. Umbi dari tanaman talas cukup umum dikonsumsi di Nusantara dengan rasa manis ringan yang khas. Namun, bagaimana dengan daun talas?Ternyata, daun talas atau daun lumbu juga bisa dinikmati dengan kandungan nutrisi yang beragam. Namun memang, daun talas atau taro harus disajikan dan diolah dengan benar serta tak bisa dikonsumsi mentah. Simak lebih lanjut untuk mengetahui nutrisi, manfaat, dan cara menikmati daun talas.

Ragam nutrisi dalam daun talas

Seperti tumbuhan pada umumnya, daun talas atau daun lumbu juga tinggi serat dengan kalori yang rendah. Berikut ini nutrisi dalam daun talas atau daun taro untuk setiap 145 gramnya:
  • Kalori: 35
  • Karbohidrat: 6 gram
  • Serat: 3 gram
  • Protein: 4 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Vitamin C: 57% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian
  • Vitamin A: 34% dari AKG harian
  • Kalium: 14% dari AKG harian
  • Folat: 17% dari AKG harian
  • Kalsium: 13% dari AKG harian
  • Zat besi: 10% dari AKG harian
  • Magnesium: 7% dari AKG harian
  • Fosfor: 6% AKG harian
Siapa sangka, daun talas mengantongi nutrisi yang bervariasi di atas sehingga bisa Anda sisipkan dalam pola makan sehari-hari. 

Manfaat daun talas untuk kesehatan

Dengan nutrisinya yang beraneka ragam, daun talas atau daun lumbu pun menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Ini dia manfaat daun talas untuk tubuh sehat:

1. Menangkal radikal bebas penyebab penyakit

Sebagai panganan nabati, daun talas mengantongi berbagai zat antioksidan. Antioksidan membantu menangkal efek radikal bebas. Jika tak terkendali, aktivitas radikal bebas dapat merusak sel dan memicu penyakit kronis, seperti penyakit jantung, penyakit autoimun, dan kanker.Vitamin C dan polifenol menjadi zat antioksidan populer yang terkandung dalam daun talas. 

2. Memelihara kesehatan jantung

Pada dasarnya, rajin mengonsumsi panganan nabati seperti daun talas dapat menjaga kesehatan jantung. Seperti bayam, daun talas juga masuk sebagai kategori sayur berdaun hijau gelap.Menurut penelitian, konsumsi sayuran berdaun hijau gelap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung hingga 15,8%. Kelompok sayuran ini juga mengantongi nitrat, zat yang membantu mengontrol tekanan darah.

3. Membantu menjaga berat badan karena rendah kalori

Seperti yang diungkapkan di atas, daun talas merupakan panganan rendah kalori namun tinggi serat. Dengan kelebihannya ini, daun talas cocok untuk Anda sisipkan saat menjalani diet menurunkan maupun memelihara berat badan.Daun talas atau daun lumbu juga mengandung air dengan kadar yang tinggi. Kombinasi serat dan air tersebut berpotensi untuk memberikan sensasi kenyang dan mengurangi keinginan makan berlebih. Jangan lupakan pula nutrisi mikro dalam daun talas yang beraneka ragam.

Peringatan: Daun talas tak boleh dikonsumsi mentah

Walau menjadi produk nabati yang bernutrisi, daun talas tak boleh dikonsumsi mentah.Daun talas atau daun taro mengandung zat yang disebut oksalat dalam kadar yang tinggi. Bagi beberapa individu, konsumsi oksalat cenderung perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Baik daun talas muda maupun tua sama-sama beracun bila dikonsumsi mentah. Namun memang, daun talas muda dilaporkan mengandung oksalat dengan kadar yang lebih tinggi.Untuk menurunkan kadar oksalat tersebut, individu sehat yang tak memiliki risiko batu ginjal bisa mengolah daun talas dengan cara berikut ini:
  • Merebusnya sampai matang dan menjadi lunak selama beberapa menit
  • Memanggangnya selama 30 menit hingga 1 jam
  • Merendamnya selama 30 menit hingga semalaman sebelum diolah keesokan harinya

Tips menikmati daun talas

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda perlu memasak, memanggang, atau merendam daun talas terlebih dahulu untuk bisa menikmati manfaatnya.Misalnya, daun talas bisa diolah menjadi sup atau merebusnya dengan bahan-bahan lain. Anda pun mungkin pernah resep tradisional buntil daun talas atau buntil daun lumbu. Pada resep ini, daun talas yang sudah diisi kelapa parut dan teri berbumbu akan dilipat dan diikat untuk kemudian dikukus. Kukusan daun talas berisi kelapa parut dan teri kemudian dimasak lagi di rendaman santan dan bumbu, hingga akhirnya siap untuk disantap.

Catatan dari SehatQ

Daun talas mengantongi beragam nutrisi dan menawarkan manfaat kesehatan. Namun, pada individu yang berisiko menderita batu ginjal, daun talas sebaiknya dihindari. Bila masih memiliki pertanyaan terkait manfaat daun talas, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore untuk berikan Anda informasi kesehatan terpercaya.
makanan dietseratantioksidanbuah dan sayuran
Food Print. https://foodprint.org/real-food/taro
Diakses pada 12 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/taro-leaves
Diakses pada 12 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/taro-root-benefits
Diakses pada 12 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait