Daun Bangun-Bangun, Si Pelancar ASI tanpa Efek Samping

Manfaat daun bangun-bangun telah dikenal masyarakat Indonesia
Daun bangun-bangun mudah ditemukan di Indonesia

Manfaat daun bangun-bangun sebagai pelancar air susu ibu (ASI) sudah dikenal luas, terutama di daratan Sumatera. Namun, daun yang memiliki aroma khas ini juga punya khasiat untuk kesehatan yang tak kalah mengagumkan bagi kesehatan manusia pada umumnya.

Tanaman bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) adalah tumbuhan yang biasa tumbuh liar, bisa juga dibudidayakan dengan cara stek. Secara fisik, tanaman ini memiliki ciri batang berkayu lunak dan beruas-ruas dengan daun tanaman ini tunggal, pinggirnya agak berombak, tulang daun menyirip, dan helaiannya bulat telur.

Tanaman ini mudah dijumpai hampir di seluruh wilayah Indonesia, hanya saja penyebutan namanya mungkin berbeda-beda. Di Sumatera Utara, daun ini dikenal dengan nama bangun-bangun, sedangkan di Sunda sebagai ajeran atau acerang, di Jawa sebagai daun kucing, di Madura daun kambing, dan di Bali sebagai tanaman iwak.

Manfaat daun bangun-bangun

Daun bangun-bangun sudah banyak dimanfaatkan untuk kesehatan manusia, terutama pada ibu yang baru saja melewati masa persalinan. Daun ini mengandung berbagai bahan aktif fitokimia hingga zat besi dan karotenoid tinggi.

Oleh karena itu, manfaat daun bangun-bangun untuk kesehatan yang dipercaya, antara lain adalah:

  • Merangsang produksi ASI

Daun bangun-bangun sudah dipercaya sejak dulu dapat melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui, terutama di daerah Toba, Sumatera Utara. Beberapa penelitian pun sudah membuktikan khasiat daun bangun-bangun sebagai laktogogue ini, meski penelitian baru sebatas dilakukan pada hewan percobaan.

Manfaat daun bangun-bangun ini mirip dengan khasiat daun katuk yang terbukti dapat meningkatkan produksi ASI hingga 50 persen. Apalagi, penggunaan laktogogue herbal sangat aman untuk ibu menyusui dan minim efek samping.

Dengan mengonsumsi daun bangun-bangun, maka ibu menyusui tidak perlu meminum obat pelancar ASI kimiawi. Obat tersebut di antaranya metoklopramid, domperidone, sulpirid, dan klorpromazin yang dilaporkan memiliki efek samping bagi ibu maupun bayinya.

  • Meningkatkan kualitas ASI

Bukan hanya kuantitasnya yang meningkat, kualitas ASI juga akan meningkat dengan konsumsi daun bangun-bangun. Pasalnya, daun bangun-bangun dapat meningkatkan kadar zat besi, kalium, seng, dan magnesium dalam ASI sehingga berat badan bayi akan meningkat.

  • Mempercepat pemulihan ibu pascamelahirkan

Manfaat daun bangun-bangun ini terutama didapat dari kandungan zat besi di dalamnya. Berdasarkan hasil penelitian Badan Litbang Pertanian Kementan RI, daun bangun-bangun dapat dijadikan sumber zat besi nonheme yang dapat mempercepat pemulihan rahim bayi dilahirkan.

Penelitian lain mengungkap bahwa kandungan zat besi ini dapat mencegah anemia pada manusia. Hal ini sangat dibutuhkan oleh ibu pascamelahirkan selama menjalani masa nifas.

  • Bersifat antiseptik

Ketika diolah menjadi minyak atsiri, manfaat daun bangun-bangun adalah sebagai zat antiseptik karena kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol di dalamnya. Sebagai minyak atsiri, daun bangun-bangun juga dapat dimanfaatkan untuk melawan infeksi cacing di tubuh manusia.

  • Mengatasi penyakit lainnya

Penggunaan daun bangun-bangun di masyarakat juga bisa sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari mengobati sariawan, demam, batuk, asma, kembung, hingga penyakit ayan maupun aprodisiak.

Manfaat daun bangun-bangun ini berhubungan dengan kandungan lainnya yang berupa vitamin C, betakaroten, niacin, hingga serat.

Bagaimana cara mengolah daun bangun-bangun?

Di Sumatera Utara, daun bangun-bangun banyak diolah dalam bentuk sup yang dimasak secara tradisional dengan santan. Selain rasanya yang enak, sop ini dipercaya dapat menghadirkan segudang manfaat daun bangun-bangun seperti disebutkan di atas.

Selain itu, daun bangun-bangun juga sudah dipasarkan secara komersial dalam bentuk makanan kaleng. Teknik pemasaran ala makanan siap saji ini ditujukan untuk ibu menyusui yang tidak perlu memetik dan memasak daun bangun-bangun dalam waktu yang lama sehingga lebih praktis, namun memiliki manfaat yang tak kalah dibanding daun yang masih segar.

Universitas Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/41262/Chapter%20II.pdf;jsessionid=2C3A05C11C5073D51784AE482D79B2C5?sequence=3
Diakses pada 24 Februari 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya
Diakses pada 24 Februari 2020

Litbang Pertanian RI. http://balitnak.litbang.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=166%3Abangun-bangun&catid=67%3Autm&Itemid=1
Diakses pada 24 Februari 2020

IOP Science. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/187/1/012028/pdf
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait