Dari Alami Hingga Medis, Ini Sederet Obat Penghancur Batu Empedu yang Ampuh

Penderita membutuhkan obat penghancur batu empedu guna menghancurkan batu empedu
Kunyit adalah salah satu obat penghancur batu empedu alami

Batu empedu adalah suatu cairan pencernaan berupa kolesterol yang mengeras dan terbentuk di dalam kandung empedu. Kandung empedu sendiri berukuran kecil, berbentuk seperti buah pir di perut sebelah kanan, tepat di bawah hati.

Batu empedu yang disebabkan oleh radang di saluran empedu akan memicu timbulnya rasa sakit perut, yang akan bertahan selama 1-5 jam.

Ketika mengalami gejala-gejala tertentu, seperti nyeri perut di kanan atas, mual, dan muntah, penderita membutuhkan penanganan khusus, seperti obat penghancur batu empedu hingga operasi untuk menghancurkan batu empedu.

Obat penghancur empedu yang paling ampuh dari dokter

Beberapa jenis obat-obatan dapat membantu menghancurkan batu empedu. Biasanya dokter akan memberikan obat penghancur empedu apabila Anda tidak memungkinkan untuk melakukan prosedur operasi.

Kendati demikian, dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk dapat menghancurkan batu empedu melalui konsumsi obat-obatan. Ketika konsumsi obat-obatan tersebut berhenti, maka batu empedu mungkin akan kembali muncul.

Berikut adalah beberapa jenis obat penghancur empedu yang mungkin diberikan oleh dokter apabila batu empedu berukuran kecil dan gejala penyakit yang muncul masih bersifat ringan:

1. Asam ursodeoksikolat

Asam ursodeoksikolat digunakan untuk melarutkan batu empedu sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi pengangkatan kantong empedu.

Obat asam ursodeoksikolat bekerja pada pasien dengan batu empedu yang terbentuk dari kolesterol dan berukuran kecil. Obat ini juga digunakan untuk mencegah batu empedu pada pasien obesitas yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Minum obat penghancur batu empedu ini sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Ingat, jangan meningkatkan dosis atau minum obat lebih dari dosis yang dianjurkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Meski batu empedu dapat hancur, tetapi ada beberapa risiko efek samping yang mungkin muncul.

Efek samping penggunaan obat asam ursodeoksikolat, di antaranya mual, muntah, diare, pengapuran batu empedu, ruam kulit, kulit kering, keringat dingin, rambut rontok, gangguan pencernaan makanan, rasa logam, nyeri abdominal, sembelit, sering buang angin, pusing, lelah, cemas, depresi, gangguan tidur, nyeri punggung, dan batuk.

2. Asam kenodeoksikolat

Obat penghancur empedu yang diberikan dokter lainnya adalah asam kenodeoksikolat. Asam kenodeoksikolat adalah obat untuk melarutkan beberapa jenis batu empedu tertentu.

Obat asam kenodeoksikolat merupakan obat yang mungkin pernah digunakan pada operasi batu empedu, tetapi bisa berisiko terjadi komplikasi. Jika batu empedu tidak larut, operasi mungkin masih dibutuhkan.

Obat ini diminum dengan atau tanpa makanan, biasanya dua kali sehari, yakni satu kali di pagi hari dan satu kali di malam hari, atau sesuai instruksi dokter Anda. Dosis diberikan berdasarkan kondisi medis, berat, dan respon terhadap pengobatan.

Mungkin akan membutuhkan waktu 24 bulan sebelum batu empedu larut sepenuhnya. Dokter Anda akan melakukan tes (sonogram batu empedu atau x-ray) untuk mengecek perkembangannya.

Beberapa efek samping yang mungkin muncul adalah kram perut ringan, diare terutama pada dosis awal yang tinggi (kurangi dosis selama beberapa hari), gatal-gatal, hingga gangguan hati ringan.

Obat penghancur empedu dari bahan-bahan alami untuk meredakan gejala penyakit empedu

Jika gejala yang Anda rasa tidak terlalu parah dan ukuran batu empedu belum begitu besar, tak ada salahnya menggunakan bahan-bahan alami sebagai obat penghancur empedu guna meredakan gejala batu empedu berikut ini:

1. Kunyit

Kunyit adalah obat penghancur empedu alami
Kunyit memiliki sifat antiradang

Salah satu obat penghancur empedu alami yang bisa Anda coba adalah kunyit. Kunyit mengandung zat kurkumin yang dikenal memiliki sifat antiradang dan dapat membantu proses penyembuhan.

Kunyit dapat membantu merangsang kantong empedu untuk menghasilkan empedu dan membantu mengosongkan kantong empedu.

Anda dapat mengolah kunyit dengan cara menyeduhnya atau diminum sebagai teh herbal. Selain itu, menambahkan kunyit ke dalam makanan Anda juga dapat mengurangi peradangan dan nyeri akibat gejala batu empedu.

2. Teh peppermint

Peppermint adalah salah satu bahan alami yang berpotensi baik sebagai obat penghancur empedu guna membantu mengurangi gejala batu empedu. Ini karena peppermint mengandung mentol, yakni senyawa yang dapat meredakan nyeri akibat gejala batu empedu.

Untuk menggunakan peppermint sebagai obat herbal batu empedu, Anda bisa menyeduh beberapa helai daun mint dengan air hangat. Minum teh peppermint secara teratur dapat membantu mengurangi nyeri di area kandung empedu.

3. Cuka apel

Cuka apel diyakini dapat menjadi pilihan obat penghancur batu empedu
Larutkan cuka apel dengan air hangat

Cuka apel diyakini dapat menjadi pilihan obat penghancur batu empedu alami lainnya guna meringankan gejala batu empedu.

Meski manfaatnya belum benar-benar dapat dibuktikan oleh penelitian ilmiah, banyak orang percaya bahwa cuka apel bisa menyembuhkan nyeri perut berkat sifat antiradang yang dimilikinya.

Jika Anda tertarik mencoba, larutkan 2 sendok makan cuka apel dengan air hangat. Anda bisa minum 2-3 kali sehari seperlunya, hingga rasa sakit perut mereda.

Jangan langsung minum sari cuka apel murni tanpa dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Pasalnya, asam cuka apel dapat berisiko merusak gigi.

4. Bunga dandelion

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam National Center for Complementary and Integrative Health, bunga dandelion sudah sejak lama digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati masalah batu empedu, saluran empedu, dan hati.

Beberapa orang percaya bahwa meminum bunga dandelion dalam bentuk teh atau kopi dapat merangsang produksi cairan empedu di kantong empedu.

Akan tetapi, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang dapat menunjukkan bahwa bunga dandelion benar-benar bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit batu empedu.

5. Artichoke

Artichoke diyakini dapat digunakan sebagai obat penghancur batu empedu alami yang berfungsi meringankan gejala batu empedu. Meski demikian, belum ada hasil studi ilmiah yang dapat menunjukkan manfaat artichoke dalam mengobati gejala batu empedu.

Walaupun belum terbukti dapat mengobati gejala batu empedu, artichoke ternyata bisa membantu menurunkan kolesterol yang dapat menjadi penyebab batu empedu. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews (CDSR) tahun 2009.

Penelitian tersebut mengemukakan bahwa suplemen ekstrak artichoke dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga sebesar 18,5 persen. Sedangkan, kadar kolesterol kelompok partisipan yang diberi pil plasebo (obat kosong) hanya menurun sekitar 8,6%.

Ketika kadar kolesterol berhasil diturunkan, maka ini berarti risiko penggumpalan batu lebih lanjut dapat diperlambat atau dihentikan sama sekali. Maka efek inilah yang dipercaya dapat membantu meringankan kemunculan gejalanya.

Penting untuk diketahui bahwa manfaat sejumlah obat herbal untuk melarutkan batu empedu tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah pada manusia.

Sejumlah penelitian yang ada hanya sebatas menunjukkan potensi masing-masing obat herbal untuk meredakan gejala batu empedu tertentu yang mungkin timbul, tetapi tidak dapat melarutkannya hingga tuntas.

Maka dari itu, sebelum mencoba obat penghancur batu empedu alami apa pun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Minta pendapat dokter guna memastikan keamanan dan keefektivitasan penggunaan obat herbal tersebut.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gallstones/

Diakses pada 20 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/gallbladder-pain-relief

Diakses pada 20 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-gallstones#other-treatments

Diakses pada 20 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321026.php

Diakses pada 20 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/diagnosis-treatment/drc-20354220

Diakses pada 20 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19821306

Diakses pada 20 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23923586

Diakses pada 20 Januari 2020

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-ursodeoksikolat

Diakses pada 20 Januari 2020

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-kenodeoksikolat

Diakses pada 20 Januari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/chenodeoxycholic-acid

Diakses pada 20 Januari 2020

Web Md. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-153254/chenodiol-oral/details

Diakses pada 20 Januari 2020

Webb Md. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6665/ursodiol-oral/details

Diakses pada 20 Januari 2020

Artikel Terkait