Jangan Anggap Remeh, Darah Sukar Membeku Bisa Jadi Karena Hemofilia

Penderita hemofilia biasanya mengalami perdarahan yang lebih lama, terutama di lutut, tumit, dan siku
Darah sukar membeku termasuk salah satu gejala dari gangguan pembekuan darah

Apa ketika luka Anda selalu mengalami darah yang sulit membeku? Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi hemofilia. Penyakit langka ini biasanya menyerang pria dan sangat jarang menimpa wanita.

Tapi apa sebenarnya hemofilia ini? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

[[artikel-terkait]]

Hemofilia dan darah sukar membeku bukan hanya dari keturunan

Meski umumnya termasuk penyakit keturunan, ada pula jenis hemofilia tertentu yang bisa dialami oleh seseorang akibat kelainan genetika. Terkadang penyakit ini juga dapat muncul ketika sistem imun menghambat proses pembekuan darah. Misalnya pada ibu hamil maupun penderita kanker, multiple sclerosis, serta kondisi autoimun.

Ketika Anda positif mengidap hemofilia, Anda akan mengalami perdarahan lebih lama dibanding orang kebanyakan terutama di sekitar lutut, tumit, dan siku. Kekhawatiran yang lebih besar adalah ketika perdarahan tersebut berlangsung di dalam tubuh (internal). Pasalnya, kondisi ini bisa merusak jaringan dan organ dalam sehingga membahayakan nyawa Anda.

Kondisi tubuh penderita hemofilia

Pada kondisi normal, partikel-partikel dalam darah otomatis akan berkumpul membentuk gumpalan untuk memicu penghentian perdarahan ketika Anda terluka dan mengeluarkan darah. Kumpulan partikel ini akan mengerahkan protein-protein tertentu yang disebut faktor pembeku.

Pada tubuh penderita hemofilia, jumlah faktor pembeku darah tersebut mengalami kekurangan. Kondisi inilah yang mengakibatkan darah sukar membeku sehingga perdarahan sulit dihentikan.

Tidak cukupnya jumlah faktor pembekuan darah merupakan akibat dari mutasi gen yang terjadi pada kromosom X. Karena itu, hemofilia biasanya hanya terjadi pada pria mengingat mereka hanya memiliki satu kromosom X (kromosom pria adalah XY).

Sedangkan pada wanita yang memiliki kromosom XX, kelainan pada salah satu kromosom X bisa menambal kekurangan faktor pembeku tersebut dari kromosom X lainnya. Namun wanita bisa menjadi pembawa gen hemofilia dan menurunkannya pada anak kandungnya.

Waspadai gejala hemofilia ini

Gejala hemofilia bisa berbeda-beda di setiap penderita. Perbedaan ini tergantung pada seberapa besar kekurangan faktor pembekuan darah dalam tubuh penderita.

Bagi orang yang kekurangan sedikit faktor pembekuan, ia akan mengalami perdarahan hanya saat menjalani operasi atau mengalami sayatan yang dalam. Sementara orang dengan hemofilia yang parah bisa mengalami perdarahan internal meski hanya terbentur.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah gejala hemofilia yang perlu Anda perhatikan:

  • Perdarahan yang parah atau banyak, misalnya ketika terluka akibat tersayat pisau setelah operasi gigi.
  • Darah sukar membeku dan terus mengalir seusai disuntik.
  • Memiliki banyak lebam atau memar di tubuh, dengan ukuran yang lebar dan berwarna gelap.
  • Mengalami nyeri, bengkak, atau kram otot.
  • Terdapat bercak darah di urin maupun feses. Ini bisa menandakan perdarahan dalam.
  • Mimisan tanpa penyebab yang jelas.

Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter. Dengan ini, diagnosis dan penganganan kondisi darah sukar membeku bisa dilakukan secepatnya.

Bila terus dibiarkan, kondisi hemofilia yang tidak terkendali bisa mengakibatkan serangkaian komplikasi. Mulai dari perdarahan internal, kerusakan pada sendi, hingga munculnya infeksi.

Apa hemofilia bisa disembuhkan?

Sayangnya, hingga saat ini belum ada langkah medis untuk menyembuhkan hemofilia yang membuat darah sukar membeku. Penanganan medis umumnya dilakukan untuk mengendalikan faktor pembeku darah pada tubuh pasien.

Salah satu contohnya adalah dengan jalan terapi penggantian. Dokter akan menambah atau memberikan faktor pembekuan darah ke dalam tubuh pasien hemofilia.

Proses tersebut dilakukan melalui transfusi darah dari pendonor yang tidak terjangkit hemofilia, atau bisa juga dengan menambahkan faktor pembekuan darah sintetis bernama faktor pembekuan rekombinan.

Bagi penderita hemofilia tingkat berat, dokter akan menyarankan terapi profilaksis secara rutin. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya perdarahan. Beberapa penderita lain juga ada yang membutuhkan terapi penambah faktor pembeku hanya ketika mengalami perdarahan parah yang tidak bisa dikendalikan.

Meski demikian, serangkaian terapi ini mungkin saja menjadi tidak efektif. Misalnya ketika sistem kekebalan tubuh penderita hemofilia menunjukkan respons negatif atau penolakan terhadap faktor pembeku yang digunakan. Sebagai akibatnya, hasil terapi tidak seperti yang diharapkan.

Agar lebih akurat, konsultasikan dengan dokter mengenai jenis terapi yang cocok dengan gangguan darah sukar membeku yang Anda alami. Jangan lupa juga untuk menjaga pola hidup sehat dan selalu berhati-hati agar tidak terjadi perdarahan pada tubuh Anda.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/symptoms-causes/syc-20373327
Diakses pada 9 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-hemophilia-prevention
Diakses pada 9 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154880.php
Diakses pada 9 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed