Darah Haid Berwarna Coklat dan Berlendir, Normal atau Tidak?


Penyebab darah haid berwarna coklat dan berlendir ada beberapa macam, seperti kehamilan, menopause, hingga sindrom ovarium polikistik. Namun, warna darah haid yang 'tidak biasa' ini umumnya tidak berbahaya.

0,0
14 Feb 2021|Rhandy Verizarie
darah haid berwarna coklat dan berlendirDarah haid berwarna coklat dan berlendir disebabkan oleh sejumlah faktor
Darah haid tidak selalu berwarna merah terang. Banyak wanita yang mendapati warna darah mereka saat menstruasi coklat bahkan disertai lendir. Lantas, mengapa darah haid berwarna coklat dan berlendir? Apakah ini kondisi yang normal, atau justru berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.

Normalkah jika darah haid berwarna coklat dan berlendir?

Kaget dan cemas. Inilah yang mungkin Anda rasakan ketika mengetahui darah haid yang keluar berwarna coklat dan berlendir. Biasanya, darah yang berwarna coklat dan berlendir keluar pada awal dan akhir periode menstruasi. Pertanyaannya, normalkah jika darah haid berwarna kecoklatan dan berlendir?Pada sebagian besar kasus, warna darah haid yang coklat merupakan hal yang wajar.Darah menstruasi kecoklatan umum terjadi pada akhir menstruasi, darah berwarna coklat merupakan darah yang mengalami perubahan warna akibat sudah lama berada di dalam rahim.Darah menstruasi berwarna coklat disertai lendir bisa terjadi pada wanita usia berapa pun selama masih mengalami menstruasi. Namun, hal ini lebih umum dialami oleh remaja yang baru pertama kali menstruasi.

Penyebab darah haid berwarna coklat dan berlendir

Selain karena darah yang tersimpan lama di dalam rahim dan terlambat keluar, beberapa hal lain yang menjadi penyebab darah haid berwarna coklat dan berlendir, antara lain:

1. Kehamilan

Telat haid yang merupakan tanda hamil juga bisa disertai oleh gejala keluarnya darah berwarna coklat dari vagina.Darah yang keluar biasanya hanya 1-2 tetes sehingga terlihat seperti bercak. Kondisi ini akan berhenti dalam hitungan jam.

2. Implan KB

Melakukan implan KB untuk mencegah kehamilan, seperti Nexplanon bisa menjadi penyebab lain warna darah haid Anda kecoklatan.Implan KB dapat memengaruhi hormon Anda. Akibatnya, darah menstruasi menjadi kecoklatan. Akan tetapi, Anda tidak perlu cemas karena ini merupakan hal yang wajar.

3. Memasuki periode menopause

Periode menjelang menopause, alias perimenopause kemungkinan juga akan membuat Anda sering mendapati darah haid berwarna kecoklatan dan berlendir.Kondisi ini umumnya wajar selama Anda tidak mengalami gejala-gejala abnormal lainnya. Akan tetapi, apabila perdarahan ini masih terus berlangsung setelah Anda memasuki periode menopause, sebaiknya segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.Hal tersebut bisa saja menandakan adanya gangguan medis tertentu, mulai dari polip di leher rahim, hingga kanker. 

4. Adenomiosis dan endometriosis

Adenomiosis dan endometriosis sama-sama ditandai oleh pertumbuhan jaringan abnormal. Bedanya, adenomiosis adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otot rahim. Sementara pada kasus endometriosis, pertumbuhan jaringan terjadi di luar rahim. Kondisi ini umumnya dialami oleh wanita yang sudah menopause.Adenomiosis dan endometriosis menyebabkan rahim membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengumpulkan darah sebelum dikeluarkan. Akibatnya, menstruasi menjadi lebih lama.Mmenstruasi yang lambat tersebut kemudian menghasilkan gumpalan darah haid berwarna kecoklatan.

5. Sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovarium syndrome (PCOS) adalah faktor medis lainnya yang menyebabkan darah haid berwarna coklat dan berlendir.PCOS terjadi karena adanya masalah hormon pada wanita. Sayangnya, kondisi ini kerap tidak disadari. Menurut studi tahun 2010, hampir 70 persen wanita tidak mengetahui bahwa mereka mengalami PCOS.Selain darah menstruasi coklat, PCOS ditandai oleh sejumlah gejala lainnya, yaitu:
  • Siklus haid tidak teratur
  • Pertumbuhan rambut tidak normal (janggut atau kumis) atau jumlah yang lebih banyak
  • Obesitas
  • Timbul jerawat
  • Kulit menebal dan berubah warna menjadi lebih gelap
  • Kista pada rahim
  • Kemandulan 

Ciri-ciri darah haid berwarna coklat dan berlendir yang tidak normal

Seperti yang telah dijelaskan, mayoritas darah haid berwarna coklat dan berlendir tidak berbahaya dan normal terjadi saat menstruasi berlangsung.Akan tetapi, darah menstruasi kecoklatan bisa saja dikatakan tidak normal jika kemunculannya disertai gejala lain, meliputi:
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari
  • Tidak menstruasi selama 3-6 bulan
  • Perdarahan di antara periode menstruasi
  • Perdarahan setelah berhubungan seks
  • Nyeri pada vagina dan perut bagian bawah
  • Darah coklat keluar setelah pemasangan alat intrauterine (IUD)
  • Kelelahan 

Bagaimana mengatasi darah haid berwarna coklat dan berlendir?

Apabila darah haid warna coklat yang keluar tidak disertai dengan gejala abnormal lain seperti yang disebutkan tadi, Anda tidak perlu khawatir karena umumnya ini bukan pertanda bahaya.Namun, jika darah haid berwarna coklat dan berlendir disertai gejala-gejala tidak biasa yang telah disebutkan, segera temui dokter guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.Jika Anda punya pertanyaan lanjutan seputar menstruasi dan masalah kewanitaan lainnya, chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play
haidmenstruasikesehatan wanita
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/why-is-my-period-brown#when-its-not-normal Diakses pada 28 Januari 2021Journal of Human Reproduction. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19910321/ Diakses pada 28 Januari 2021 Diakses padad 28 Januari 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324848#brown-or-dark-red Diakses pada 28 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait