Ari-ari Bayi, Inilah 9 Fakta serta Cara Mencuci dan Menguburnya


Ari-ari bayi atau plasenta merupakan organ yang penting untuk bayi. Organ ini memiliki fungsi untuk memberikan asupan nutrisi dan oksigen hingga melindungi bayi dari infeksi bakteri yang dibawa oleh ibu.

(0)
Ari-ari bayi terhubung dengan tali pusar agar mendapatkan nutrisi dan oksigenAri-ari bayi terhubung dengan tali pusar berguna untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen
Ari-ari bayi atau plasenta adalah organ yang menempel pada dinding rahim selama kehamilan dan berfungsi memasok darah yang mengandung oksigen serta nutrisi dari ibu ke janin. Ari-ari berisi pembuluh darah yang bersumber dari tali pusar.Ari-ari merupakan organ tubuh yang cukup membingungkan, bahkan misterius bagi beberapa orang. Mengingat, beberapa negara menganggap ari-ari sebagai sisa-sisa kelahiran yang harus dibuang.Namun, di Indonesia, ari-ari justru diperlakukan dengan perawatan khusus.

Fakta mengenai ari-ari bayi

Meski membingungkan, ari-ari menyimpan segudang fakta menarik, yaitu:

1. Menyediakan kebutuhan bayi selama di rahim

Ari-ari bayi berfungsi untuk menyalurkan nutrisi dan oksihen
Berdasarkan penelitian terbitan jurnal Philosophical Transactions of The Royal Society B, fungsi ari-ari atau plasenta adalah memberi nutrisi pada bayi.Fokus utama pemberian asupan di dalam ari-ari adalah otak. Asupan yang diberikan berupa nutrisi makanan dari sang ibu maupun oksigen.Makanan yang dikonsumsi ibu dipecah di dalam ari-ari. Lalu, protein masuk ke aliran darah. Selanjutnya, diteruskan melalui plasenta dan tali pusarnya menuju aliran darah bayi.

2. Ari-ari bayi bertindak sebagai kelenjar

Ari-ari menghasilkan estrogen dan tingkatkan aliran darah
Plasenta mampu menghasilkan hormon yang berguna untuk pertumbuhan bayi. Hormon yang diproduksi di plasenta meliputi:
  • Human Chorionic Gonadotropin (hCG), berguna untuk memicu produksi estrogen dan progesteron hingga akhir trimester pertama. Rasa mual pada ibu hamil dipengaruhi oleh hormon ini.
  • Estrogen, hormon ini mampu meningkatkan aliran darah. Hal ini mampu merangsang pertumbuhan rahim dan pertumbuhan jaringan payudara untuk menyusui.
  • Progesteron, berguna untuk menjaga lapisan rahim.
  • Laktogen plasenta, berfungsi untuk mempercepat metabolisme agar energi ketika hamil tercukupi.

3. Ari-ari bayi berguna untuk menukar darah

Nutrisi dan oksigen dialirkan ke rahim melalui darah di ari
Dalam setiap menit, sebanyak 500 ml darah ibu dialirkan ke rahim agar mengalirkan nutrisi dan asupan oksigen ke janin melalui plasenta.

4. Plasenta bukan organ yang dibawa dari ibu

Ari-ari terbentuk dari pembuahan
Saat sperma membuahi sel telur, sel-sel berkembang biak menjadi blastokista, lalu berkembang menjadi plasenta dan bayi.

5. Plasenta membantu memberikan kekebalan tubuh

Ari-ari bayi melindungi janin dari infeksi bakteri
Jika ibu terkena infeksi bakteri, ari-ari bayi mampu memberikan perlindungan untuk bayi dari infeksi yang diturunkan. Sebab, sebelum bayi lahir, bayi menerima antibodi melalui plasenta. Saat lahir, antibodi pun diberikan melalui ASI.

6. Plasenta bekerja secara mandiri

Ari-ari bekerja di luar kendali otak
Tidak seperti kebanyakan organ, ari-ari hanya berkembang dari sperma dan sel telur. Ari-ari bekerja di luar kendali langsung dari sistem saraf.Terlebih, ari-ari tidak memiliki sel saraf. Oleh karena itu, plasenta tidak dikendalikan otak atau sumsum tulang belakang.

7. Plasenta adalah satu-satunya organ sekali pakai

Organ ari-ari hanya berkembang jika ibu hamil
Organ tubuh lainnya digunakan selama manusia hidup. Nyatanya, ari-ari adalah organ tubuh yang bisa dibuang setelah bayi melahirkan. Sebab, plasenta memang "dirancang" untuk janin saja.

8. Saat plasenta dilepas dari tubuh, ASI pun diproduksi

Jika ari-ari lepas, ASI segera diproduksi
Meski plasenta bukan penghasil ASI, hal ini rupanya berkaitan. Saat plasenta tidak lagi berada di dalam tubuh, hal ini memicu produksi hormon prolaktin. Hormon inilah yang berfungsi untuk menghasilkan ASI.

Masalah yang umum terjadi pada ari-ari bayi

Masalah ari-ari sebabkan pendarahan vagina saat melahirkan
Selama kehamilan, ada empat kemungkinan masalah yang kerap terjadi pada plasenta. Kondisi ini mampu menyebabkan pendarahan pada vagina. Inilah empat masalah pada ari-ari:

1. Solusio plasenta

Kondisi ini terjadi saat plasenta terkelupas atau lepas dari dinding rahim sebelum melahirkan. Hal ini menyebabkan bayi tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi. Selain itu, solusio plasenta membuat darah ibu pun akan keluar terus-menerus.

2. Plasenta previa

Ari-ari berada di letak yang salah, yaitu bagian bawah dinding rahim. Bahkan, ini menyebabkan muara leher rahim tertutup.Hal ini juga menyebabkan pendarahan hebat pada vagina, baik selama kehamilan ataupun pada proses kelahiran.Untuk menangani kasus plasenta previa, jumlah pendarahan, usia kehamilan, posisi plasenta, dan kesehatan ibu dan bayi.Apabila plasenta previa masih terjadi hingga akhir trimester ketiga, operasi caesar saat melahirkan akan direkomendasikan.

3. Plasenta akreta

Plasenta justru masih melekat kuat di dalam rahim setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena pembuluh darah dan bagian plasenta lainnya tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Bahkan, pada plasenta akreta, ari-ari bisa tumbuh melalui dinding rahim.

4. Retensio plasenta

Retensio plasenta diakibatkan plasenta tidak lepas dalam kurun waktu 30 menit setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi sebab plasenta terjebak di belakang serviks yang tertutup. Kemungkinan lainnya adalah plasenta masih menempel pada dinding rahim.

Tradisi menanam ari-ari bayi di Indonesia

Di Indonesia, terdapat kepercayaan bahwa ari-ari merupakan saudara muda dari bayi Anda. Untuk itu, ari-ari tidak boleh dibuang begitu saja, bahkan harus diperlakukan penuh hormat dan kasih sayang sebagaimana orang tua memperlakukan bayi itu sendiri.Pada suku Jawa, misalnya, terdapat upacara khusus untuk mengubur ari-ari yang disebut dengan mendhem ari-ari.Dalam upacara ini, plasenta yang sudah dicuci bersih kemudian dimasukkan ke dalam periuk yang terbuat dari tanah liat atau kendil yang telah terlebih dahulu dialasi daun senthe.Di beberapa tempat, kendil diganti dengan tempurung kelapa. Namun, secara fungsi, sama-sama sebagai tempat meletakkan ari-ari.Kendil atau tempurung kelapa kemudian ditutup, dan bagian atasnya diberi beberapa barang yang disebut sarat (syarat).Syarat ini bisa berbeda di setiap daerah. Umumnya, berupa kembang, bawang merah dan putih, benang, jarum, uang koin, tulisan arab, maupun tulisan Jawa.Makna barang sarat yang disertakan dalam penguburan ari-ari bayi itu sendiri dipercaya ada maknanya. Kembang, bawang merah, dan bawang putih akan membuat bau ari-ari wangi sekaligus menghilangkan bau amis sehingga ari-ari tidak dimakan binatang.Sementara jarum dan pensil dimaksudkan agar bayi kelak tumbuh menjadi anak cerdas, benang agar anak panjang umur, dan huruf Arab agar menjadi anak saleh.Mitos lain juga mengatakan bahwa ari-ari tidak boleh ditanam terlalu dalam karena akan membuat bayi sulit bicara. Terakhir, ari-ari yang telah dikubur diberi penerangan di sekitarnya.Yang namanya tradisi memang tidak selalu bisa dijelaskan dengan akal sehat, Anda pun boleh percaya, boleh tidak percaya.Saat ini, banyak orang tua milenial yang tidak lagi menjalankan adat tersebut dan memilih alternatif perawatan plasenta lainnya, misalnya lotus birth (membiarkan plasenta menempel pada pusar bayi hingga copot dengan sendirinya), atau bahkan memakan plasenta itu.

Yang harus dilakukan orang tua saat menangani ari-ari bayi

Beri perasan jeruk nipis untuk samarkan amis pada ari-ari 
 Saat , tentu plasenta masih terpaut di tubuh bayi. Umumnya, di beberapa negara, ari-ari hanya dibuang begitu saja.Namun, di Indonesia, ari-ari tidak dibiarkan begitu saja. Ada perlakuan tertentu yang harus dilakukan untuk plasenta bayi.Artinya, jika ari-ari sudah terlepas dari tubuh Si Kecil, tentu ada hal yang harus dilakukan orang tua untuk merawatnya.Untuk itu, inilah yang harus dilakukan orang tua saat menangani ari-ari.

1. Mencuci ari-ari bayi baru lahir

Meski terpisah dari perawatan bayi, cara mencuci ari ari bayi baru lahir tidak lepas dari rangkaian kegiatan ketika bayi telah lahir.Cara mencuci ari ari bayi baru lahir dilakukan sebelum plasenta siap dikubur.Persiapkan bahan-bahan berikut sebelum mengikuti cara mencuci ari-ari bayi yang baru lahir:
  • Asam Jawa.
  • Garam kasar.
  • Jeruk nipis.
Cara membersihkan ari-ari bayi salah satunya adalah dengan langkah sebagai berikut:
  • Gosok asam jawa dan garam kasar dengan pelan, hal ini bertujuan agar darah yang masih menempel segera hilang. 
  • Bilas di bawah air mengalir setelah ari-ari sudah bersih dari darah, supaya sisa darah larut bersama air.
  • Bubuhkan jeruk nipis peras, jika ari-ari sudah berbau. 

2. Membungkus ari-ari 

Sebelum mengubur ari-ari, sebaiknya diberi kain putih agar plasenta bisa dibalut. Beberapa orang juga menaruh ari-ari yang sudah dilapisi kain putih ke dalam kendi.

3. Cara mengubur ari-ari bayi

Gali lubang dengan kedalaman yang cukup, kira-kira 70 cm hingga 1 m. Hal ini berguna agar hewan tidak mengganggu plasenta yang sudah dipendam di dalam tanah.Pastikan lubang ditutup dengan gundukan tanah yang rapat. Agar lebih aman, taruh batu besar di atas kuburan ari ari.

Hal-hal yang memengaruhi kesehatan ari-ari bayi

Hipertensi picu masalah ari-ari bayi, solusio plasenta
Kesehatan plasenta rupanya juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan terkini maupun riwayat kesehatan di masa lalu. Inilah beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan plasenta:
  • Usia ibu, ibu yang berusia di atas 40 tahun lebih sering mengalami masalah plasenta.
  • Air ketuban pecah sebelum persalinan, jika kantung ketuban yang berisi amonia pecah atau bocor sebelum persalinan, hal ini menimbulkan masalah plasenta.
  • Hipertensi, berdasarkan riset yang terbit pada jurnal American Journal of Obstetric and Gynecology, tekanan darah tinggi erat kaitannya dengan solusio plasenta.
  • Masalah darah, jika ibu memiliki gangguan pembekuan darah, hal ini membuat darah akan menggumpal di dalam ari-ari dan meningkatkan risiko masalah plasenta.
  • Operasi rahim, wanita yang pernah operasi caesar atau pengangkatan fibroid lebih rentan mengalami masalah ari-ari.
  • Riwayat masalah plasenta, jika mengalami masalah ari-ari pada kehamilan sebelumnya, maka, ada kemungkinan masalah plasenta akan ditemukan pada kehamilan berikutnya.
  • Konsumsi rokok dan narkoba, ibu yang merokok atau menggunakan kokain saat hamil rentan mengalami masalah ari-ari 
  • Trauma perut, seperti kecelakaan, jatuh, atau mendapat pukulan di perut meningkatkan risiko mengalami solusio plasenta.

Mengenal bank plasenta

Stem cell pada ari-ari bayi dipercaya menangani anemia
Cairan pada ari-ari bayi mengandung stem cell yang terbukti dapat menangani penyakit gawat, seperti kanker, masalah darah seperti anemia, dan masalah pada sistem imun. Cairan ini mudah dikumpulkan dan memiliki kandungan stem cell 10 kali lebih banyak daripada yang diproduksi oleh sumsum tulang.Jika Anda ingin stem cell dari cairan ari-ari Anda disimpan dalam bank plasenta, konsultasikan kepada dokter kandungan Anda sebelum proses melahirkan.Pengambilan stem cell hanya bisa dilakukan saat persalinan, baik secara normal melalui vagina maupun operasi caesar.Proses ekstraksi stem cell dari ari-ari cukup sederhana dan tidak menyakitkan bagi ibu maupun bayi. Sesaat setelah bayi lahir, dokter akan memotong tali pusar, kemudian memasukkan jarum suntik untuk mengambil cairan ari-ari minimal 40 mililiter.Cairan ini kemudian disimpan di tabung kedap udara, dikirim ke laboratorium untuk dipisahkan stem cell-nya. Stem cell inilah yang kemudian disimpan di bank plasenta hingga puluhan tahun.Nantinya, cairan dari ari-ari dapat digunakan untuk merawat anggota keluarga Anda yang terkena penyakit di atas, atau dapat disumbangkan bila Anda menghendakinya. Di Indonesia, bank plasenta ini baru ada di Jakarta, dan kehadirannya sudah sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Sebagai alternatif, bank plasenta juga sudah hadir di Malaysia dan Singapura.Namun, siap-siap merogoh kocek hingga belasan juta rupiah untuk menempuh cara menyimpan ari-ari yang satu ini. Lagipula, studi mengatakan bahwa kemungkinan stem cell akan berguna untuk kesehatan anak kelak sangat kecil dengan perbandingan 1:400 hingga 1:200.000.Selain itu, darah yang mengandung stem cell ini juga hanya bisa disimpan selama 15 tahun.Plus, darah itu tidak akan bisa digunakan jika anak Anda terindikasi mengalami kelainan genetik. Sebab, mutasi genetik yang sama pasti juga terkandung di dalam stem cell tersebut.

Catatan dari SehatQ

Ari-ari bayi merupakan organ yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan bayi. Karena plasenta, bayi pun bisa mendapatkan asupan nutrisi, oksigen, bahkan terlindung dari infeksi yang dibawa dari ibu.Ada empat masalah umum yang terjadi pada ari-ari, mulai dari plasenta lepas sebelum persalinan hingga justru ari-ari tertambat terlalu dalam meski sudah melewati proses kelahiran.Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait ari-ari, konsultasikan segera dengan dokter kandungan melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
melahirkanplasenta
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/what-is-the-placenta/
Diakses pada 20 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/should-you-bank-your-babys-cord-blood
Diakses pada 20 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3894590/
Diakses pada 20 November 2019
Academia. https://www.academia.edu/3327101/UPACARA_MENDHEM_ARI-ARI_SEBUAH_HARAPAN_MASYARAKAT_JAWA_UNTUK_KEHARMONISAN
Diakses pada 20 November 2019
Liputan 6. https://m.liputan6.com/health/read/3219796/makna-simbolik-tanam-ari-ari-bayi-pada-masyarakat-jawa
Diakses pada 20 November 2019
Detik Health. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2431534/ingin-simpan-stem-cell-di-bank-tali-pusat-ini-dia-biayanya
Diakses pada 20 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/placenta/art-20044425
Diakses pada 16 November 2020
Belly Belly. https://www.bellybelly.com.au/pregnancy/what-is-a-placenta/
Diakses pada 16 November 2020
Philosophical Transactions of The Royal Society B. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4305167/
Diakses pada 16 November 2020
American Journal of Obstetric and Gynecology. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S000293780700717X
Diakses pada 16 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait