Mengenal Manfaat Daging Babi untuk Kesehatan dan Pengolahannya yang Benar


Manfaat daging babi tak lepas dari kandungan protein di dalamnya yang melimpah. Jika diolah dengan benar, daging ini bisa membentuk massa otot hingga meningkatkan performa olahraga. Namun, bahaya daging babi untuk kesehatan juga perlu diwaspadai, karena daging babi mentah mengandung cacing pita.

0,0
11 Feb 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Agar manfaat daging babi optimal pilih bagian has dalam saat hendak mengonsumsinyaDaging babi has dalam merupakan pilihan terbaik karena rendah lemak
Daging babi terkenal karena rasanya yang gurih dan juicy. Diolah dengan kecap maupun dipanggang, daging ini selalu mampu memberikan kenikmatan tersendiri. Tak ayal jika terselip berbagai manfaat daging babi untuk kesehatan. Ya, hal ini tak lepas dari kandungan protein di dalamnya yang melimpah, begitu juga dengan nutrisi lainnya.

Kandungan daging babi 

Setiap 85 gram daging babi has dalam (pork tenderloin) mengandung nutrisi sebagai berikut:
  • 125 kalori
  • 3,4 gram lemak
  • 48 mg sodium
  • 22 gram protein
Nutrisi tersebut dinilai tanpa tambahan garam dan gula. Selain tinggi protein, daging babi juga menyimpan berbagai vitamin dan mineral penting di dalamnya. Mulai dari tiamin, selenium, zinc, vitamin B12, hingga zat besi.Bukan hanya dagingnya saja, lemak babi juga dinilai tinggi nutrisi. Kandungan lemak babi di antaranya adalah asam oleat dengan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung, kulit, serta mampu mengatur kestabilan hormon.Namun, sebaiknya Anda tetap tidak mengonsumsi lemak babi secara berlebihan. Has dalam juga merupakan potongan daging babi yang paling sehat karena rendah lemak. Dengan memilih bagian ini, manfaat daging babi yang bisa Anda dapatkan pun akan optimal.Baca juga: Keunggulan Daging Tanpa Lemak Bagi Kesehatan, Anda Wajib Tahu!

Manfaat daging babi untuk kesehatan

Nutrisi yang beragam tersebut membuat daging babi berkhasiat untuk kesehatan dengan cara pengolahan yang benar. Apa sajakah manfaat daging babi tersebut?

1. Menjaga massa otot

Protein yang ada dalam daging babi berguna dalam menjaga massa otot Anda. Apa pentingnya massa otot bagi kesehatan?Massa otot akan berkurang seiring bertambahnya usia. Kondisi ini disebut dengan sarcopenia, yang mulai terjadi sejak usia 30an.Saat massa otot menyusut, fungsi tubuh juga akan menurun sehingga gerakan maupun stamina menjadi lemah. Akibatnya, risiko terkena cedera pun akan meningkat. Lebih lanjut, massa otot yang baik terkait dengan umur panjang. Sebuah studi menemukan bahwa kalangan lanjut usia (lansia) dengan massa otot yang lebih banyak cenderung hidup lebih lama daripada mereka yang memiliki sedikit massa otot.Selain karena kurang gerak atau pola hidup sedenter, menyusutnya massa otot juga bisa disebabkan oleh pola makan rendah protein.Jadi, mengonsumsi daging babi atau makanan kaya protein lainnya dapat memastikan kecukupan asupan senyawa ini dalam tubuh Anda serta membantu meminimalkan hilangnya massa otot. Inilah yang menjadi salah satu manfaat daging babi untuk kesehatan tubuh. 

2. Meningkatkan performa olahraga

Khasiat daging babi tak lepas dari nutrisi taurine, creatine, dan beta-alanine di dalamnya. Ketiga zat ini diyakini mampu mengurangi kelelahan serta meningkatkan performa olahraga.Sebagai contoh, beta-alanine merupakan asam amino yang digunakan tubuh untuk menghasilkan carnosine. Carnosine penting bagi fungsi dan perkembangan otot manusia.Para ahli telah mengaitkan kadar carnosine yang tinggi dengan penurunan tingkat kelelahan dan peningkatan performa fisik.Sementara diet rendah beta-alanine, seperti pada kaum vegetarian, bisa mengurangi jumlah carnosine pada otot seiring waktu.Bagi Anda yang sering cepat lelah saat beraktivitas fisik atau berolahraga, Anda mungkin bisa mencoba menyertakan daging babi ke dalam asupan sehari-hari untuk mendapat manfaat daging babi satu ini.

3. Baik untuk kesehatan jantung

Manfaat daging babi tanpa lemak bisa sama baiknya untuk kesehatan seperti daging sapi atau daging ayam tanpa lemak.Studi tertentu menunjukkan bahwa mengonsumsi daging babi tanpa lemak mampu mengurangi lemak tubuh serta memperbaiki kesehatan jantung.Meski demikian, ada banyak studi yang memiliki hasil beragam mengenai hubungan antara daging merah dengan penyakit jantung.Beberapa studi menunjukkan bahwa daging merah olahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sementara, sederet studi lainnya tidak menemukan keterikatan sama sekali.Banyak ahli kesehatan juga meyakini bahwa selama dikonsumsi secara moderat, makan daging babi tanpa lemak tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung.Karena itu, ingatlah bahwa manfaat daging babi baru akan terasa jika Anda mengonsumsi potongan daging yang tanpa lemak dengan frekuensi yang tidak berlebih.

Bahaya daging babi yang perlu diwaspadai

Meskipun banyak mengandung manfaat, konsumsi daging babi juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping seperti:

1. Hepatitis E

Menurut Center for Disease Control and Prevention, kasus sporadik virus hepatitis E genotipe 3 terjadi di negara-negara maju akibat konsumsi daging babi dan rusa yang tidak dimasak maupun kurang matang. Infeksi virus ini dapat memicu gejala akut, termasuk pembesaran hati, gagal hati, dan risiko kematian. 

2. Multiple sclerosis

Daging babi juga sering dikaitkan dengan penyakit multiple sclerosis, penyakit autoimun yang menyerang saraf pusat. Korelasi konsumsi babi dengan multiple sclerosis (MS) disebutkan lebih tinggi dibandingkan korelasi konsumsi lemak dengan MS, konsumsi daging total dengan MS, dan konsumsi daging sapi dengan MS. Skor korelasi daging babi dengan MS juga dilaporkan lebih tinggi dibandingkan skor konsumsi gula dengan diabetes. 

3. Penyakit hati

Bagian daging babi, termasuk hati, bacon, sosis, dan ham dikenal mengandung senyawa nitrosamine. Kandungan nitrosamine  tersebut adalah senyawa yang berpotensi untuk memicu kanker hati. Bukan hanya kanker hati, daging babi juga pernah dikaitkan dengan potensi bahaya pemicu sirosis hati pada manusia.

4. Trikinosis

Trikinosis adalah infeksi yang disebabkan oleh larva dari spesies cacing yang disebut Trichinella spiralis. Trikinosis erat dikaitkan dengan konsumsi daging babi yang tidak matang. 

5. Taeniasis

Taeniasis adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh tiga spesies cacing daging pita. Salah satu spesies cacing pita tersebut adalah Taenia solium, yang berisiko masuk ke tubuh manusia jika mengonsumsi daging babi mentah atau kurang masak. Walau penderita taeniasis seringkali tidak menunjukkan gejala, infeksi Tenia solium sebagai bahaya daging babi dapat memicu cysticercosis. Cysticercosis adalah penyakit yang ditandai dengan kejang sehingga penanganan dokter amat diperlukan. 

Tips memilih dan mengolah daging babi

Untuk mendapatkan khasiat daging babi dengan optimal, Anda tentu perlu memilih dan mengolahnya dengan benar. Berikut tips yang bisa Anda cermati:

1. Jangan sembarangan memilih bagian daging babi

Untuk mendapatkan manfaat daging babi untuk kesehatan yang maksimal, pilihlah potongan daging babi has dalam atau pork tenderloin. Pasalnya, bagian ini memiliki sedikit lemak.Selain itu, daging babi has dalam juga biasanya tidak mengandung gula dan garam tambahan maupun pengawet.

2. Cermati cara menyimpannya

Jika Anda membeli daging babi potong, ketahuilah bahwa daging ini hanya dapat bertahan selama 2-4 hari dalam kulkas.Tapi bila disimpan dalam freezer pada suhu di bawah 0 derajat Celcius, daging bisa tahan lama hingga enam bulan. Berbeda pula dengan daging babi cincang karena daging ini hanya dapat bertahan selama 1-2 hari dalam kulkas. 

3. Jangan dimakan mentah

Hindari mengonsumsi daging yang masih mentah atau kurang matang. Bahaya daging babi mentah adalah bisa mengandung berbagai jenis parasit penyebab penyakit. Seseorang dapat terinfeksi taenia solium karena makan daging babi yang mengandung cacing pita. Jadi, pastikan daging benar-benar dimasak matang sebelum Anda menyantapnya agar manfaat daging babi untuk kesehatan dapat dirasakan secara optimal.

4. Perhatikan cara memasaknya

Daging babi sebaiknya dimasak pada suhu antara 63-71 derajat Celsius. Ketika Anda memasaknya, para ahli kesehatan menganjurkan Anda untuk mengukur suhu pada bagian daging yang paling tebal tanpa menyentuh tulang, guna memastikan temperaturnya.Baca juga: Cara Menyimpan Daging yang Benar agar Tahan Lama

Pesan dari SehatQ

Seperti daging lainnya, daging babi kaya akan protein serta vitamin dan mineral. Namun, Anda harus mengolah daging babi dengan benar agar mendapatkan khasiatnya secara optimal. Sebab, daging babi yang masih mentah atau kurang matang bisa menyimpan parasit yang berbahaya bagi kesehatan.Bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan juga dengan dokter mengenai keamanan serta porsi konsumsi daging babi untuk Anda. Dengan ini, kesehatan Anda pun tidak terganggu.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmakanan dietmakanan pembentuk otot
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/pork
Diakses pada 11 Februari 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/pork-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4111298
Diakses pada 11 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait