Dampingi Tuna Netra dengan Baik, Kualitas Hidupnya Meningkat


Tuna netra bisa dikategorikan menjadi dua berdasarkan tingkat kemampuannya dalam melihat. Jangan perlakukan mereka dengan buruk sebab mereka juga bisa hidup berkualitas.

(0)
30 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Berikan dukungan penuh pada tuna netra agar kualitas hidupnya bisa meningkatTuna netra membutuhkan dukungan penuh dari orang di sekitarnya
Tuna netra banyak diasosiasikan dengan buta, yang dalam bahasa Inggris merujuk kondisi buta total. Tentu saja, pengertiannya tidak sesederhana dugaan Anda.Istilah tuna netra ternyata merujuk bukan hanya untuk orang yang sama sekali tidak bisa melihat, tapi juga bagi orang yang mengalami gangguan penglihatan dengan ukuran tertentu.

Apa itu tuna netra?

Menurut Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), tuna netra adalah kondisi seseorang yang tidak memiliki penglihatan sama sekali (buta total). Sebutan ini juga termasuk untuk orang yang masih memiliki sisa daya penglihatan, tapi tak mampu memakai penglihatannya untuk membaca tulisan.Sementara menurut klasifikasi kebutaan secara internasional, tuna netra dibagi menjadi dua kategori di bawah ini:

1. Gangguan penglihatan jarak jauh

  • Kategori ringan: Tingkat ketajaman visual yang lebih buruk dari 6/12
  • Kategori sedang: Tingkat ketajaman visual yang lebih buruk dari 6/18
  • Kategori parah: Tingkat ketajaman visual yang lebih buruk dari 6/60
  • Kategori kebutaan: Tingkat ketajaman visual yang lebih buruk dari 3/60
Cara membaca angka tersebut adalah misalnya pada kategori ringan yaitu 6/12 artinya pada orang dengan penglihatan normal dapat melihat sesuatu di jarak 12 meter sedangkan Anda dapat melihat di jarak 6 meter.

2. Gangguan penglihatan jarak dekat

Orang yang masuk kategori ini memiliki tingkat ketajaman visual dekat, yang lebih buruk daripada N6 atau M.08, bahkan dengan memakai alat bantu sekalipun.

Penyebab dan faktor risiko tuna netra

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kebutaan pada seseorang. Beberapa di antaranya adalah:
  • Glaukoma

Glaukoma sendiri merujuk pada kondisi perbedaan mata yang bisa menyebabkan kerusakan saraf optik yang bertugas membawa informasi visual dari mata ke otak.
  • Degenerasi makula

Mereka yang mengalami degenerasi makula akan mengalami kerusakan pada bagian tengah retina, dan umumnya diderita oleh kalangan lanjut usia (lansia).
  • Katarak

Katarak akan membuat penglihatan jadi buram. Kondisi ini umumnya menyerang orang-orang berusia lanjut.
  • Mata malas

Orang yang menderita mata malas akan kesulitan untuk melihat sesuatu secara mendetail. Jika dibiarkan, kondisi ini akan membuat penderita kehilangan kemampuan melihatnya.
  • Neuritis optik

Neuritis optik adalah peradangan yang terjadi pada mata. Hilangnya kemampuan melihat termasuk efek lebih lanjut dari penyakit ini.
  • Retinitis pigmentosa

Mengalami retinitis pigmentosa berarti penderita akan kerusakan pada retina. Dalam kasus langka, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan.
  • Tumor

Jika tumbuh tumor pada mata dan memengaruhi retina atau saraf optik, kebutaan juga mungkin akan terjadi.
  • Komplikasi penyakit

Apabila mengalami diabetes atau pernah terserang stroke, risiko kebutaan bisa saja meningkat akibat komplikasi penyakit tersebut.
  • Penyebab lainnya

Beberapa penyebab kebutaan lainnya meliputi cacat lahir, bayi yang lahir prematur, cedera mata, atau komplikasi dari operasi mata. Demikian pula dengan orang yang bekerja atau di dekat benda tajam atau bahan kimia beracun pun berisiko lebih besar.

Faktor risiko tuna netra pada bayi

Pada bayi, kebutaan atau kerusakan penglihatan bisa karena beberapa kondisi di bawah ini:
  • Infeksi tertentu, misalnya saja mata merah
  • Penyumbatan pada saluran air mata
  • Menderita katarak
  • Memiliki mata juling
  • Menderita mata malas
  • Kelopak mata terkulai
  • Glaukoma sejak dalam kandungan
  • Retinopathy of prematurity, yang bisa terjadi pada bayi prematur ketika pemasok darah ke retina tidak berkembang seperti seharusnya
  • Tidak mendapatkan rangsangan visual yang cukup
  • Sistem penglihatan tidak berkembang dengan optimal

Mendampingi tuna netra di sekitar kita

Jika salah satu anggota keluarga atau teman Anda menderita kesulitan melihat atau mengalami kebutaan total, pastikan Anda tidak menjauhinya. Bantuan Anda sangat diperlukan oleh mereka. Pandulah mereka agar bisa tetap mejalani kehidupannya secara optimal.Beberapa cara di bawah ini sebaiknya dilakukan saat memandu orang tuna netra dalam kegiatan sehari-hari:
  • Jangan memandu orang buta dengan memegang atau menarik tongkat yang mereka gunakan
  • Jangan memandu mereka dengan cara menarik lengan baju atau ujung pakaian mereka
  • Jangan pernah mendorong mereka dari belakang saat memandu orang tuna netra berjalan
Saat berinteraksi dengan tuna netra, Terapkan juga langkah-langkah berikut:
  • Perlakukan mereka dengan normal
  • Perkenalkan diri lebih dulu agar mereka mengenali suara Anda
  • Jabat tangan mereka saat mereka duluan mengulurkannya
  • Tatap wajah mereka saat sedang mengobrol
  • Jangan tinggalkan mereka tanpa pamit terlebih dahulu
  • Gunakan kosa kata normal
  • Hindari berbicara dengan mereka melalui orang ketiga
  • Tetap perhatikan budaya setempat bila Anda harus menyentuh mereka
Kehidupan tuna netra umumnya memang lebih berat daripada orang yang memiliki penglihatan normal. Maka dari itu, usahakan untuk selalu ada saat mereka saat membutuhkan Anda. Dengan bantuan orang di sekitarnya, kualitas hidup mereka niscaya akan lebih baik.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang tuna netra dan disabilitas lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumorkatarakglaukomaneuritis optikdegenerasi makulamata malas
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment
Diakses pada 9 November 2020
Universitas Sananta Dharma. https://www.usd.ac.id/pusat/psibk/category/artikel/tunanetra/
Diakses pada 9 November 2020
Healthline https://www.healthline.com/health/blindness
Diakses pada 9 November 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2017/12/Panduan_Mendampingi_dan_Interaksi_dengan_Tunanetra_Dimas_P_Muharam_S_Hum_6_Desember_2017_Hari_Disabilitas_Internasional.pdf
Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait