9 Dampak Pencemaran Udara untuk Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Pencemaran udara dapat berdampak pada penyakit asma dan jantung
Waspadai dampak pencemaran udara untuk tubuh sebelum semakin parah hingga menyebabkan kematian

Selama beberapa hari terakhir, kualitas udara di Jakarta sudah berada di angka yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan, ibu kota tercinta ini sempat dianggap sebagai kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia.

Hal ini tentu harus diwaspadai, karena dampak pencemaran udara untuk kesehatan sangatlah berbahaya. Tidak hanya gangguan pada paru-paru, gangguan kesehatan seperti penyakit jantung hingga berat badan lahir bayi yang rendah, juga bisa terjadi.

Dampak pencemaran udara untuk kesehatan

Salah satu dampak pencemaran udara yang perlu diwaspadai adalah kambuhnya asma


Mungkin karena sudah terbiasa, tanpa disadari udara kotor yang kita hirup sehari-hari, bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Padahal menurut WHO, saat ini 9 dari 10 orang bernafas di udara yang tercemar. Dampak pencemaran udara juga sudah membunuh sekitar 7 juta orang setiap tahunnya.

Meski dampaknya mungkin tidak akan langsung terlihat, namun secara jangka panjang, udara kotor yang terus menerus kita hirup bisa menyebabkan kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Membuat asma kambuh. Partikel-pertikel polusi udara dan debu bisa membuat tingkat kekambuhan asma meningkat.
  • Bisa menimbulkan kanker paru-paru. Zat-zat berbahaya yang terdapat di udara kotor, juga disebutkan bisa menimbulkan kanker paru-paru.
  • Meningkatkan risiko sakit jantung. Zat berbahaya seperti karbon hitam dan nitrogen oksida, yang terdapat pada asap kendaraan, dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.
  • Jadi lebih mudah terkena infeksi. Polusi udara bisa meningkatkan kejadian infeksi paru-paru, terutama pada anak-anak.
  • Bisa menghambat perkembangan anak. Paparan terhadap udara yang berkualitas buruk, bisa menghambat perkembangan paru-paru pada anak. Akibatnya, paru-paru tidak bisa berfungsi dengan optimal saat dewasa.
  • Membuat jaringan di paru-paru meradang. Dampak pencemaran udara ini bisa menyerang orang yang paru-parunya sehat, maupun individu dengan riwayat asma dan penyakit paru lainnya.
  • Meningkatkan risiko berat badan lahir rendah pada janin. Paparan polusi udara pada ibu hamil, bisa meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, hingga kematian bayi.
  • Bisa menimbulkan penyakit paru lainnya. Dampak pencemaran udara yang paling umum, seperti batuk dan sesak napas bisa terjadi. Namun, kondisi lain seperti penyakit paru obstruktif kronis juga bisa bertambah parah, dengan adanya udara yang kotor.
  • Bisa mempercepat kematian. Jika tubuh terpapar udara yang kotor secara terus-menerus dalam jangka panjang, maka angka harapan hidup juga akan semakin pendek.

Waspadai dampak pencemaran udara, kenali kualitas udara di area Anda

Anda mungkin sudah sering melihat unggahan yang menggambarkan kualitas udara dengan satuan Air Quality Index (AQI). AQI adalah suatu satuan yang menghitung kualitas udara mulai dari angka 0 hingga 500. Semakin tinggi angka AQI, maka kualitas udara semakin buruk.

Berikut ini rentang kualitas udara berdasarkan AQI:

  • 0-50: sehat. Kualitas udara memuaskan dan tidak berisiko menimbulkan dampak pencemaran udara. 
  • 51-100: sedang. Kualitas udara cukup sehat, namun dapat berisiko bagi sebagian kecil orang dengan riwayat penyakit tertentu. 
  • 101-150: tidak sehat untuk individu yang sensitif. Kelompok yang termasuk kategori individu sensitif adalah penderita penyakit paru-paru dan jantung serta individu yang berisiko lebih besar terpapar lapisan ozone.
  • 151-200: tidak sehat untuk semua kelompok individu. Dampak pencemaran udara mulai terasa untuk semua kelompok individu, namun dampak terparah dapat dirasakan kelompok individu yang sensitif.
  • 201-300: sangat tidak sehat. Kualitas udara pada angka ini berisiko menyebabkan gangguan kesehatan serius pada semua kelompok individu.
  • 301-500: berbahaya. Kualitas udara sangat berbahaya dan sudah masuk ke dalam tahap gawat darurat. Dampak pencemaran udara bisa terjadi pada seluruh populasi area tersebut.

Jika area tempat tinggal Anda sudah memiliki AQI di atas 100, sebaiknya segera mulai langkah-langkah lebih serius untuk mengurangi pencemaran udara yang terjadi, sebelum dampaknya merusak kesehatan penduduk, terutama bayi dan anak-anak.

Lakukan hal ini untuk hindari dampak pencemaran udara

Berhenti merokok adalah salah satu langkah untuk mengurangi pencemaran udara

Menghilangkan pencemaran udara, tak semudah membalikkan telapak tangan. Meski demikian, beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan, untuk menghindari berbagai dampak pencemaran udara.

1. Hindari merokok

Kebiasaan merokok adalah hal yang paling banyak menimbulkan polusi udara di dalam ruangan. Karena itu, hentikan kebiasaan merokok, jika Anda tidak ingin terkena dampak dari pencemaran udara dan juga efek berbahaya dari komponen rokok itu sendiri.

2. Pasang air purifier di rumah

Meski penelitian tentang efektivitas pemasangan air purifier atau penjernih udara di rumah untuk mengurangi efek polusi udara masih minim, tapi alat ini disebutkan bisa berguna untuk orang yang alergi.

Alat ini bisa mengurangi jumlah debu dan asap, yang mungkin tidak disadari, telat masuk dengan mudah ke dalam rumah.

3. Kurangi bepergian ke daerah yang ramai kendaraan

Polusi udara di luar ruangan paling bayak ditimbulkan oleh asap kendaraan. Sehingga, agar bisa lebih terlindungi dari pencemaran tersebut, Anda disarankan untuk menghindari jalanan yang penuh dengan kendaraan bermotor.

Jika Anda tinggal di area yang dekat dengan jalan raya, tutuplah jendela saat jalanan sedang memasuki jam sibuk. Lalu, buka kembali jendela saat jalanan sudah mulai lengang, misalnya saat malam hari.

4. Gunakan transportasi umum

Agar bisa terhindar dari dampak pencemaran udara, Anda juga perlu aktif melakukan usaha untuk menguranginya. Salah satunya, dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Mulailah bepergian menggunakan transportasi umum.

5. Hindari aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu

Pencemaran udara memang bisa terjadi, baik di luar maupun di dalam ruangan. Namun, kualitas udara di luar ruangan, umumnya lebih buruk jika dibandingkan dengan di dalam ruangan.

Hindari berada di luar ruangan saat jam-jam tertentu, ketika kualitas udara sedang buruk, seperti saat jam berangkat dan pulang kantor.

Selain lima cara di atas, Anda juga bisa melakukan beberapa cara di bawah ini, untuk mengurangi dampak pencemaran udara di dalam rumah.

  • Kurangi penggunaan pengharum ruangan dan lilin.
  • Rutin bersihkan pendingin ruangan di rumah Anda.
  • Rutin bersihkan ruangan agar debu tidak menumpuk.
  • Cuci sprei dan boneka secara teratur untuk menghilangkan debu serta kotoran sisa-sisa polusi yang mungkin menempel.
  • Saat udara di luar ruangan sudah membaik, buka jendela rumah Anda agar sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik.

Agar udara yang kita hirup kembali bersih, dibutuhkan usaha bersama. Mulailah dari langkah sederhana, seperti menanam lebih banyak pohon, dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Anda juga perlu melindungi diri dari dampak pencemaran udara yang telah terjadi. Dengan menggunakan masker saat sedang berada di jalan raya, Anda sudah mengurangi risiko menghirup polusi yang berbahaya bagi tubuh.

Enviromental Defense Fund. https://www.edf.org/health/health-impacts-air-pollution
Diakses pada 26 Juni 2019

American Lung Foundation. https://www.lung.org/about-us/blog/2017/04/air-pollutions-top-10-health-risks.html
Diakses pada 26 Juni 2019

Consumer Reports. https://www.consumerreports.org/health-wellness/avoid-the-negative-health-effects-of-air-pollution/
Diakses pada 26 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4311076/
Diakses pada 26 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/protect-yourself-and-your-family-air-pollution#strategies
Diakses pada 9 Agustus 2019

Enviromental Protection Agency. https://www.airnow.gov/index.cfm?action=aqibasics.aqi
Diakses pada 9 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed