Dampak Kekerasan Emosional Terhadap Kesehatan dan Cara Tepat Mengatasinya


Dampak kekerasan emosional sama parahnya dengan kekerasan fisik. Jenis kekerasan ini dilakukan dengan mengkritik, menyalahkan, mempermalukan, dan memanipulasi korban dengan kata kasar maupun perilaku penindasan.

(0)
Dampak kekerasan emosional sama parahnya seperti kekerasan fisikKekerasan emosional punya dampak sama parahnya dengan kekerasan fisik
Kekerasan selama ini lebih sering dikaitkan dengan tindakan yang melukai seseorang secara fisik. Faktanya, kekerasan tidak hanya terjadi secara fisik, melainkan juga emosional. Seperti apakah bentuk kekerasan emosional? Lantas, apa dampaknya bagi kesehatan Anda? Simak bahasannya di bawah ini.

Apa itu kekerasan emosional?

Pelecehan atau kekerasan emosional adalah kondisi yang terjadi saat seseorang berusaha mengontrol orang lain dengan menggunakan emosi untuk tujuan buruk, entah itu mengkritik, mempermalukan, dan memanipulasi korbannya. Pola yang ditunjukkan pelaku yaitu dengan menerapkan kata-kata kasar dan perilaku penindasan untuk menurunkan harga diri korban.Kekerasan emosional dapat terjadi di lingkungan mana saja, baik itu dari keluarga, lingkaran persahabatan, hingga tempat kerja. Jika diterima secara menerus, tindakan ini bisa merusak kesehatan mental seseorang.

Tanda-tanda kekerasan emosional

Tanda-tanda kekerasan emosional mungkin akan sulit dilihat secara langsung, tapi mudah dirasakan. Terkadang, pelaku mengombinasikan jenis kekerasan ini dengan tindakan fisik supaya membuat harga diri korban menjadi lebih jatuh.Berikut ini sejumlah tindakan yang menjadi tanda kekerasan emosional:
  • Menyerang privasi orang lain
  • Melontarkan hinaan atau ejekan
  • Mencoba mengendalikan hidup orang lain
  • Berteriak memanggil nama dengan nada kasar
  • Membuat ancaman, baik secara halus maupun kasar
  • Mengisolasi seseorang dari keluarga dan teman-temannya
  • Memuntahkan makanan atau minuman yang dibuat orang lain
  • Memberi hukuman karena tidak melakukan apa yang diinginkan pelaku
  • Mencoba membuat orang lain mempertanyakan kewarasan dirinya sendiri (gaslighting)
Jika menjadi korban kekerasan emosional, jangan pernah berpikir bahwa Anda pantas untuk menerimanya. Kekerasan ini tidak benar untuk dilakukan meski Anda mungkin berpikir pantas mendapatkannya sebagai buah dari tindakan sendiri.

Efek jangka pendek kekerasan emosional

Kekerasan emosional dapat berdampak buruk pada kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental. Berikut sejumlah efek jangka pendek yang ditimbulkan jenis kekerasan ini:
  • Takut
  • Murung
  • Mimpi buruk
  • Kebingungan
  • Keputusasaan
  • Perasaan malu
  • Ketegangan otot
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Peningkatan detak jantung
  • Nyeri atau sakit pada bagian tubuh tertentu

Efek jangka panjang kekerasan emosional

Apabila dilakukan secara berulang dan terus-menerus, kekerasan emosional dapat memberikan efek panjang bagi kesehatan korban. Beberapa efek jangka panjang yang berpotensi muncul, di antaranya:Terkadang, kekerasan emosional juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD). Meskipun begitu, kondisi ini tidak selalu terjadi. Dokter umumnya akan mendiagnosis Anda menderita PTSD apabila merasakan ketakutan dan stres berlebihan dalam waktu lama.

Cara mengatasi dampak kekerasan emosional

Beberapa cara bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kekerasan emosional. Beberapa tips untuk mengatasi efek kekerasan emosional, antara lain:

1. Mencari dukungan orang lain

Untuk membantu Anda mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kekerasan emosional, cari dukungan dari orang terdekat seperti sahabat atau keluarga. Mintalah dukungan pada orang-orang yang tidak menghakimi. Bergabung dengan kelompok orang yang pernah mengalami trauma dan pelecehan juga bisa membantu.

2. Aktif bergerak dan rutin berolahraga

Aktif bergerak dan rutin berolahraga baik dilakukan untuk kesehatan Anda. Jika Anda malas untuk berolahraga berat, aktivitas fisik seperti berjalan kaki pun juga bermanfaat. Tak hanya secara fisik, berolahraga setidaknya 90 menit dalam seminggu dapat membantu Anda untuk:
  • Tidur lebih nyenyak
  • Menjaga pikiran tetap tajam
  • Mengurangi risiko depresi

3. Aktif bersosialisasi dengan orang lain

Mengisolasi diri tidak akan membantu mengurangi efek kekerasan emosional yang Anda rasakan. Sebaliknya, Anda harus aktif bersosialisasi dengan orang lain. Tak harus bicara mengenai masalah Anda (kecuali jika Anda menginginkannya), menghabiskan waktu dengan keluarga atau sahabat dapat membuat diri menjadi lebih bersemangat.

4, Menerapkan pola makan sehat

Kekerasan emosional bisa merusak pola makan Anda. Pola makan yang tidak teratur dan tak sehat dapat berdampak buruk untuk kesehatan. Beberapa tips makan yang dapat membantu menjaga tingkat energi dan meminimalisir perubahan suasana hati meliputi:
  • Konsumsi makanan sehat seperti buah, sayur, dan protein tanpa lemak
  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Hindari makan secara berlebihan
  • Hindari melewatkan jam makan (misalnya tidak sarapan atau makan siang)
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan
  • Hindari makanan olahan, gorengan, dan tinggi gula

5. Menerapkan teknik relaksasi

Untuk menghilangkan stres yang Anda rasakan akibat kekerasan emosional, terapkan teknik relaksasi. Sejumlah tindakan yang dilakukan seperti:
  • Menyalakan lilin aroma terapi
  • Mendengarkan musik
  • Latihan pernapasan dalam
  • Yoga
  • Meditasi
  • Tai chi

Kapan harus ke dokter?

Pada beberapa orang, efek yang ditimbulkan oleh kekerasan emosional mungkin akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda sebaiknya segera meminta bantuan dari profesional apabila mengalami kondisi-kondisi seperti:
  • Depresi
  • Kesulitan untuk tidur
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Ketakutan dan kecemasan berlebih
  • Konsumsi alkohol atau obat sebagai pelarian
  • Terganggu dalam menyelesaikan tanggung jawab
  • Sering mimpi buruk dan mengingat kejadian yang memicu trauma
Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kekerasan emosional dan cara mengatasinya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
depresipost traumatic stress disorder (PTSD)kekerasan
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/identify-and-cope-with-emotional-abuse-4156673
Diakses pada 19 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/effects-of-emotional-abuse
Diakses pada 19 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait