logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Dampak Carbon Footprint alias Jejak Karbon untuk Kesehatan

open-summary

Dampak carbon footprint bisa mengganggu kesehatan kelaparan dan gizi buruk. karena memicu perubahan iklim. Mulai dengan langkah kecil untuk mencegah dampak yang makin buruk.


close-summary

20 Jul 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

dampak arbon footprint

Bisa picu perubahan iklim dan kondisi kelaparan di banyak tempat

Table of Content

  • Apa yg dimaksud dengan jejak karbon?
  • Penyebab terbentuknya carbon footprint
  • Dampak jejak karbon untuk kesehatan dan lingkungan
  • Langkah untuk mengurangi produksi carbon footprint

Jejak karbon sudah banyak dibicarakan sejak lama karena memberikan dampak buruk untuk lingkungan. Namun, belum banyak orang yang peduli dengan hal tersebut sehingga masih banyak orang yang seolah-olah bertindak seenaknya.

Advertisement

Dalam kurun waktu yang panjang, jejak yang ditinggalkan oleh aktivitas manusia ini akan memberikan dampak buruk untuk umat manusia lagi. Bukan tidak mungkin hal ini akan membawa krisis pada sesuatu yang lebih besar. 

Apa yg dimaksud dengan jejak karbon?

Carbon footprint atau jejak karbon adalah jumlah gas buangan atau emisi yang dihasilkan oleh kegiatan manusia baik itu secara individu maupun kelompok. Semakin tinggi jejak karbon yang ada di bumi,  lingkungan akan semakin rusak sekaligus mengganggu kesehatan. Pasalnya, gas-gas tersebut berkontribusi dalam terjadinya pemanasan global.

Gas-gas yang dihasilkan manusia dan terhitung sebagai jejak karbon disebut juga sebagai gas rumah kaca. Pemanasan global tak hanya berpengaruh pada lingkungan, tapi juga kesehatan. Oleh karena itu, mengurangi jejak karbon yang Anda hasilkan, akan membantu memperlambat proses pemanasan global yang saat ini sudah mulai terjadi.

Penyebab terbentuknya carbon footprint

Penyebab carbon footprint adalah kegiatan sehari-hari mulai dari pakai mobil sampai listrik
Carbon footprint bisa disebabkan oleh industrialisasi kawasan

Tanpa disadari, hampir semua hal yang kita lakukan akan menghasilkan jejak karbon. Apa saja penyebab dari jejak karbon? Berikut ini beberapa kegiatan yang dapat menyumbangkan jumlah jejak karbon.

1. Penggunaan listrik

Listrik untuk kebutuhan rumah tangga, datang dari pembangkit listrik yang dijalankan menggunakan bahan bakar minyak ataupun batu bara. Proses ini tentu akan menyumbangkan gas-gas rumah kaca ke udara.

Semakin sering Anda menggunakan listrik, semakin banyak juga jejak karbon yang akan ditinggalkan.  Hal-hal kecil seperti menyalakan lampu terlalu lama atau tidak mematikan listrik ketika sudah selesai mengisi baterai ponsel juga bisa menyumbang jejak karbon.

2. Konsumsi makanan

Praktik pengolahan pertanian dan peternakan juga bisa menjadi penyumbang jejak karbon yang cukup tinggi. Kotoran yang diproduksi oleh para hewan ternak bisa menyumbangkan metana yang berperan sebagai salah satu gas rumah kaca.

Meskipun menyumbangkan jejak karbon yang cukup tinggi, kedua proses ini tidak bisa serta merta dihilangkan. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir produksi karbon dan gas rumah kaca lain.

3. Penggunaan kendaraan bahan bakar minyak

Sudah bukan berita baru jika penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan menjadi penyumbang gas rumah kaca yang signifikan. Semua jenis bahan bakar minyak, baik itu yang digunakan pada mobil, pesawat, kereta, hingga kapal laut akan menghasilkan jejak karbon di udara.

4. Penebangan hutan

Penebangan pohon di hutan dapat meningkatkan jumlah emisi gas rumah kaca secara signifikan dan meninggalkan jejak karbon dalam jumlah tinggi.

Dalam kondisi normal, pohon berfungsi menyerap karbon dari udara dan akan diolah agar bisa dilepaskan kembali ke atmosfer sebagai oksigen. Jika pohon habis ditebang, tidak ada lagi yang akan menyerap gas-gas berbahaya tersebut.

Penebangan hutan menyebabkan lepasnya miliaran ton karbon ke udara. Gundulnya hutan dan pengubahan area hijau menjadi area industri juga akan menyebabkan berkurangnya area resapan hujan sehingga banjir dan longsor rawan terjadi.

5. Pembangunan kawasan industri

Pembangunan kawasan industri berisi pabrik dan kawasan tempat tinggal bisa memicu meningkatnya jumlah carbon footprint. Bahan bakar yang digunakan dalam operasional pabrik dan limbah kimia yang mungkin keluar, dan apabila tidak diolah dengan baik akan merusak lingkungan.

Baca Juga: 5 Jenis Pencemaran Lingkungan yang Perlu Diketahui

Dampak jejak karbon untuk kesehatan dan lingkungan

Jejak karbon alias carbon footprint bisa sebabkan bencana alam
Carbon footprint bisa membuat permukaan air laut naik

Jika jumlah jejak karbon di bumi terlalu banyak, dampaknya akan terasa dari lingkungan yang bisa rusak Bukan hanya itu, kesehatan manusia juga bisa dipertaruhkan di sini. Berikut ini beberapa dampak jejak karbon yang perlu Anda kenali.

1. Permukaan air laut semakin naik

Semakin banyak jejak karbon, semakin cepat juga efek pemanasan global akan kita rasakan. Salah satunya adalah meningkatkan suhu rata-rata di bumi.

Hal ini membuat es di area-area dingin bumi mencair dan menyebabkan naiknya permukaan air laut. Kenaikan permukaan air laut ini akan merugikan orang-orang yang tinggal di pesisir karena risiko banjir pun bertambah. Mencairnya es juga akan meningkatkan risiko longsor dan membuat banyak hewan sampai mikroba yang semula hidup di area tersebut akhirnya kehilangan habitat.

2. Iklim menjadi tidak menentu

Kini, menentukan waktu musim hujan dan musim kemarau semakin sulit. Begitupun di negara-negara empat musim yang akhir-akhir ini semakin sering merasakan salju turun di waktu yang tidak terduga.

Hujan deras, banjir, kebakaran hutan, hingga badai yang semakin sering datang juga menjadi bukti bahwa pemanasan global sedang terjadi. Hal ini tentu akan merugikan manusia dari segala sisi, baik materi maupun kesehatan. Saat iklim tidak menentu, risiko terjadinya bencana alam akan meningkat.

3. Risiko infeksi meningkat

Tak banyak yang tahu bahwa terjadinya pemanasan global akibat menumpuknya jejak karbon juga akan berpengaruh pada kesehatan. Padahal, sudah banyak kasus yang membuktikannya.

Salah satunya adalah merebaknya wabah penyakit anthrax di tahun 2016. Karena es di kutub semakin banyak yang mencair, sebuah bangkai rusa yang semula terkubur di bawah es akhirnya naik ke permukaan dan virus di dalamnya menyebar hingga menyebabkan wabah.

Tingginya curah hujan dan terbukanya lahan hutan juga membuat risiko beberapa penyakit menjadi meningkat. Sebut saja demam beradarah, malaria, infeksi virus zika, hingga asma yang makin mudah dijumpai di banyak tempat.

4. Meningkatkan risiko kelaparan dan malnutrisi

Iklim yang tidak menentu serta kurangnya area resapan akan membuat petani sulit panen, akses air bersih kian langka, dan tanaman yang tumbuh menjadi kurang nutrisi. Hal-hal di atas akan menyebabkan meningkatnya jumlah orang yang menderita malnutrisi dan berisiko kelaparan.

Baca juga: Jenis Penyakit Malaria yang Bisa Menular ke Manusia

Langkah untuk mengurangi produksi carbon footprint

Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah bisa mengurangi carbon footprint
Mengonsumsi sayur dan buah bisa membantu mengurangi carbon footprint

Jejak karbon akan sulit untuk dihilangkan sepenuhnya. Saat ini, yang dapat kita lakukan untuk membantu menyelamatkan bumi adalah dengan melakukan hal-hal kecil yang dapat dimulai dari diri sendiri, sehingga jejak karbon pribadi bisa dikurangi. Ini beberapa caranya.

  • Perbanyak makan buah dan sayuran serta kurangi konsumsi daging. Hewan ternak adalah salah satu penyumbang gas rumah kaca tertinggi.
  • Pilih makanan yang diproduksi dan dibudidayakan secara lokal. Makanan yang dikirim dari area yang jauh, bisa sampai ke tempat kita karena menggunakan kendaraan yang menyumbang jejak karbon tinggi.
  • Jangan terlalu sering membeli baju baru. Baju yang lama sebaiknya diolah atau disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Limbah baju bekas saat dibiarkan menumpuk akan menghasilkan gas metana yang merupakan gas rumah kaca.
  • Saat berbelanja, bawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah plastik
  • Belanja seperlunya saja agar tidak banyak yang dibuang saat tidak terpakai dan malah menjadi limbah.
  • Matikan lampu saat tidak digunakan
  • Batasi penggunaan pendingin ruangan.
  • Ganti bola lampu dengan yang hemat energi.
  • Lebih memanfaatkan transportasi umum daripada kendaraan pribadi
  • Jika memungkinkan, saat pergi naik pesawat, pilih penerbangan tanpa transit untuk menghemat bahan bakar yang digunakan.

Mengurangi jejak karbon bisa dilakukan dengan jalan yang dimulai dari diri sendiri. Dengan begitu, kita sudah membantu mengurangi dampak pemanasan global satu langkah lebih maju.

Advertisement

infeksi virusalergi lingkunganbanjirterbakar matahari

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved