6 Dampak Buruk Sering Membentak Anak yang Patut Diwaspadai Orangtua

(0)
11 Feb 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Membentak anak dapat membawa dampak buruk pada kesehatan fisik dan mentalnya.Waspadalah, membentak anak tidak akan membawa kebaikan untuk perilaku Si Kecil.
Kebiasaan membentak anak dapat membawa dampak buruk bagi Si Kecil, baik dari segi fisik maupun mental. Faktanya, membentak anak memiliki dampak yang sama seperti memukul mereka. Bagi Anda yang masih sering membentak, pahami berbagai dampak buruknya terhadap anak.

Dampak buruk membentak anak yang harus diwaspadai

Mulai dari memperburuk perilakunya, mengubah perkembangan otaknya, hingga mengundang depresi, mari kenali dampak buruk dari membentak anak ini.

1. Membuat anak menjadi lebih agresif

Anda mungkin sudah tahu bahwa anak dapat meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Jika Anda membentak mereka, kemungkinan besarnya mereka juga akan meniru perilaku buruk tersebut.Sebuah riset menyatakan, membentak anak hanya akan membuat mereka lebih agresif, baik secara fisik maupun verbal. Sebab, membentak adalah ekspresi amarah yang bisa membuat anak-anak takut dan merasa tidak aman.

2. Memperburuk perilaku anak

Mungkin Anda berpikir bahwa masalah dapat diatasi dengan bentakan. Padahal yang terjadi justru sebaliknya, membentak anak akan memunculkan masalah baru dalam jangka panjang. Bahkan, sebuah penelitian membuktikan adanya peningkatan perilaku buruk kedepannya pada anak-anak berusia 13 tahun yang sering dibentak.

3. Mengubah perkembangan otaknya

Bentakan dan segala hal yang sifatnya kasar dalam memarahi anak dapat mengubah perkembangan otak Si Kecil. Sebab, manusia dinilai lebih cepat dalam memproses informasi negatif dibandingkan yang positif.Sejumlah ahli mencoba untuk membuktikan hal ini dengan melakukan pemindaian MRI kepala terhadap para partisipan yang pernah mengalami kekerasan verbal dari orangtuanya maupun yang tidak.Hasilnya, para ahli tersebut menemukan perbedaan yang mencolok di bagian otak yang bertanggung jawab dalam memproses suara dan bahasa.

4. Menyebabkan anak depresi

Membentak anak dapat membuatnya depresi
Hati-hati, membentak anak dapat membuatnya depresi
Selain merasa tersakiti, ketakutan, dan sedih, anak-anak juga bisa merasa depresi saat dibentak oleh orangtuanya. Sebab, kekerasan verbal mampu menyebabkan masalah psikologis yang lebih dalam dan bisa terbawa hingga ia dewasa.Sebuah riset membuktikan, anak-anak berusia 13 tahun yang sering dibentak orangtuanya menunjukkan gejala-gejala depresi. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan hubungan antara kekerasan emosional dan depresi atau gangguan kecemasan.Gejala-gejala gangguan mental ini dapat menyebabkan perilaku anak menjadi lebih buruk dan bisa membuat mereka melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri, seperti penyalahgunaan obat-obatan hingga seks bebas.

5. Mengancam kesehatan fisiknya

Rasa stres yang muncul akibat sering dibentak berpotensi menyebabkan kesehatan fisik anak menjadi terganggu. Hal ini dibuktikan lewat sebuah riset yang menunjukkan bahwa perasaan stres dapat membawa dampak buruk pada kesehatan fisik Si Kecil ke depannya.

6. Menyebabkan nyeri kronis

Membentak anak dapat meningkatkan risiko nyeri kronis pada diri Si Kecil
Membentak anak dapat meningkatkan risiko nyeri kronis padanya
Baru-baru ini, terdapat sebuah penelitian yang menemukan adanya hubungan antara pengalaman buruk semasa kecil dan berbagai macam penyakit nyeri kronis, seperti artritis, sakit kepala, hingga masalah punggung dan leher.Sebagai orangtua, tentunya Anda tidak mau berbagai dampak buruk di atas terjadi pada Si Kecil. Maka dari itu, segera hilangkan kebiasaan membentak anak dan cari cara lain yang lebih baik untuk mendisiplinkan mereka.

Daripada membentak anak, cobalah cara ini untuk mendisiplinkan mereka

Masih banyak cara untuk membuat perilaku anak menjadi lebih baik tanpa kekerasan, di antaranya:
  • Jadilah panutan yang baik

Jika Anda ingin anak-anak berperilaku lebih baik, jadilah panutan yang dapat dicontoh mereka. Gunakan kata-kata dan perilaku yang lembut saat memberi tahu mereka mana yang baik dan buruk.
  • Buatlah peraturan

Buatlah peraturan yang tegas dan jelas untuk bisa dipatuhi oleh anak-anak. Pastikan Anda menjelaskan peraturan ini dengan kata-kata yang mudah dimengerti oleh mereka.
  • Berilah hukuman yang wajar

Dibandingkan membentak anak, masih banyak hukuman yang lebih manusiawi dan tidak membuat anak ketakutan. Misalnya, jika anak tidak mau merapihkan mainannya, maka mereka tidak boleh bermain dengan mainannya seharian.
  • Dengarkan mereka

Anda juga harus mendengarkan anak-anak. Biarkan mereka menyelesaikan cerita, barulah Anda tawarkan solusi atas masalahnya.
  • Berikan perhatian lebih kepada anak

Salah satu cara mendisiplinkan anak yang dianggap efektif adalah memberikan perhatian lebih pada anak. Perhatian orangtua terhadap anaknya dinilai mampu memunculkan perilaku baik dan menghilangkan yang buruk.
  • Jangan lupa memujinya

Di saat anak-anak sudah berperilaku baik dan patuh terhadap peraturan di rumah, jangan lupa untuk memuji mereka. Dengan begitu, mereka akan lebih bersemangat lagi dalam melakukan hal-hal baik.

Catatan dari SehatQ

Membentak anak bukanlah solusi tepat untuk mengubah perilakunya. Ada banyak kerugian yang bisa dirasakan oleh Si Kecil jika sering dibentak. Maka dari itu, sebagai orangtua Anda juga harus berusaha untuk mencari cara lain dalam mendisiplinkan anak-anaknya.Jika Anda khawatir dengan kesehatan Si Kecil, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingkesehatan anakparenting stress
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/features/stop-yelling-at-your-kids#1
Diakses pada 28 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/yelling-at-kids#effects-on-children
Diakses pada 28 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/effects-of-yelling-at-kids#2.-Yelling-changes-the-way-their-brain-develops
Diakses pada 28 Januari 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Disciplining-Your-Child.aspx
Diakses pada 28 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait