Orangtua Perlu Waspada! Inilah Dampak Buruk Pornografi pada Anak-anak

Pornografi pada anak dapat menyebabkan kecanduan dan merusak otak anak yang belum matang dengan sempurna
Ada banyak dampak pornografi pada anak-anak

Pekan lalu, ada kabar menghebohkan dari Tasikmalaya di mana sepasang suami istri mempertontonkan hubungan intimnya kepada anak-anak. Untuk menonton pertunjukan tak senonoh tersebut, anak-anak diharuskan membayar uang sebesar 5.000 rupiah, ditambah kopi dan rokok.

Perbuatan bejat ini menyita perhatian seantero negeri. Pornoaksi atau pornografi secara keseluruhan tentunya akan berdampak buruk pada psikis anak. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai bahaya dan dampak pornografi pada anak-anak

Dampak Pornografi pada Anak

Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi pada anak-anak akibat pornografi:

1. Kecanduan

Berbagai konten pornografi yang muncul melalui iklan, media sosial, games, film, video klip, ataupun tontonan di atas awalnya akan membangkitkan rasa penasaran terlebih dahulu pada anak, bahkan saat tidak sengaja melihat sekalipun. Rasa penasaran inilah yang menjadi dorongan anak-anak untuk melihat lebih banyak konten pornografi lainnya. Selain itu, kecanduan ini dipicu oleh pengeluaran hormon dopamin pada otak sehingga akan menimbulkan perasaan bahagia ketika menonton konten pornografi. Bila tidak segera dicegah, bukan tidak mungkin kecanduan terhadap pornografi dapat terjadi pada anak.

2. Merusak otak

Pornografi dapat merusak otak anak, tepatnya pada salah satu bagian otak depan yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). Hal ini disebabkan karena bagian PFC yang ada di otak anak belum matang dengan sempurna. Jika bagian otak ini rusak, maka dapat mengakibatkan konsentrasi menurun, sulit memahami benar dan salah, sulit berpikir kritis, sulit menahan diri, sulit menunda kepuasan, dan sulit merencanakan masa depan.

3. Keinginan mencoba dan meniru

Dampak lain yang dirasakan anak setelah melihat pornografi adalah keinginan untuk mencoba dan meniru. Ini berkaitan dengan terpengaruhnya mirror neuron. Mirror neuron adalah sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditontonnya, termasuk pornografi. Hal ini dapat mendorong anak untuk mencoba dan meniru apa yang dilihatnya.

4. Mulai melakukan tindakan seksual

Jika tidak diawasi, anak-anak yang terpapar pornografi ini bisa saja mencoba melakukan tindakan seksual untuk mengatasi rasa penasarannya. Apalagi jika mereka sudah remaja, jika tidak diberikan pendidikan dan pemahaman seksual yang baik, keinginan melakukan tindakan-tindakan seksual sulit dicegah.

[[artikel-terkait]]

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Ketika anak mulai mengenal pornografi, orangtua harus melakukan berbagai hal dalam memberikan pengertian tentang bahaya pornografi dan pemahaman mengenai organ seksual mereka, bukan malah mengecamnya. Berikut beberapa hal yang dapat orangtua lakukan:

  • Berilah anak pendidikan seks dengan menyatakan hal-hal yang harus mereka hindari, mulai dari organ vitalnya disentuh orang lain ataupun menyaksikan konten pornografi.
  • Beri pengertian bahwa ada hal-hal yang tidak seharusnya mereka ketahui karena belum waktunya.
  • Tunjukkan pada anak mengenai bahaya dari pornografi yang dapat merusak dirinya sendiri.
  • Anda dapat membatasi konten pada gawai anak dan mengawasinya ketika bermain gadget. Membatasi konten berbahaya pada gawai anak merupakan langkah yang cukup aman dalam mencegah pengaruh pornografi pada anak di era digital ini.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/990b7-creative-digital-education.pdf
Diakses pada Juni 2019

Focus on The Family. https://www.focusonthefamily.com/parenting/sexuality/what-pornography-does-to-our-children
Diakses pada Juni 2019

Prevent Child Abuse America. https://preventchildabuse.org/resource/understanding-the-effects-of-pornography-on-children/
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed