Dampak Buruk Berita Hoax pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Rasa cemas dan takut menjadi segelintir dampak buruk dari berita hoax.
Siapa sangka, berita hoax punya dampak buruk terhadap kesehatan mental.

Berita palsu atau yang dikenal dengan istilah populer “hoax” bisa bertebaran dalam berbagai bentuk, mulai dari tulisan, foto, dan video. Di era ini, semua orang bisa menggunakan media sosial, dan berita hoax jadi sangat mudah tersebar.

Mengingat dampaknya sangat buruk, setiap orang pasti ingin menghindarinya. Terutama ketika ada isu penting yang tersebar di tengah masyarakat, tentu Anda ingin mendapatkan informasi yang valid dan berkredabilitas agar bisa up to date dengan kabar terkini.

Selain itu, dampak buruk berita hoax juga bisa merugikan kesehatan mental. Seperti ini penjelasan ilmiahnya:

Dampak buruk berita hoax

Dalam sebuah studi, para psikolog sepakat bahwa berita hoax bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan mental, seperti post-traumatic stress syndrome (PTSD), menimbulkan kecemasan, sampai kekerasan

Tidak hanya itu, psikolog percaya, orang yang terpapar berita hoax juga bisa membutuhkan terapi, karena diselimuti kecemasan, stres, dan merasa kesepian karena berita palsu.

Psikolog meyakini, berita hoax dihadirkan untuk memanipulasi banyak orang. Sebab, berita palsu bisa memanfaatkan kelompok orang yang takut, dan mengambil keuntungan ketakutan itu. 

Jangan menyepelekan dampak buruk berita hoax pada kesehatan mental. Sebab, efeknya bisa berlangsung dalam jangka panjang pada diri Anda. Misalnya, mengganggu situasi emosional dan suasana hati yang berkepanjangan, sampai “menghantui” pikiran Anda untuk waktu yang lama.

Malas mencari tahu kebenaran suatu berita? Ini akibatnya

Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mengonfirmasi atau mencari tahu sumber sebuah berita, cenderung menunjukkan gejala fisik dan mental yang kurang sehat. 

Para peneliti menemukan, orang-orang yang tidak gemar mencari tahu kebenaran atas sebuah berita, memiliki respons yang tidak baik, saat dihadapkan dengan informasi menyesatkan dalam situasi stres. Akibatnya, muncul rasa stres, respons jantung yang tidak normal, dan perilaku membaca tak menentu.

Hal ini juga berpengaruh pada aspek psikologis. Orang-orang yang enggan mencari tahu kebenaran suatu berita akan merasa kurang percaya diri dan suka menganggap diri mereka negatif.

Dengan demikian, kemampuan seseorang untuk untuk menilai keaslian suatu berita, bisa memengaruhi kondisi kesehatannya, baik secara fisik maupun mental.

Baca juga: 5 Cara Mengendalikan Emosi agar Tetap Tenang

Cara menghindari berita hoax demi kesehatan mental

Ada banyak cara untuk tidak “termakan rayuan gombal” berita hoax yang sampai ke telinga maupun mata Anda. Beberapa di antaranya ialah:

  • Bersikap skeptis

    Sebelum memercayai sebuah kabar, tanya dulu diri Anda, apakah sumbernya dapat dipercaya? Untuk menghindari berita hoax, ada baiknya Anda lebih jeli dalam memverifikasi sumber datangnya berita, agar tidak ada kabar hoax.
  • Belajar menilai kabar

    Menurut penelitian, orang yang sulit menilai keaslian sebuah kabar di televisi, koran atau media sosial, cenderung mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, belajar menilai informasi yang diterima, menjadi cara tepat dalam mempersiapkan diri dalam menangkal berita hoax.
  • Periksa waktu penerbitan informasi 

    Dalam hal ini, waktu penerbitan informasi, memerankan peran penting dalam penyebaran kabar hoax. Sebab, banyak berita yang sudah tidak relevan, kemudian dirilis lagi untuk memanaskan suasana. Akibatnya, banyak orang yang bisa terkena dampak buruknya.
  • Bertanya pada ahli

    Untuk lebih memastikan lagi, bertanya langsung kepada ahli dalam bidang tertentu. Misalnya, bertanya kepada ahli hukum, mengenai informasi tidak jelas mengenai kasus hukum tertentu, yang ramai beredar di masyarakat. Selain itu, Anda pun bisa memanfaatkan situs-situs yang menyediakan layanan pengecekan fakta, agar berita hoax dapat dihindari.
  • Lawan dengan humor

    Salah satu cara ampuh dan positif dalam memerangi perasaan yang didapatkan setelah membaca berita hoax ialah dengan tertawa. Humor atau candaan dianggap efektif dalam memerangi stres dan kecemasan, akibat hoax.
  • Mulai beraksi

    Mengubah perasaan amarah, stres, dan kecemasan menjadi aksi disebut bisa membantu, seperti membuat petisi untuk menghilangkan berita hoax hingga melakukan protes. Hal ini diyakini efektif untuk mengalahkan rasa stres yang Anda rasakan, setelah membaca berita hoax.

Catatan dari SehatQ:

Sebelum memercayai berita secara utuh, cari tahu kebenarannya, dengan bertanya kepada ahli, serta melihat kredibilitas sumbernya. Selain itu, tak ada salahnya  bersikap skeptis, dengan tidak mudah memercayai suatu informasi. Jika bukan Anda yang menyaring berita hoax supaya tidak “menyerang” diri sendiri dan orang-orang terdekat, siapa lagi?

NWI.com. https://www.nwitimes.com/news/fake-news-is-bad-for-your-mental-health-region-psychologists/article_3938f474-8a1d-537a-ae04-61c888c4fe20.html

Diakses pada 26 September 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/balance/health-rumors-gossip#1

Diakses pada 26 September 2019



Manchester Metropolitan University. https://www2.mmu.ac.uk/news-and-events/news/story/index.php?id=7949

Diakses pada 26 September 2019

 

The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA). https://www2.mmu.ac.uk/news-and-events/news/story/index.php?id=7949

Diakses pada 26 September 2019

 

Psycom. https://www.psycom.net/iwar.1.html

Diakses pada 26 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed