8 Dampak Buruk Akibat Suka Membanding-bandingkan Anak


Kebiasaan suka membanding-bandingkan anak ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan mental si kecil, mulai dari menurunkan kepercayaan dirinya, hingga menyebabkan stres.

0,0
24 Aug 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Suka membanding-bandingkan anakMembanding-bandingkan anak dapat berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.
Setiap orangtua memiliki harapan dan ekspektasi tersendiri terhadap anak-anaknya. Meski begitu, jangan sampai Anda membanding-bandingkan anak. Sebab, kebiasaan ini dapat membawa dampak buruk pada kesehatan mental si kecil.

8 dampak buruk akibat suka membanding-bandingkan anak

Salah satu alasan kenapa orangtua selalu membanding-bandingkan anaknya mungkin karena ingin memotivasi sang buah hati agar bisa menjadi anak yang lebih baik.Namun, sebaiknya Anda berhati-hati karena sebagian anak justru bisa tersakiti saat dirinya dibanding-bandingkan dengan anak yang lain.Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memahami berbagai dampak buruk dari kebiasaan membanding-bandingkan anak berikut ini.

1. Meningkatkan persaingan antarsaudara

Salah satu dampak buruk dari membanding-bandingkan anak adalah meningkatkan persaingan tidak sehat antarsaudara.Jika Anda membandingkan anak bungsu dengan si sulung, persaingan antara keduanya bisa muncul. Hal ini dapat mengundang perilaku buruk, seperti berkelahi atau mengejek.

2. Menjauh dari orangtuanya

Saat seorang anak dibanding-bandingkan dengan kakak, adik, saudara, atau temannya, mereka dapat merasa insecure dan menjauh dari orangtuanya.Kebiasaan membanding-bandingkan anak pun dinilai bisa mengundang gangguan perilaku dan perkembangan saat mereka tumbuh dewasa.

3. Menghambat talenta anak

Jika bakat dan talenta anak terus dibanding-bandingkan serta tidak dihargai, bisa jadi talentanya dapat terhambat dan tidak berkembang. Sebagai konsekuensinya, anak dapat kehilangan potensi sekaligus talentanya.

4. Menyebabkan stres

Anak yang terus-menerus dibandingkan dengan anak yang lainnya bisa mengalami stres hingga gangguan kecemasan.Masalah ini biasanya terjadi saat anak mendapatkan nilai yang kurang bagus di sekolah, lalu orangtuanya membanding-bandingkannya dengan teman lain yang mendapatkan nilai bagus.

5. Menurunkan kepercayaan dirinya

Selain menyebabkan stres, membanding-bandingkan anak dianggap bisa menurunkan rasa percaya dirinya. Sebab, perbandingan ini dapat membuat si kecil merasa inferior dibandingkan anak yang lainnya.Alih-alih berusaha menjadi lebih baik, perbandingan ini dapat membuat anak berhenti dan takut mencoba hal baru.

6. Tak lagi berusaha untuk menyenangkan hati orangtua

Jika anak terus dibanding-bandingkan dengan anak lain yang lebih baik dari dirinya, ia dapat berhenti berusaha untuk menyenangkan hati orangtuanya.Sebab, sikap membanding-bandingkan ini membuat si kecil berpikir bahwa kedua orangtuanya lebih senang dengan anak lain yang menjadi 'tolok ukur' tersebut.

7. Malu untuk bersosialisasi

Saat kepercayaan diri anak hancur akibat sering dibanding-bandingkan dengan anak lain, ia dapat menjadi malu untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.Di dalam pikirannya, anak merasa dirinya tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan sehingga ia menjauh dari lingkungan sekitarnya.

8. Menumbuhkan kebencian

Dilansir dari Parent Herald, membanding-bandingkan anak dapat menumbuhkan kebencian di dalam dirinya.Saat ia dibandingkan dengan temannya, si kecil dapat menjadi benci terhadap temannya tersebut. Hasilnya, perilaku agresif seperti perkelahian dan ejekan dapat terjadi.

Cara menghentikan kebiasaan membanding-bandingkan anak

Stop membandingkan anak sekarang juga. Cobalah berbagai tips di bawah ini agar Anda bisa menghilangkan kebiasaan membanding-bandingkan anak.
  • Tetapkan ekspektasi yang realistis

Supaya Anda bisa menghentikan kebiasaan membanding-bandingkan anak, cobalah untuk menetapkan ekspektasi yang realistis.Anda juga perlu memahami potensi yang dimiliki anak dan membantunya berkembang dalam bidang yang diminatinya.
  • Hargai kelebihan anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat Anda melihat kelebihannya, hargai dan pujilah dia. Pujian dan dukungan dari orangtua dapat membuat anak lebih percaya diri.
  • Bantu anak menghadapi kelemahannya

Saat anak menunjukkan kelemahannya, janganlah Anda membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain. Cobalah bantu dirinya untuk menghadapi kelemahan tersebut.Dengan dukungan dan motivasi dari orangtua, kelemahan ini dapat diatasi dan diperbaiki walaupun prosesnya tidak mudah.
  • Berikan dukungan dan kasih sayang

Jika memang anak tidak bisa memenuhi ekspektasi dan harapan Anda, jangan banding-bandingkan si kecil dengan temannya yang berprestasi.Cobalah untuk memberikan dukungan dan kasih sayang. Berikan ia motivasi untuk terus berusaha dan tidak pernah putus asa.Dengan adanya dukungan dan kasih sayang dari orangtuanya, anak dapat merasa termotivasi dalam mengejar hal-hal positif yang membanggakan.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/why-should-parents-stop-comparing-their-child-to-others/
Diakses pada 9 Agustus 2021
Parent Herald. https://www.parentherald.com/articles/24006/20160228/negative-effects-of-comparing-a-child-with-others.htm
Diakses pada 9 Agustus 2021
Being the Parent. https://www.beingtheparent.com/stop-comparing-your-child/
Diakses pada 9 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait