Dampak bullying saat kecil juga mempengaruhi kehidupan sebagai orang dewasa
Dampak bullying yang terjadi saat anak-anak, bisa membekas hingga dewasa

Bullying adalah permasalahan global. Di satu sisi, perilaku tak terpuji ini membuat pihak berwenang mengencangkan peraturan terhadap pelaku. Namun di sisi lain, bullying sudah terlihat sebagai fase normal yang seolah harus dilewati ketika bertumbuh remaja dan dewasa. Kadang kita lupa, bahwa dampak bullying begitu berpengaruh pada masa depan seseorang.

Dampak bullying dalam jangka pendek bisa terlihat jelas. Apalagi jika perundungan terjadi secara fisik. Luka memar dan berdarah bisa langsung terlihat dan jadi senjata pendorong untuk membuat pelaku minta maaf. Namun bagaimana secara mental? Menangis setelah menjadi korban bully hanya kondisi yang terlihat sementara. Belasan bahkan puluhan tahun setelahnya, luka mental itu sulit sembuh.

Kondisi ini bukanlah nyanyian cengeng para korban bully, melainkan berdasarkan hasil penelitian yang sahih. Baik jangka pendek maupun jangka panjang, dampak bullying perlu diketahui oleh semua orang, terutama anak, orangtua, dan guru.

Dampak bullying dalam jangka pendek

Dampak bullying yang paling mudah dikenali adalah yang muncul dalam jangka pendek. Sebagai korban, baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mengalami hal-hal di bawah ini sebagai akibat perundungan yang dilakukan orang-orang di lingkungannya.

1. Masalah psikologis

Korban bully seringkali menunjukkan adanya gejala masalah psikologis, bahkan setelah perundungan berlangsung. Kondisi yang paling sering muncul adalah depresi dan gangguan kecemasan.

Selain itu, korban bully juga bisa mengalami gejala psikosomatis, yang membuat masalah psikologis memicu gangguan pada kesehatan fisik.

Hal ini tidak hanya berlaku pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Sebagai contoh, saat waktunya masuk sekolah, anak akan merasa sakit perut dan sakit kepala, meski secara fisik tidak ada yang salah di tubuhnya. Hal inilah yang disebut sebagai gejala psikosomatis.

2. Gangguan tidur

Para korban bullying seringkali mengalami masalah tidur. Mereka sulit untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Sekalipun bisa tidur, tidak jarang waktu tersebut justru dihiasi dengan mimpi buruk.

3. Pikiran untuk bunuh diri

Tidak perlu menunggu dewasa, korban bullying berusia anak-anak dan remaja pun berisiko memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup. Tidak jarang ada laporan kejadian tentang anak berusia sekolah yang meninggal dunia akibat bunuh diri setelah dirundung oleh teman-teman sepantarannya.

4. Tidak bisa menyatu dengan orang-orang di sekitar

Anak maupun orang dewasa yang mengalami bullying, secara tidak langsung ditempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya. Hal ini membuat korban bully menjadi sering merasa kesepian, terabaikan, dan berujung pada turunnya rasa percaya diri.

5. Gangguan prestasi

Anak-anak yang dibully, cenderung akan mengalami kesulitan dalam mencapai prestasi belajar. Mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, sering tidak masuk sekolah, dan tidak diikutsertakan dalam kegiatan yang ada di sekolah.

Dampak bullying dalam jangka panjang

Dampak bullying seringkali masih dirasakan korban, meski belasan bahkan puluhan tahun setelah insiden tersebut berlangsung. Dampak bullying dalam jangka panjang ini jarang terlihat, tapi justru inilah yang paling membuat korban merasa lebih tersiksa.

Para peneliti di Inggris melakukan riset mengenai dampak bullying hingga 40 tahun setelah kejadian. Hasilnya, ada beberapa dampak jangka panjang yang dirasakan para korban, seperti berikut ini:

  • Kondisi kesehatan para korban bully yang saat ini sudah berusia 50 tahun, cenderung lebih buruk dari segi mental maupun fisik.
  • Fungsi kognitif mereka pun lebih rendah dibandingkan dengan orang sepantarnya yang tidak pernah menjadi korban bully.
  • Kualitas hidup dan tingkat kepuasan hidup korban bully juga cenderung lebih rendah daripada rekan seusianya yang tidak pernah mengalami perisakan.

Dampak bullying juga tidak selalu bisa diprediksi kemunculannya. Anak yang menjadi korban bully, bisa saja tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu dengan perlakukan tersebut. Namun di kemudian hari, anak-anak tersebut berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mental depresif dan menerima perawatan psikiatri.

Bukti lain akan dampak bullying yang terjadi pada jangka panjang juga disajikan oleh hasil penelitian pada 1.420 anak berusia 9-16 tahun yang pernah menjadi korban bullying. Para ahli meneliti kondisi mental mereka selama 4-6 kali dalam jangka waktu beberapa tahun.

Hasilnya, anak yang pernah mengalami perundungan lebih sering mengalami berbagai jenis gangguan kecemasan dan gangguan panik. Selain itu, trauma yang ditimbulkan oleh bullying yang diterima saat kecil, juga bisa mengubah struktur otak yang di kemudian hari, serta akan memengaruhi kemampuan dalam mengambil keputusan yang benar.

Terakhir, anak-anak yang pernah menjadi korban bully di masa kecilnya, cenderung mengalami kesulitan untuk bermasyarakat ketika beranjak dewasa, karena:

  • Lebih sulit mendapatkan pekerjaan atau mempertahankan pekerjaan yang dimiliki
  • Sulit untuk fokus terhadap satu hal
  • Kesulitan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain
  • Cenderung lebih rentan terkena penyakit

Catatan dari SehatQ

Dampak bullying bisa terasa saat itu juga maupun berpuluh-puluh tahun setelahnya. Dampak jangka pendek yang dirasakan antara lain gangguan psikologis seperti depresi dan gangguan kecemasan, gangguan tidur, hingga penurunan prestasi di sekolah maupun tempat kerja.

Sementara itu dalam jangka panjang, anak yang dulu menjadi korban bully cenderung sulit mendapatkan pekerjaan, tidak bisa berinteraksi secara sosial, dan lebih rentan terkena gangguan psikologis serta cenderung membutuhkan bantuan dari psikiater lebih sering.

Apabila Anda atau anak Anda adalah korban bullying, jangan takut untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merasa lebih baik. Sesi terapi dengan psikolog ataupun psikiater bisa menjadi langkah awal memperbaiki kualitas hidup.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/the-short-term-effects-of-bullying-3288473
Diakses pada 10 Februari 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/bullying-impact-4157338
Diakses pada 10 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/283042.php#1
Diakses pada 10 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/bullying-affects-victims-and-bullies-into-adulthood-022013#1
Diakses pada 10 Februari 2020

Anti-Bullying Alliaence. https://www.anti-bullyingalliance.org.uk/tools-information/all-about-bullying/prevalence-and-impact/impact-bullying
Diakses pada 10 Februari 2020

Artikel Terkait