Dalam Proses Penyembuhan Luka, Ada 4 Tahap yang Akan Dilalui Tubuh

Ada 4 tahap dalam proses penyembuhan luka, diawali dengan hemostasis dan diakhiri dengan penguatan jaringan
Proses penyembuhan luka terdiri dari 4 tahap

Rasanya, hampir semua orang pernah mengalami luka di bagian manapun di tubuh. Saat Anda mengalami luka akibat jatuh dari sepeda saat kecil, atau luka akibat jerawat yang pecah, pernahkah Anda membayangkan proses penyembuhan luka tersebut?

Sebab jika diperhatikan, tahapan penyembuhan luka tersebut sama, meski penyebabnya berbeda. Diawali dengan perdarahan, luka lalu menjadi area lunak yang lembap, hingga berkembang menjadi kering dan membuat Anda gatal ingin mengelupasnya.

Di tubuh kita, memang sudah ada suatu sistem canggih yang secara otomatis akan bekerja memperbaiki saat ada jaringan yang rusak. Sistem ini, bekerja begitu runut, hingga jaringan bisa kembali berfungsi dengan baik.

Proses penyembuhan luka dalam 4 tahap

Luka bisa Anda peroleh dari berbagai kejadian, seperti tergores, teriris, atau bahkan tertusuk. Meski begitu, proses penyembuhan luka secara umum sama, meski penyebabnya berbeda. Berikut ini penjelasannya.

1. Proses penghentian perdarahan (hemostasis)

Saat kulit mulai terluka dan berdarah, dalam waktu beberapa menit atau bahkan detik, sel-sel darah secara otomatis akan berkumpul dan membentuk gumpalan darah.

Gumpalan darah ini berfungsi untuk melindungi luka dan mencegah darah keluar lebih banyak lagi. Selain sel darah yang dinamakan trombosit, gumpalan ini juga mengandung protein yang disebut dengan fibrin, akan membentuk suatu “jaring” agar gumpalan darah tetap pada tempatnya.

2. Proses peradangan (inflamasi)

Pada proses penyembuhan luka selanjutnya, gumpalan darah akan mengeluarkan suatu zat kimia yang akan menyebabkan peradangan. Sehingga, tidak heran saat darah mulai berhenti, di sekitar luka Anda akan terlihat pembengkakan dan kemerahan.

Saat hal ini terjadi, sel darah putih akan menuju ke area luka. Lalu, sel darah putih akan melawan bakteri dan kuman dari area tersebut, agar kita tidak mengalami infeksi.

Sel darah putih juga akan memproduksi suatu zat kimia yang dinamakan growth factors. Zat ini berfungsi untuk membantu memperbaiki jaringan yang rusak.

3. Proses pembangunan jaringan baru

Setelah area luka bersih dari bakteri dan kuman berkat sel darah putih, selanjutnya, sel darah merah yang kaya akan oksigen datang ke area tersebut untuk membangun jaringan baru.

Oksigen yang dibawa oleh sel darah merah juga akan membantu pembentukan jaringan yang baru. Tubuh juga akan mulai memproduksi kolagen, yang berperan sebagai penyangga untuk jaringan yang sedang diperbaiki.

Proses ini dinamakan sebagai fase proliferatif dan secara kasat mata, akan terlihat seperti bekas luka yang awalnya terlihat berwarna kemerahan, lalu lama-kelamaan memudar.

4. Proses penguatan jaringan

Proses penyembuhan luka yang terakhir atau fase maturasi adalah untuk menguatkan jaringan yang baru terbentuk. Anda mungkin pernah melihat, bekas luka terlihat seperti kulit yang ditarik melebar. Itu adalah salah satu usaha tubuh agar jaringan kulit yang baru benar-benar kuat di tempatnya.

Penyembuhan total bisa memakan waktu beberapa hari, minggu, atau bahkan tahun. Saat sudah sembuh total, maka jaringan tersebut akan kembali sekuat sebelumnya, saat sebelum mengalami perlukaan.

Tidak semua jenis luka akan benar-benar melewati keempat proses penyembuhan ini. Sebab, tidak semua luka membuat kulit Anda berdarah. Beberapa di antaranya adalah luka bakar, memar, serta luka tekan atau ulkus dekubitus.

Tips agar proses penyembuhan luka berlangsung baik

Setelah terluka, sebaiknya Anda melakukan beberapa langkah di bawah ini, agar nantinya, proses penyembuhan luka bisa berlangsung dengan baik.

  • Segera basuh area yang luka dengan air mengalir hingga bersih, lalu keringkan secara perlahan.
  • Sebaiknya, saat proses penyembuhan masih berlangsung, tutup luka dengan kassa atau plester.
  • Bagi luka yang terletak di area yang mudah kotor, seperti tangan atau kaki, oleskan petroleum jelly di luka tersebut, lalu tutup dengan plester.
  • Rutinlah bersihkan luka setiap harinya dengan sabun dan air, lalu ganti juga plesternya secara berkala.
  • Saat luka sudah sembuh, oleskan luka dengan tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk mengontrol terbentuknya bekas luka.

Faktor yang menghambat proses penyembuhan luka

Ada satu hal yang disayangkan, yaitu tidak semua orang dapat melalui proses penyembuhan luka dengan baik, sehingga luka yang dialami tidak kunjung tertutup. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi, yaitu:

  • Adanya sel kulit mati. Keberadaan sel kulit mati di sekitar area luka dapat menghambat proses penyembuhan.
  • Terjadi infeksi. Pada luka yang mengalami infeksi, tubuh justru akan mengerahkan kemampuannya untuk melawan infeksi tersebut, dan bukan untuk menyembuhkan luka.
  • Perdarahan tak kunjung berhenti. Perdarahan berkepanjangan juga akan membuat luka sulit menutup.
  • Kerusakan mekanis. Salah satu contoh kerusakan mekanis dalam menghambat proses penyembuhan luka adalah, pada pasien tirah baring dalam jangka lama yang mengalami ulkus dekubitus.
  • Kekurangan nutrisi. Agar proses penyembuhan luka bisa berlangsung dengan baik, tubuh membutuhkan beberapa nutrisi seperit vitamin C, zinc, dan protein.
  • Adanya penyakit lain yang menghambat. Penyakit seperti diabetes, anemia, varises, dan penyakit jantung, bisa menyebabkan luka sulit sembuh.
  • Usia. Proses penyembuhan luka cenderung berlangsung lebih lambat pada lansia.
  • Obat yang dikonsumsi. Beberapa jenis obat bisa mengganggu fungsi tubuh lain, termasuk dalam hal penyembuhan luka.
  • Merokok. Kebiasaan merokok dapat memperlambat penyembuhan jaringan dan meningkatkan risiko komplikasi.

Menjaga dan menjalani tahap demi tahap proses penyembuhan luka, akan bermanfaat bagi tubuh dalam jangka panjang. Jika sembuh dengan baik, maka bekas luka pun akan menutup lebih rapi.

Meski sudah tidak terasa sakit, usahakan jangan menyentuh area luka dengan tangan, apalagi mengelupas kulit kering yang ada di area luka. Hal ini perlu diperhatikan agar jaringan bisa melakukan regenerasi secara baik, sehingga Anda bisa pulih kembali seperti semula.

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/ss/slideshow-how-does-your-wound-heal
Diakses pada 31 Oktober 2019

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/how-wounds-heal
Diakses pada 31 Oktober 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/wounds-how-to-care-for-them
Diakses pada 31 Oktober 2019

UCI Health. https://www.ucihealth.org/blog/2018/10/wound-care
Diakses pada 31 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed