logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Daging Merah: Pertimbangan Manfaat dan Risikonya untuk Kesehatan

open-summary

Daging merah disayang dan ditakuti. Beberapa penelitian observasi memang mengaitkan konsumsi daging merah dengan masalah kesehatan. Apakah semua ahli setuju?


close-summary

9 Apr 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Daging merah aman dikonsumsi

Daging merah sebenarnya bernutrisi dan bisa dikonsumsi asal tak berlebihan

Table of Content

  • Kandungan nutrisi dalam daging merah secara umum
  • Perlukah daging merah dihindari?
  • Cara memasak daging merah dengan aman
  • Catatan dari SehatQ

Daging merah dicintai dan ditakuti. Beberapa orang merasakan kelezatan tiada tara saat mengonsumsi daging jenis ini, dari sup hingga semur. 

Advertisement

Namun, yang lain mungkin mengkhawatirkan bahaya makan daging merah terhadap kesehatan, seperti risiko penyakit jantung dan kanker.

Bagaimana bukti ilmiah terkait daging ini? Simak pembahasannya di artikel ini.

Kandungan nutrisi dalam daging merah secara umum

Contoh daging merah adalah daging yang normalnya berwarna merah saat mentah. Daging merah biasanya berasal dari hewan mamalia. Beberapa jenis yang termasuk daging merah, yaitu daging sapi, domba, kambing, dan daging babi.

Jika kita menilik nutrisinya, daging yang berwarna merah sebenarnya menjadi makanan yang bermanfaat untuk tubuh. Jenis daging merah mengantongi vitamin, mineral, bahkan molekul antioksidan.

Daging merah merupakan sumber protein hewani yang baik, sama seperti daging putih dari ayam atau ikan.

Plus dalam setiap 100 gram daging sapi giling dengan 10% lemak, terkandung nutrisi berikut ini:

  • Vitamin B3 atau niasin: 25% dari rekomendasi kebutuhan harian
  • Vitamin B12 atau kobalamin: 37% dari rekomendasi kebutuhan harian. Vitamin B ini tidak bisa didapat dari makanan nabati.
  • Vitamin B6 atau piridoksin: 18% dari rekomendasi kebutuhan harian
  • Zat besi: 12% dari RDA. Zat besi dari sumber hewani diserap lebih baik daripada zat besi dari tanaman.
  • Zinc: 32% dari rekomendasi kebutuhan harian
  • Selenium: 24% dari rekomendasi kebutuhan harian

Daging merah juga kaya akan vitamin dan vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi agar kuat.

Daging merah sapi giling
100 gram daging giling sapi memenuhi kebutuhan harian zinc sebesar 32%

Hanya saja, penting untuk diketahui bahwa tidak semua daging warna merah setara dalam hal nutrisinya. 

Perbedaan nutrisi tersebut bisa karena pakan ternak yang diberikan, bentuk akhir daging (ada yang diolah menjadi sosis, misalnya), hingga obat-obatan atau hormon tertentu.

Perlukah daging merah dihindari?

Ada banyak anggapan yang mengatakan bahwa daging merah adalah sumber kolesterol jahat.

Beberapa studi menyebutkan bahwa daging merah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, kanker, bahkan kematian. Namun, banyak penelitian terkait hal ini hanya bersifat observasi skala kecil atau hanya mengamati responden.

Contoh lainnya adalah studi yang dimuat di Journal of Clinical Lipidology. Hasilnya dilaporkan bahwa daging warna merah tidak berpengaruh negatif terhadap peningkatan lipid (lemak) darah ketika dibandingkan dengan dua jenis daging putih, yaitu daging ikan atau daging ayam.

Penelitian terkontrol lain dalam The American Journal of Clinical Nutrition juga menyimpulkan, daging sapi dan babitidak berpengaruh terhadap tekanan darah.

Ini artinya, belum tentu daging yang berwarna merah pasti akan memicu masalah kesehatan kronis. Oleh karena itu menurut ahli dari Georgia State University, kita tak perlu menghindarinya sama sekali.

Daging merah tetap merupakan sumber protein hewani yang baik untuk dikonsumsi, asalkan tidak berlebihan. 

The American Institute for Cancer Research, seperti yang dilansir dari Web MD, merekomendasikan bahwa kita masih boleh makan daging sapi atau babi yang dimasak matang sekitar 300-500 gram dalam satu minggu. Jumlah ini setara dengan 10 potong daging sapi yang berukuran sedang. Anda pun boleh membagi-bagi porsinya secara merata dalam seminggu.

Penting juga untuk mempertimbangkan jenis daging yang akan dikonsumsi. Pilihlah yang berupa daging utuh yang tanpa lemak atau memiliki lemak sesedikit mungkin, seperti bagian daging sapi tenderloin.

Hindari daging olahan, termasuk sosis dan ham karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar.

Baca Juga

  • Mengenal Berbagai Manfaat Goji Berry yang Menyehatkan Tubuh
  • Berbagai Manfaat Buah Kiwi untuk Ibu Hamil yang Baik Bagi Janin
  • Meski Kaya Nutrisi, Efek Makan Tauge Berlebihan Patut Diwaspadai

Cara memasak daging merah dengan aman

Daging merah disetup
daging merah lebih baik direbus atau disetup ketimbang dibakar

Berbagai bahan makanan, seperti daging, dapat berbahaya jika dimasak dengan suhu tinggi. Pada daging, misalnya, pengolahan suhu tinggi dilaporkan dapat menghasilkan senyawa-senyawa pemicu kanker pada hewan. Alasan memasak daging dengan suhu tinggi inilah yang bisa menjadi risiko kanker, walau masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar pengolahan daging tak memicu pembentukan senyawa berbahaya:

  • Olah daging dengan metode seperti mengukus dan menyetup (stewing), alih-alih menggoreng atau membakar langsung dari sumber api
  • Buang lemak daging yang terlihat agar tidak meningkatkan asupan lemak jenuh harian
  • Usahakan agar suhu api kompor tak terlalu tinggi
  • Rendamlah daging dengan potongan bawang putih, perasan lemon, atau minyak zaitun. Merendam dengan bahan tersebut dapat mengurangi senyawa berbahaya seperti heterocyclic amines (HAs) yang berisiko terbentuk saat dimasak
  • Apabila memang harus memasaknya dengan suhu tinggi, Anda disarankan untuk sering membolak-balikkan daging agar tak terbakar

Sebelum diolah, sebaiknya daging merah jangan dicuci daging tidak berbau prengus. Air juga membuat daging mudah membusuk.

Catatan dari SehatQ

Daging merah merupakan jenis makanan sehat yang bernutrisi tinggi. 

Daging merah memang mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi daripada daging putih seperti ayam atau ikan. Namun, Konsumsi jenis daging ini secara umum masih tergolong aman, asalkan dalam porsi yang terkontrol alias tidak berlebihan.

Risiko masalah kesehatan serius darikonsumsi daging ini cenderung akan meningkat jika dibarengi dengan porsi berlebihan dan riwayat penyakit terdahulu. Cara memasak juga mungkin berpengaruh terhadap risiko bahaya yang dihasilkan.

Untuk itu, Anda perlu memerhatikan cara pengolahan daging. Mengukus dan menyetupnya menjadi cara yang lebih sehat dibandingkan menggoreng atau membakar.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait bagian daging sapi maupun makanan sehat lainnya, Anda bisa chat dokter gratis melalui  chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

makanan sehatnutrisimakanan tidak sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved